Belajar Investasi (2): Alasan dan Instrumennya

Catatan: Ini adalah lanjutan tulisan sebelumnya, serial belajar investasi yang akan saya sajikan secara berturut. Semoga bermanfaat!

Kenapa Kita Berinvestasi

Selama kita bekerja, kita mendapatkan penghasilan dari gaji yang kita peroleh, atau dari perndapatan lainnya seperti hasil dagang, dll. Namun, apakah penghasilan tersebut cukup membiayai gaya hidup kita, ataukah hanya sekadar cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar, itu perkara lain. Mari kita anggap kita semua cukup memenuhi kebutuhan hidup, lalu ada sisa sedikit dana di kantong kita.

Bila demikian, biasanya kita langsung berpikir untuk berinvestasi, atau melakukan usaha menaikkan kapital (baca: uang) yang kita miliki agar berkembang sehingga kita bisa memanfaatkannya di masa mendatang. Investasi juga merupakan usaha kita menyiasati (atau bertempur?) melawan laju inflasi yang selalu menggerogoti nilai uang kita. Dulu masa kecil saya dengan Rp25 kita bisa jajan dan puas, meski untuk kelas pedesaan. Saat ini, uang Rp5.000 rasanya masih terbatas. Itulah efek yang sangat terasa tentang inflasi.

Menabung saja tidak cukup. Menyimpan dan menyisihkan uang memang usaha bagus, tapi kalau menyimpan di amplop atau dompet atau mungkin di bawah kasur saja tidak membuat nilai uang kita cukup mengantisipasi inflasi. Kita perlu instrumen investasi yang punya daya tempur lebih tinggi daripada laju inflasi. Lalu berapa sih laju inflasi umumnya?

Menurut data Biro Pusat Statistik (BPS), angka inflasi rata-rata Indonesia dari 2006 hingga 2010 adalah 6.8%. Jadi tiap tahun harga barang-barang yang kita konsumsi rata-rata akan naik sebesar itu. Analoginya, kalau kita hari ini makan di warung seharga Rp10.000 satu porsi, pada sepuluh tahun mendatang kita perlu merogoh kocek Rp19.303 untuk makanan yang sama. Kalau uang masuk kuliah anak kita Rp20 juta saat ini, maka sepuluh tahun lagi kita perlu bayar Rp38 juta lebih. Belum lagi dihitung kenaikan angka inflasi biaya kuliah di negeri ini. Kapan kita bisa tenang kalau seperti ini?

Kalau kita tidak hadapi inflasi ini, takutnya di masa yang akan datang, bayangkan saat pensiun nanti kalau kita tidak mampu membeli barang yang biasanya bisa kita nikmati saat ini. Atau malah kita pusing memikirkan kuliah anak kita? Runyam bukan? Maka kita memang perlu berinvestasi.

(lebih…)

Belajar Investasi (1)

Catatan: Ini ada serial belajar investasi yang akan saya sajikan secara berturut mulai hari ini. Semoga bermanfaat!

Sejak kecil, saya selalu diajarkan menabung oleh orang tua dan juga nenek. Dulu, kami membawa buku kecil seukuran paspor yang bertuliskan Tabungan dengan nama kami masing-masing. Tiap hari kami akan bawa buku ini ke sekolah bersama sejumlah uang. Saya lupa berapa uang yang saya bawa saat itu. Saat saya SD kelas 1, kalau tak salah uang saku saya adalah Rp25. Rp5 bisa dapat kerupuk. Sangat meriah. Kalau tak salah saya menabung sekitar Rp25 juga, atau lebih. Entahlah. Yang jelas, dengan dipaksa membawa uang hampir setiap hari itulah, sedikit demi sedikit bisa terkumpul banyak uang, lalu uang itu kita ambil ketika kenaikan kelas.

Senang sekali rasanya mempunyai uang lebih banyak daripada biasanya. Kadangkala uang tabungan cukup untuk membeli sebuah sepeda baru, tentu dengan tambahan dana dari orang tua. Kadangkala hanya beli tas, atau sepatu baru. Itulah kehidupan SD. Itulah cara menabung jaman dulu. Cara menabung yang sederhana dan kurang canggih.

(lebih…)

Tentang Kenaikan Harga Saham

Setiap investor pasti senang kalau saham yang dimilikinya memiliki keuntungan kapital (capital gain) dibanding saat ia membelinya. Begitu pula saya. Setiap investor pintar selalu ingin membeli semurah-murahnya, dan menjual ketika saham tersebut menjadi lebih mahal. Itu pula prinsip yang selama ini saya pegang teguh.

Namun hari-hari ini saya berpikir keras tentang kenaikan saham yang saya miliki. Saya tentu senang kalau saham yang saya koleksi nilainya naik. Akan tetapi, saya jadinya merasa lebih pusing memikirkan kenaikan saham daripada kalau nilai saham saya turun. Pusingnya adalah, saya jadi selalu dalam jebakan pikiran untuk: 1) kapan saya melepas saham ini? 2) ataukah saya tahan sampai batas waktu pengamatan nanti. Benar deh, saya serius pusing dengan hal ini!

