Posted on

Apa itu Haircut Ratio?

Saya sering dapat pertanyaan dari investor awam yang baru berinvestasi saham. Apa itu haircut ratio atau rasio “pemangkasan rambut”? Mari memahami haircut ratio yang namanya lucu ini.

Apa itu Haircut Ratio atau Rasio Pemangkasan Rambut?

Haircut ratio adalah selisih antara harga efek di pasaran dan harga pembelian untuk dijual dalam suatu penyelesaian transaksi antara dua pihak. Persentase rasio pemangkasan adalah perbandingan harga pembelian efek dibanding harga efek di pasar reguler, angkanya disajikan dalam persen. Karena pemangkasan rambut terkesan lucu, kita sebut saja “rasio pemangkasan.”

Masih bingung? Mari pahami dengan contoh.

Contoh Aplikasi Rasio Pemangkasan

Aplikasi rasio pemangkasan berlaku jika seorang investor punya saham yang diperolehnya dengan berutang ke pialang. Efek saham itu di pasar reguler dijual seharga Rp1.000 per lembar. Haircut ratio sahamnya adalah 50%. Jika terjadi pemaksaan jual, maka saham itu dibeli pialang seharga separuhnya.

Setelah dibeli pialang, saham itu bisa dijual atau disimpan oleh pialang. Terserah mereka. Intinya, dengan dijualnya saham tersebut, nasabah bisa mendapatkan kas dan bisa membereskan utangnya kepada pialang. Jika pialang bisa menjual saham itu seharga Rp800, maka selisih keuntungan Rp300 diambil oleh pialang. Investor sudah rugi Rp500 per saham, ditambah selisih penurunan nilai saham dari harga pembelian awalnya. Umumnya masa pemaksaan jual terjadi di musim kepanikan bursa, yang hampir semuanya turun. Siapa pernah mengalaminya? Semoga jangan, ya!

Karena pemaksaan jual biasa terjadi saat pasar turun, maka investor ibarat jatuh dari tangga, tangganya pasti mengejar dia dan mengantam kepala si investor sampai berdarah. Sudah sahamnya jatuh, harga belinya masih lebih rendah lagi. Di sisi lain pialang punya risiko tidak bisa menjual saham-saham tersebut jika kondisi pasar turun, dus tidak ada yang membeli.

Semua pialang punya rasio pemangkasan untuk semua saham. Tiap saham berbeda rasio pemangkasannya, biasanya sekitar 50%. Besarnya rasio pemangkasan disesuaikan dengan laris tidaknya saham tersebut di pasaran, atau anggapan semakin berisiko atau tidak saham atau efek itu. Haircut ratio berlaku untuk efek (apapun tidak hanya saham) yang dibeli lewat utang.

Jika Anda hanya berinvestasi jangka panjang dari dana bebas, maka tak perlu khawatir dan bingung dengan haircut ratio ini, bukan?


Kredit foto: John Karlo Mendoza, dari Unsplash