Laporan Keuangan (1): Kenapa Harus Mempelajarinya?

Terbit

Tulisan ini adalah bagian pertama dari rangkaian panduan membaca laporan keuangan, tulisan berikutnya (2) Empat Jenis Laporan Keuangan dan (3) Terbentuknya Laporan Keuangan.

Laporan keuangan adalah salah satu dokumen penting yang dihasilkan oleh perusahaan. Dalam laporan keuangan inilah pihak lain bisa memahami kondisi keuangan perusahaan. Entitas lain itu misalnya pemegang saham, pemerintah, dinas pajak, investor, bank, penyedia barang, pelanggan, dan semua pihak yang akan berhubungan dengan perusahaan. Laporan keuangan adalah bahasa diplomasi perusahaan. Dari dokumen inilah perusahaan bisa bicara kepada pihak lain bagaimana kesehatan perusahaan. Dengan tahu kesehatan perusahaan, pihak lain seperti bank bisa makin percaya memberi hutang pada perusahaan, bagi investor bisa makin percaya untuk memegang saham perusahaan, bagi pelanggan bisa percaya untuk membayar uang muka untuk barang yang akan dibeli, bagi supplier bisa makin percaya untuk menjual barang dan jasa meski bayarnya dicicil (hal biasa bagi perusahaan modern). Guna menjamin keterpercayaan itulah, institusi swasta modern, terlebih yang sahamnya dijual terbuka, terkena kewajiban untuk setiap laporan keuangan tahunan diaudit oleh auditor independen sehingga kebenaran angka-angka yang dilaporkan dapat dipertanggungjawabkan.

Sebagai investor saham biasa yang setiap hari sudah sibuk dengan pekerjaan kantoran, Anda mungkin bertanya, kenapa pula kita harus pusing belajar laporan keuangan? Saya adalah seorang programmer, saya dulu juga punya pertanyaan serupa. Melihat angka-angka di laporan keuangan saja sudah pusing, apalagi harus mempelajarinya. Pertanyaan lain, kenapa kita tidak bisa mengandalkan rekomendasi analis yang dikirim oleh broker, atau laporan analis di berbagai media massa? Analis adalah orang-orang pintar yang memang ahli, dibayar untuk merekomendasikan perusahaan pilihan, bukankah tugas mereka memberi rekomendasi yang terbaik?

Kenapa Membaca dan Memahami Sendiri Laporan Keuangan itu Penting

Jawabannya sederhana, hal itu berpengaruh terhadap perilaku keputusan kita dalam berinvestasi. Membaca dan memahami sendiri laporan keuangan akan membuat kita percaya 100% kepada keputusan investasi kita. Hal ini akan meningkatkan kepercayaan diri dalam kegiatan kita berinvestasi. Kalau kita mengikuti analisa orang lain, maka ada sebagian (mulanya sedikit) dari keyakinan kita yang menyisakan keraguan dengan analisa orang lain. Hal ini berpengaruh ketika suatu saat kondisi perusahaan bergejolak. Ada berbagai gosip di sana sini. Biasanya kalau awalnya ragu, maka keraguan kita akan bertambah, dan makin bertambah. Akhirnya kita tidak percaya dengan keputusan investasi kita di awal sebelumnya. Kita memutuskan menjual sahamnya. Kita biasanya menyalahkan diri kita karena bodoh, bukan menyalahkan analis yang tidak tepat analisanya. Kemudian ketika saham berbalik, gosip baik mulai datang. Kita buru-buru panik membeli sahamnya lagi, karena masih percaya dengan analisa dari analis itu. Rugilah kita. Siklus ini bisa terjadi berulang-ulang.

Berbeda kalau kita bisa membaca dan memahami sendiri laporan keuangan, kepercayaan akan keputusan investasi kita akan lebih terjaga. Kalau kita sudah yakin posisi kas perusahaan aman, kalau kita yakin perusahan tidak digerogoti bunga bank, kalau kita yakin potensinya penjualan ada karena pabrik baru itu sudah dibayar di tahun buku sebelumnya, tentu kita akan yakin-yakin saja biarpun berbagai gosip buruk datang. Dengan keyakinan penuh biasanya kita tak akan ragu kalau pun harga saham kita jatuh 30%, atau bahkan turun 50% lebih nilainya. Kita bisa akan tenang melawan psikologi pasar untuk menambah komposisi saham kita. Kuncinya karena kita yakin sendiri. Kalau masih tak yakin, biasanya kita akan kembali membuka laporan keuangan, menelusuri potensi-potensi yang menyerang kondisi perusahaan. Kalau tidak ketemu, kita akan bisa yakin. Kalau ketemu potensi penyumbang kerugian, kita bisa segera ambil tindakan agar kerugian tidak makin parah.

