Portofolio Saham Anak

Posted on 8 Komentar

Anak-anak biasanya mendapat rejeki uang—seperti angpao—ketika silaturrahmi ke kakek/nenek, paman/bibi, atau  keluarga dan handai taulan lainnya. Begitu juga anak saya. Ketika balik mudik kadang dompet anak jauh lebih berisi dibanding dompet ayahnya. Setelah mulai bisa mengatur uang jajannya, uangnya ditabung di rekening banknya sendiri. Karena ia cukup besar, kami kenalkan dia investasi saham. Saya pernah cerita di tulisan ini. Maka sejak 2015 (usia 9 tahun) dia punya portofolio investasi sahamnya sendiri.

Saya mau cerita portofolio saham anak yang usianya saat ini 11 tahun. Kinerja Bolasalju tahun 2017 dan 2018 kalah sama portofolio dia, lho.

Kinerja Portofolio Saham Anak 2018

Portofolio Saham Anak per 2018 (termausk dividen)
Portofolio Saham Anak per 2018 (termasuk dividen)

Metode pengelolaan investasi anak dilakukan mendekati paradigma investasi berkala atau pasif, bukan investasi aktif. Saham-sahamnya hanya tiga: ada perusahaan retail, makanan, dan bank. Saya berusaha membelikan saham setiap awal bulan dengan jumlah 1 lot. Hingga uangnya habis. Saham portofolio anak tidak pernah dijual atau hanya beli saja sejak 2015.

Metode Pemilihan Saham Anak Kami

Pemilihan sahamnya cukup sederhana. Dalam obrolan santai, kami sering berbagi cerita. Kadang ngobrol tentang produk perusahaan ini atau itu. Saya lalu nyeteluk, ini ada sahamnya, lho. Itu juga ada. Biasanya saya saring saham-saham yang dikenal cukup bagus, dan dikenal anak-anak. Saya ajari kriteria-kriteria perusahaan yang bagus jika utangnya lebih sedikit dibanding pesaingnya. Lain waktu si sulung ini tanya lebih detil tentang perusahaan-perusahaan yang dia suka. Dia tidak mengerti PER, PBV, PEG, dan semacam itu. Lalu dia mulai melobi ke saya, katanya mau beli saham ini. Begitu saja, pilihannya ke dua saham tadi. Setelah dia buat keputusan, dia memberikan uangnya (kas) ke saya. Saya transfer ke rekening, lalu saya belikan sahamnya.

Mulai Juli 2017 portofolio anak menempati rekening sekuritas terpisah. Ada tambahan kas baru yang jumlahnya besar. Dana tabungan adiknya juga ditempatkan di rekening ini. Untuk alasan privasi kami tidak menampilkan besar dana rekening anak, namun hanya indeksnya saja seperti terlihat di atas. Kalkulasi indeks dengan metode reksadana dari basis awal 1.000.


Pemuatan: 30 Juli 2017
Pemutakhiran: 30 Desember 2018

8 komentar di “Portofolio Saham Anak

  1. Beli sahamnya lewat apa mas?

    1. Untuk beli saham kita harus jadi nasabah di broker/sekuritas. Setelah jadi nasabah kita bisa beli/jual saham sebagai sarana investasi.

      Bacaan lebih lanjut:
      https://bolasalju.com/edukasi/panduan-memilih-broker-saham/
      https://bolasalju.com/edukasi/investasi-untuk-investor-pemula-modal-kecil/

  2. mas arif maaf mau nanya …
    kalau angka 32,36 % dan 26, 94 % di dapat darimana ya?
    kan periodenya 2 tahun jadi 75,2%: 2 = 37,6% teus 61,15%: 2 = 30,57%
    trims

    1. Trims pertanyaannya. Itu disetahunkan, bukan rata-rata biasa. Menghitungnya pakai rumus CAGR. Dalam suatu perolehan jangka panjang, untuk membalik perolehan per tahun seyogyanya pakai rumus disetahunkan dari CAGR, agar setara. Bukan rata-rata.

      Silakan lihat:
      https://bolasalju.com/edukasi/laju-pertumbuhan-majemuk-tahunan-cagr/
      https://bolasalju.com/edukasi/compound-interest/

  3. Wow.. artikel yang sangat memotivasi. Thanks

    1. Senang jika bermanfaat. Terima kasih.

  4. Buat misahin rekeningnya gimana mas? Anak-anak blum pake nama sendiri kan ya, jadi numpang di akun bapaknya? Trus gimana biar ga kecampur dengan rekening punya bapaknya?

    1. Ya, benar. Anak belum bisa punya rekening sendiri. Maka saya punya dua rekening broker. Satunya hanya untuk mengelola dana anak-anak.

      Kalau tidak mau dua rekening, terpaksa satu rekening dengan pencatatan terpisah. Tentu merepotkan sedikit paper worknya ?

Komentar ditutup.