Istilah Seputar Dividen

Posted on 8 Komentar

Karena salah satu portfolio saham saya akan membagikan dividen dalam waktu dekat, saya jadi tertarik untuk mengetahui arti istilah-istilah dividen. Berikut adalah daftar istilah yang berhubungan dengan dividen.

Dividen adalah pembagian sebagian laba perusahaan kepada para pemegang saham. Keputusan pembagian dividen ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), termasuk besaran jumlah dividen dan waktu pembagiannya.

Dividen Final artinya mirip dengan dividen, bedanya dividen final menyatakan dividen terakhir dalam satu tahun buku tertentu. Bila sebuah perusahaan hanya membagikan dividen setelah tutup buku, maka pembayaran sekali itulah yang disebut dividen final. Bila sebuah perusahan membagi dividen beberapa kali, maka dividen terakhir yang dibagikan setelah diputuskan dalam RUPS Tahunan itulah yang disebut sebagai dividen final.

Dividen Interim adalah dividen yang dibagikan dalam suatu tahun berjalan sebelum pembukuan keuangan ditutup.

Contoh:

  • Dividen interim ABCD dibagikan pada Mei 2010 sebesar Rp10 per saham.
  • Dalam RUPS Tahunan diputuskan untuk tahun buku 30% dari laba akan dibagikan sebagai dividen sebesar Rp15 per saham. Maka dividen final yang akan dibagikan adalah Rp5 per saham (Rp15 dikurangi Rp10 yang sudah dibayar pada Mei 2010 lalu)

Dividend Payout Ratio adalah rasio antara dividen yang dibayarkan sebuah perusahaan (dalam satu tahun buku) dibagi dengan keuntungan bersih perusahaan (net income), pada tahun buku tersebut. Misal: Perusahaan ABCD laba bersih 2010 adalah Rp1 miliar akan membagikan Rp300 juta sebagai dividen. Dividend Payout Ratio adalah 30% (300 juta dibagi 1 miliar).

Dividen Yeild adalah rasio antara dividen per saham (dalam satu tahun buku) dengan harga saham (dividen/harga saham), dinyatakana dalam persentase.

Cum-Dividend Date atau dengan dividen adalah hari terakhir (dalam satu hari perdagangan) sebelum ex-dividend, dimaksudkan sebagai hari terakhir kepemilikan saham yang diakui untuk mendapat dividen. Bila kita tetap memegang saham tersebut hingga pasar saham tutup, maka kita akan mendapatkan dividen. Bila kita memiliki saham tersebut bertahun-tahun tapi pada hari cum-dividend kita menjualnya, maka kita tidak akan mendapatkan dividen.

Ex-Dividend Date atau diluar dividen adalah hari yang tidak termasuk mendapatkan dividen. Biasanya satu hari bursa setelah cum-dividend. Bila kita membeli saham pada hari ex-dividend tidak akan mendapatkan dividen.

Recording Date atau batas hari pencatatan kepemilikan saham dalam rekening efek, biasanya tiga hari kerja setelah cum-dividend date.

Pay/Distribution Date atau hari dividen akan dibayarkan ke rekening efek. Untuk skema di BEI, pembayaran dividen dilakukan melalui KSEI, kemudian KSEI akan mentransfer uang dividen tersebut melalui biro administrasi efek ke rekening kita masing-masing di sekuritas. Untuk mendapatkan pembayaran kita tidak perlu melakukan apa-apa, kecuali untuk orang asing dan entitas khusus bila hal itu diatur oleh BEI.

Contoh: saham ARNA, mengumumkan tentang tata cara pembagian dividen mereka. Dari data mereka:

  • Cum-Dividend pasar reguler (pasar bursa biasa) adalah 31 Mei 2011
  • Ex-Dividend pasar reguler adalah 1 Juni 2011
  • Recording Data adalah hari pencatatan kepemilikan saham, biasanya setelah 3 hari kerja setelah transaksi.
  • Pembayaran dividen 20 Juni 2011, pada hari tersebut uang dividen akan dibayar di rekening kita.

Baca juga tulisan lanjutan mengani tata cara mendapatkan dividen.

Sumber: Istilah Pasar Modal A-Z (Oleh Hendy M. Fakhruddin, Elex Media Komputindo, 2008) dan Wikipedia.

8 komentar di “Istilah Seputar Dividen

  1. Saya mau tanya pak untuk mendapatkan deviden apakah saham tsb harus didaftar atas nama saya dan caranya bagaimana?

    1. Ketika Bapak membeli saham lewat broker, sesungguhnya saham tersebut sudah diatasnamakan Anda. Jadi tidak perlu melakukan apa-apa. Untuk petunjuk tentang tata cara mendapatkan dividen, silakan baca tulisan ini: http://bolasalju.com/2012/07/09/tata-cara-mendapatkan-dividen/. Terima kasih.

  2. Saya mau tanya pak, untuk menghitung dividend payout ratio, apakah nilai dividen final dan interim dijumlahkan atau hanya menggunakan dividen final? terimakasih

    1. Dividen Payout Ratio selalu dihitung dari jumlah dividen dibayar dalam tahun buku tersebut dibagi laba bersih tahun buku tersebut. Sesuai dengan pertanyaan Anda, berarti seluruh dividen untuk tahun buku dijumlahkan: interim + interim lainnya (bila ada) + dividen final.

      Sekadar contoh kasus umum:
      – Interim pertama bisa dibagi pada tahun bersangkutan, misal bulan 7 tahun 2011
      – Interim kedua bisa dibagi pada akhir tahun, misal bulan 12 tahun 2011
      – Dividen final dibagi setelah RUPS memutuskan payout ratio untuk tahun buku, dibagi bulan April tahun 2012.
      – Jumlah ketiga dividen tadi adalah dividen tahun buku 2011 perusahaan tersebut, inilah angka yang dipakai untuk menghitung Payout Ratio.

  3. saya ingin bertanya tentang dividen final.
    di atas disebutkan, bahwa dividen yang skali ada setelah tutup buku, maka itulah dividen final.
    sedangkan dividen yang beberapa kali didapatkan, maka yang terakhir dikatakan dividen final.
    yang saya ingin tanyakan, apakah dividen yang terakhir saja yang dikatakan dividen final ? atau akumulasi dari semua dividen yang di dapat ?
    terimakasih 🙂 ..

    1. Maaf, memang bisa membingungkan hanya dalam perbedaan istilah.

      – Dividan final berarti dividen yang terakhir dibayarkan untuk kinerja satu tahun buku.
      – Dalam RUPS, bila diumumkan dividen final adalah Rp15 untuk tahun buku 2013 (misalnya). Padahal pada November 2013 perusahaan sudah membagi dividen interim RP5/lembar.
      – Maka, bila dalam pengumuman dibagikan dividen final Rp15, ya sebenarnya Rp15 untuk tahun buku 2013 (seluruhnya).
      – Dividen final (yang kita baca terakhir), adalah sisa Rp10/lembar saham.

      Kasus per kasus bisa beda aja. Maklum bahasa manusia 🙂

  4. Saya mau tanya, apakah deviden payout ratio bisa dihitung jika dlm satu tahun perusahaan tidak membayarkan deviden?

    1. Rasio pembayaran dividen dihitung bila ada dividen. Tanpa dividen tidak berguna rasio ini.

Komentar ditutup.