Posted on

Berapa Dana Minimal Investasi Saham?

Berapa Dana Minimal Investasi Saham

Berapa dana minimal investasi saham? Cukupkah satu juta? Sepuluh juta? Seratus ribu? Seratus juta? Ada yang bilang lagi, katanya harus modal ratusan juta agar bisa untung banyak. Ini adalah salah satu pertanyaan yang sering saya temukan saat berbagi informasi tentang saham. Mari kita eksplorasi jawabannya.

Apa Harus Berdana Besar Agar Sukses Investasi Saham?

Itulah asumsi yang umum yang sering kita dengar bahwa saham hanya untuk orang berduit.

Padahal kampanye #YukNabungSaham sudah mengumumkan bahwa dana minimal investasi saham bisa mulai dari Rp100 ribu. Ya, Rp100 ribu.

Memang benar saat ini ada pialang saham yang memperbolehkan dana minimal Rp100 ribu. Dulu, dana minimal paling tidak Rp1 juta. Bersyukurlah Anda di era keterbukaan finansial seperti saat ini. Memang seharusnya setiap orang punya hak yang sama terhadap peluang.

Tapi masih saja ada yang ragu apa benar dana kecil bisa sukses berinvestasi saham? Ada yang belum percaya dengan bermodal segitu bisa sukses di investasi saham.

Ada banyak asumsi salah beredar di mana-mana: ruang gosip komunitas saham, forum internet, bahkan forum resmi. Salah satunya ada yang bilang hanya mereka yang bermodal besar bisa sukses berinvestasi saham. Pertanyaannya, berapakah “banyak” itu? Apakah Rp10 juta itu banyak? Jika hanya sepuluh juta, 10% dari Rp10 juta adalah Rp1 juta. Itu angka yang sedikit bagi mereka. Menurut mereka jika ingin sukses banyak, dan cepat, ya harus ratusan juta hingga milyaran, baru Anda bisa dibilang investor saham.

Saya kira pandangan itu salah. Banyak dan cepat. Itulah awal kutukan dari argumen yang salah.

Asumsi untung besar hanya bisa dicapai dari dana besar, itu jelas salah. Memakai argumen yang sama, jika dana besar, maka potensi kerugian juga besar. Anda bisa untung 20%, juga bisa rugi -20%.


Jika Anda masih bertanya-tanya tentang risiko tinggi saham, silakan baca Benarkah Saham Berisiko Tinggi?


Seandainya ada dua orang: yang pertama bermodal Rp10 juta menghasilkan untung 10% atau Rp1 juta; satunya bermodal Rp5 juta menghasilkan untung 20% atau Rp1 juta. Dari dua orang ini perbandingan angka dengan angka jelas sama, tapi jika dihitung relatif terhadap modalnya tentu orang kedua yang jelas lebih untung. Pandangan relatif itu adalah tepat karena memandang dari persentasenya. Di Bolasalju, saya selalu bilang investasi saham itu hanya masalah keuntungan relatif. Mau modal ratusan ribu, jutaan, milyaran—untung 20% jelas lebih banyak dibanding untung 10%, tak peduli jumlah angkanya. Memakai argumen ini, setiap orang punya hak yang sama untuk sukses berinvestasi saham.

Berapa Dana Minimal untuk Investasi Saham?

Distribusi Harga Saham Minimal 1 lot (100 lembar) dari 44 saham pilihan
Grafik 1: Distribusi Harga Saham Minimal 1 lot (100 lembar) dari 44 saham pilihan

Saat baru membuka rekening saham di broker (pialang), Anda akan dibuatkan rekening bank yang bernama Rekening Dana Investor (RDI). Sebuah  rekening bank atas nama investor sendiri (jadi milik Anda), di bank yang Anda pilih. Namun akses ke rekening ini hanya untuk transaksi yang berhubungan dengan investasi saham di pialang itu. Investor bisa transfer atau menarik dana dari RDI milik mereka sendiri.

Anda bisa transfer dana berapa pun ke RDI, minimal seratus ribu, atau bahkan ratusan juta. Setelah dana di RDI ada, pertanyaannya, untuk bertransaksi paling minimal perlu dana berapa?

Dalam perdagangan saham kita bertransaksi dalam jumlah minimal 1 lot atau 100 lembar. Aturan lot di bursa bisa berubah. Saat ini 1 lot = 100 lembar saham. (Dulu 1 lot = 500 lembar)

Jika Anda ingin bertransaksi sebuah saham seharga Rp120 per lembar, maka transaksi minimal adalah Rp12.000. Jika Anda ingin bertransaksi saham GGRM yang selembarnya dijual seharga Rp71.000 per 14 April 2018 kemarin, maka uang RDI Anda akan berkurang Rp7.100.000 (tujuh juta seratus rupiah). Ada saham yang paling murah, yaitu saham gocap-an atau seharga Rp50 per lembar, total uang yang harus dibayar investor adalah Rp5.000. Ya, lima ribu rupiah sudah bisa dapat 1 lot atau 100 lembar saham. Tapi saham-saham di harga paling rendah seperti itu biasanya perusahaannya sedang tertekan.

Jadi jelas, kan, ya?

Grafik di atas adalah distribusi investasi minimal yang harus investor bayar untuk membeli 1 lot (100 lembar) saham di Bursa Efek Indonesia per tanggal 14 April 2018. Yang istimewa, saham-saham yang ada di grafik di atas adalah termasuk saham berkapitalisasi besar dan sering masuk daftar LQ-45. Mereka umumnya termasuk saham-saham perusahaan berkinerja bagus.

Dana minimal untuk investasi saham di salah satu saham pilihan di atas adalah Rp27.600 per 1 lot.

Median (titik tengah) harga untuk investasi di saham pilihan di atas adalah Rp363.000 per 1 lot.

Harga rata-rata untuk investasi di saham pilihan di atas adalah Rp827.000 per 1 lot.

Dengan membatasi hanya saham-saham pilihan, Anda bisa ikut menumpang pertumbuhan beberapa perusahaan terkemuka itu dengan mengeluarkan uang yang relatif terjangkau. Semua sepakat uang sekitar Rp100.000 sebulan cukup terjangkau, bukan?


Baca juga: Apa Yakin Saham Untung Terus?


Apa Nama Sahamnya?

Tapi mohon maaf saya tak bisa berbagi pilihan saham-saham tadi. Jika Anda tertarik, kami menyediakan produk Saham Pilihan Untuk Investasi Berkala, karena ini adalah hasil riset kami.

Saya sedang bekerja merampungkan kompilasi versi terbaru edisi 2018. Saya sudah mengumpulkan datanya. Daftar sudah terbentuk, 44 saham itu adalah daftar pilihan dari perusahaan terbaik di BEI. Dibanding versi lama yang hanya menampilkan 20 saham, versi terbaru selain lebih banyak juga ada informasi tambahan. Ada kemungkinan saya mengeluarkan beberapa saham, seperti emiten yang berhubungan dengan sektor pertambangan (misalnya, atau juga sektor lain) karena kinerja mereka fluktuatif. Saham pilihan ini nanti akan menjadi saham-saham perusahaan terbaik yang bisa dipakai investor awam untuk berinvestasi nyicil bulanan tanpa perlu bersusah payah riset atau memantau kinerjanya.

Diedit oleh YW.