(lebih…)

Kepada Pembaca Blog

Yth Pembaca Blog BolaSalju.com,

Sesuai dengan niat awal pendirian blog ini dimaksud sebagai catatan dan rekam jejak saya pribadi dalam berinvestasi khususnya di pasar modal. Rekam jejak dan catatan ini saya kira akan berguna pada waktu 5 atau 10 tahun mendatang ketika saya akan mengevaluasi kinerja investasi saya, apakah saya memang telah sesuai dengan platform dan cita-cita rencana keuangan yang ingin saya capai. Jadi saya ulang, cita-cita dan pendirian blog ini adalah murni untuk tujuan pribadi semata. Namun, karena blog ini sifatnya publik, saya menyadari bahwa ada orang lain yang membaca blog ini.

(lebih…)

RUPS EPMT 2010

Pada 3 Mei 2011 lalu pihak manajemen PT Enseval Putera Megatrading, Tbk (EPMT) juga mengumumkan undangan Rapat Umum Pemegang Saham EPMT di situs BEI, jadwal RUPS tersebut adalah:

Hari/Tanggal/Waktu: Rabu, 18 Mei 2011 Waktu: 09:30 WIB
Tempat: EPM Function Room, Gedung A Lantai II, Jalan Rawa Gelam IV, No. 6. Kawasan Industri Pulo Gadung. Jakarta Timur.
Tanggal Daftar Pemegang Saham (DPS) yang berhak hadir dalam RUPS (Recording date): 2 Mei 2011 pukul 16:00 WIB

RUPS CLPI 2010

Pada 5 Mei 2011 (kemarin) pihak Manajemen PT Colorpak Indonesia, Tbk (CLPI) mengumumkan undangan Rapat Umum Pemegang Saham CLPI di situs BEI, jadwal RUPS tersebut adalah:

Hari/Tanggal/Waktu: Selasa, 14 Jun 2011 Waktu: 10:00 WIB
Tempat: Hotel Mulia Jakarta, Ruang Leatris, Mezzanine Level
Tanggal Daftar Pemegang Saham (DPS) yang berhak hadir dalam RUPS (Recording date): 27 Mei 2011 pukul 16:00 WIB

Pemutahkiran 11 Mei 2011: data di atas sudah saya perbarui sesuai dengan pengumuman terakhir yang diumumkan oleh manajemen CLPI untuk meralat pengumuman sebelumnya. Terima kasih.

Mendaftar di Sekolah Pasar Modal 2011

Saya baru mendaftarkan diri di Sekolah Pasar Modal 2011. Karena tahun lalu sudah mengikuti kelas Intermediate, maka pada tahun ini saya mendaftar dalam kelas Advanced untuk belajar lebih jauh tentang pasar modal. Materi kelas Advanced meliputi:

  • Fixed Income
  • Produk Derivatif
  • Pasar Modal Syariah
  • Fasilitas AKSes
  • dan Market Update.

Saya mendapat jatah di Gelombang 1 pada sesi 11 Mei 2011. Barangkali kita bisa bertemu di sana? Tapi saya tidak akan mengenalkan diri sebagai Bola Salju 🙂

Mari kita belajar!

Sekolah Pasar Modal Kelas 2011

Beberapa hari yang lalu ada iklan dari Bursa Efek Indonesia tentang dibuka kembali Sekolah Pasar Modal kelas 2011. Tentu ini tawaran menarik buat calon investor dan investor pasar modal di Indonesia untuk belajar tentang pasar modal.

Tawaran dari BEI yang bekerja sama dengan berbagai pihak ini tentu patut kita sambut. Peluang belajar tentang pasar modal secara gratis, bayangkan! Selain dari pihak Bursa Efek Indonesia, kadangkala pihak sekuritas juga menawarkan belajar gratis pasar modal. Pantau saja situs dan update dari sekuritas Anda. Jadi siapa bilang belajar berinvestasi itu mahal?

Menurut saya, yang mahal tentu saja adalah bila kita mengalami kerugian di pasar modal. Rugi uang kita sendiri. Uang beneran, bukan uang main-mainan, kecuali mereka yang dapat uang dari cara mudah hehehehe. Makanya penting belajar sebanyak-banyaknya agar kita siap mental dahulu sebelum terjun ke pasar modal. Kalau mental dan ilmu siap, kita tidak akan mudah panik digoyang berbagai polah yang ada di pasar modal, karena kita sudah tahu tujuan investasi kita.

Pesan saya, buat investor awal yang belum punya rekening di sekuritas, sabar saja ya dengan tawaran sponsor di acara ini, yang kebanyakan adalah sekuritas. Memilih sekuritas itu bukan hanya kemudahan, kecepatan, dan fasilitas, tapi pertimbangkan juga struktur biaya, deposit, keamanana, dan lainnya. Gak usah buru-buru langsung jadi investor setelah sekolah sehari. Maha guru investasi Ben Graham saja bilang kita perlu melatih mental kita paling tidak 1 hingga 2 tahun sebelum terjun ke dunia pasar saham.

Mari, yang belum daftar segera daftar ya!

Salam berinvestasi!