Kalau Anda tak ingin mendapat segala kesibukan ini tapi tetap ingin investasi saham, maka pilihan terbaik adalah lebih baik menyalurkan dana ke instrumen investasi lain, misalnya reksadana.

Apakah Gampang Mempelajari Laporan Keuangan?

Saya tak bisa menjamin apakah hal ini mudah atau tidak. Tapi sebagai contoh saja, lima tahun lalu saya termasuk orang yang meremehkan pekerjaan akuntansi. Saya tak tahu kemampuan saya bagaimana saat ini, tapi yang penting adalah kemampuan ini sudah bisa menyumbang pada keyakinan saya dalam berinvestasi. Untuk itulah saya ingin berbagi tentang metode dan cara saya mempelajari laporan keuangan, meski saya sendiri masih terus belajar. Apakah mudah mempelajari laporan keuangan itu? Membaca laporan keuangan sebenarnya mudah. Asal kita tahu rambu-rambunya.

Beberapa fakta sederhana tentang laporan keuangan:

  • Isi laporan keuangan ada empat macam laporan: 1) laporan neraca, 2) laporan laba rugi, 3) laporan perubahan ekuitas, dan 4) laporan arus kas. Dokumen utama laporan keuangan yang diterbitkan di berbagai media massa biasanya menampilkan minimal tiga jenis laporan pertama, laporan arus kas ada yang menampilkan, tetapi seandainya tidak ada bisa kita peroleh di dokumen asli Laporan Keuangan yang dilaporkan di BEI. Kita perlu mempelajari sifat dan tujuan empat jenis laporan keuangan ini. Sisa dari sebagian besar dokumen laporan keuangan merupakan penjelasan dari empat laporan ini, misalnya untuk posisi kas, akan dijelaskan lagi berapa porsi uang kas, deposito, dll.
  • Tidak perlu ilmu matematika lanjutan untuk mempelajari laporan keuangan. Mempelajari laporan keuangan hanya perlu keahlian aritmatika sederhana seperti: penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian. Sudah itu saja. Bahkan tak perlu kalkulator untuk proses perhitungannya. Bahkan seorang investor besar dari Cina memberi panduan kita jangan menggunakan kalkulator agar kita punya intuisi dan kecepatan dalam membaca angka-angka.
  • Baca setap rincian, detil dan catatan kaki. Kalau kita tahu bahwa inti laporan keuangan adalah empat jenis laporan tadi, hal penting lainnya yang perlu diperhatikan adalah setiap rincian, setiap detil, dan setiap catatan kaki. Baca semua hal yang berhubungan dengan laporan keuangan utama tadi agar kita paham gambaran jaringan keuangan perusahaan.
  • Rasio-rasio utama keuangan. Rasio-rasio ini biasanya dibentuk oleh kalkulas sederhana dari isi laporan keuangan. Misalnya: Current Ratio (atau Rasio Lancar) adalah aset lancar dibagi dibagi hutang lancar, dan Debt to Equity Ratio (rasio hutang terhadap ekuitas) adalah total hutang dibagi dengan ekuitas yang dimiliki pemegang saham. Ada banyak rasio-rasio yang kita kenal dalam istilah keuangan. Penting untuk mempelajarinya nanti karena nama beberapa rasio ini merupakan kunci penting untuk menilai sehat tidaknya perusahaan.
  • Hal penting lain adalah memahami istilah dan konsep keuangan. Ada banyak konsep konsep pelaporan keuangan perusahaan terutama dalam penilaian aset, hutang, perpajakan, dll.

Itu dulu pengantar awal dari serial panduan laporan keuangan ini. Dalam tulisan berikutnya kita akan berusaha mengenali jenis-jenis laporan keuangan serta bagaimana laporan keuangan terbentuk.