1.1 — Kenapa Harus Investasi Saham?

Preview Gratis

Saham adalah aset permodalan yang mewakili sebagian kepemilikan dalam sebuah perusahaan. Dalam investasi pasar modal, saham yang dimaksud adalah saham perusahaan publik. Perusahaan publik adalah yang berstatus sebagai Perusahaaan Terbuka, biasanya punya tambahan singkatan Tbk di belakang namanya. Contoh, PT Unilever Tbk.

Modal atau saham perusahaan terbuka bisa dimiliki masyarakat melalui bursa saham. Investor bertransaksi saham di bursa dengan menjadi nasabah di salah satu pialang saham (broker) di Indonesia. Jika Anda belum familiar dengan informasi pasar modal, silakan pelajari melalui produk kami di bawah ini (tersedia gratis).

  • Cerdas Berinvestasi

    Rp0
    Info

Keuntungan Saham

Investor mendapat keuntungan investasi saham dari dua cara: kenaikan harga saham atau disebut perolehan modal (capital gain) dan pendapatan dari dividen.

Keuntungan dari Kenaikan Harga Saham

Ada seorang investor membeli 1.000 lembar saham seharga Rp400,- per lembar. Di kemudian hari atau setelah beberapa bulan dan tahun, ternyata investor menjual saham itu Rp500,- per lembar saham. Keuntungan dari kenaikan harga saham inilah yang disebut sebagai capital gain. Dia mendapat keuntungan Rp100,- per lembar saham atau total Rp100.000,-. Investor saham tersebut rugi jika menjual saham ketika harganya turun (di bawah Rp400,-).

Keuntungan dari Dividen

Beberapa perusahaan yang mencatat keuntungan ada kalanya membagikan dividen kepada investornya. Besar dividen ditentukan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Persentasenya minimal 5% dari laba bersih perusahaan, biasanya antara 20%-50% dari laba. Beberapa perusahaan besar bahkan membagi seluruh labanya untuk dividen.

Tapi ingat, sifat dividen tak pasti. Dividen tergantung dari kinerja perusahaan dan keputusan pemegang sahamnya. Maka sangat penting mempelajari kinerja perusahaan agar investor bisa mendapatkan keuntungan optimal dari investasinya.

Likuiditas Saham

Sifat instrumen investasi saham sangat likuid. Setelah Anda bisa menjual saham, dalam 2 hari kerja dana sudah cair. Begitu pula saat ingin mencari saham untuk sarana investasi, setiap hari kerja selalu ada saham-saham yang dipasarkan.

Pilihan Saham Banyak

Jika deposito hanya tersedia di beberapa bank dengan suku bunga yang hampir mirip. Obligasi juga demikian. Saham berbeda. Ada lebih dari 500 saham di Bursa Efek Indonesia. Dari jumlah itu, sekitar seperempatnya menurut riset kami adalah perusahaan-perusahana yang punya kinerja bagus.

Setiap saat selalu ada saham-saham yang dijual lebih murah dibanding saham lainnya. Setiap investor bisa memilih saham yang sesuai dengan keinginannya.

Investasi Sambil Tidur

Saham adalah instrumen investasi yang bisa dikelola secara pasif. Investor saham hanya beroperasi secara pasif, bukan investor aktif dalam arti sesungguhnya seperti mengawasi jalannya perusahaan. Bahkan kamu bisa tidur dan saham pun masih terus produktif selama perusahaannya masih prospektif.

Sejarah Keuntungan Jangka Panjang Saham

Pasar saham punya sejarah keuntungan yang sangat tinggi. Keuntungannya melebihi instrumen investasi lainnya. Ini adalah alasan utama untuk kita berinvestasi saham.

Apalagi kita punya masalah umum dalam keuangan modern, yaitu bahaya inflasi yang setiap saat menggerogoti uang yang kita siapkan untuk masa depan. Obligasi, deposito, apalagi tabungan tidak cukup menjadi pengganjal dana guna mencukupi kebutuhan kita di masa depan.

Per Akhir 2017 atau 35 tahun setelah pencatatan IHSG dimulai, IHSG ditutup pada posisi 6.355,65. Pengembalian IHSG selama 35 tahun adalah 6.255,65% (62 kali lipat). Jika disetahunkan, kinerja IHSG 35 tahun adalah 12,59% per tahun. Uang Rp1.000.000 (satu juta) diinvestasikan di IHSG (jika ada indeks wadahnya) sejak awal 1983 akan menjadi Rp63.556.500,00 pada akhir 2017.

Data Sejarah Kinerja IHSG 20 Tahun Terakhir (1997-2017)

Silakan dipelajari sejarah kinerja IHSG selama 20 tahun ini. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) adalah indeks dari seluruh saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang diperkenalkan pertama kali pada 1 April 1983, dengan basis indeks dimulai di angka 100. Setiap bobot transaksi saham di bursa akan mempengaruhi bobot indeks. Dengan mengetahui sejarah kinerja IHSG kita bisa tahu potensi investasi di instrumen saham dalam jangka panjang.

Sejarah Kinerja IHSG 20 Tahun (1997-2017)
Sejarah Kinerja IHSG 20 Tahun (1997-2017)

Kesimpulan

  • Dalam jangka panjang, kinerja IHSG masih memuaskan. Dari masa 35 tahun atau 20 tahun, kinerja jangka panjang tahunannya selalu bisa mengalahkan inflasi jangka panjang di Indonesia.
  • Dalam jangka pendek, kinerja pasar saham selalu fluktuatif. Hal ini bisa dibuktikan ketika ada masa penurunan di awal tahun, kinerja IHSG 10 tahunan pun masih tertekan, yaitu antara 8,75% sampai 11,32%. Meski demikian kinerja ini juga jauh lebih baik dibanding inflasi di masa yang sama.
Kembali ke:Kursus Online Investasi Berkala > Masalah Investasi untuk Umum