Tanja: Sudah Naik Berlipat, Kapan Saya Dapat?

Pertanyaan

Selamat siang Bolasalju,

Setelah melewati pertengahan tahun 2016, IHSG sudah mulai terlihat menggeliat, tadinya hanya bergerak sekitar 4000-4500, sekarang sudah mencapai 5500 dalam waktu beberapa bulan saja. Nah, inilah pertanyaan sekaligus masalah bagi investor baru seperti saya yang berharap mendapatkan saham naik berlipat dalam hitungan 1 tahun hehehe…

Sering kali setelah IHSG naik tinggi kami selalu merasa ketinggalan kereta. Kita perhatikan banyak sekali saham lapis kedua (contoh NIKL) telah naik sampai 3,4 kali lipat (400%). Apa yang seharusnya investor baru seperti kami ini lakukan untuk dapat menyaksikan portfolio kami berlipat seperti itu? Jika beli dan tahan adalah salah satu kuncinya, pertanyaan saya, beli dan tahan berapa lama yang masuk akal menurut Bapak?

Terima kasih.

Herry

(lebih…)

Tanja: Capek Memilih Emiten

Pengantar

Saya menerima banyak komentar, pertanyaan, dan umpan balik di situs ini. Biasanya setiap ada isian kontak, saya akan menerima surat elektronik. Kemudian server bermasalah, lalu ada beberapa perubahan, setelah itu ternyata server tidak pernah mengirim surat elektronik pemberitahuan lagi. Di sini lah saya kira tidak ada umpan balik dari pembaca semua. Mohon maaf hal ini terjadi.

Beberapa umpan balik berisi pertanyaan akan saya angkat di rubrik sendiri bernama Tanja, kependekan dari Tanya-Jawab.

Anda pun bisa bertanya, silakan kirim pertanyaan melalai halaman Halo Bolasalju.  Mohon bertanya hal umum seputar topik investasi, bukan pertanyaan spesifik saham tertentu. Apalagi bila saya ditanya apakah saham XYZA bakal naik atau turun, atau apakah sama ABCD itu baik atau jahat, itu di luar kapasitas saya.

Semoga bermanfaat.

Pertanyaan

Salam,

Saya dan (terutama) suami sudah cukup lama investasi rutin (dollar cost averaging) di reksadana saham. Kami telah membuat suatu proyeksi 10-15 tahun ke depan invest rutin tersebut menggunakan asumsi kenaikan tabungan rutin secara konservatif tiap tahun. Dengan asumsi pengembalian reksadana saham rata-rata 20% per tahun, proyeksi kami rasanya akan cukup untuk pendidikan anak dan pensiun nanti (inflation adjusted).

Kadang kala dalam satu tahun itu ada pemasukan yang di luar perkiraan (misal bonus). Nah dana ini yang kami akan pakai untuk belajar investasi langsung saham. Kami sudah mulai belajar tentang cara investasi di Bolasalju. Namun dari sekian banyak emiten, rasanya kami sudah capek duluan membayangkan membandingkan emiten itu.

Ujung-ujungnya adalah kami ingin minta bantuan dari Bolasalju hehehe..Apakah Bolasalju bersedia memberikan kami 10-30 saham (terutama yang bluechip) yang layak untuk kami analisa dan bandingkan satu dengan yang lain untuk bahan belajar kami mencari saham yang murah dan (ter)bagus? ?

Kami akan sangat menghargai bantuan bolasalju. Namun Kami juga mengerti bila bolasalju tidak bisa membant kami 🙂

Terima kasih.

Kartini, [email protected]

(lebih…)

Tanja: Bekal untuk Memulai Investasi?

Pertanyaan

Saya baru akan mulai terjun di dunia investasi. Beberapa bulan ini saya punya banyak waktu untuk belajar tentang saham melalui beberapa blog dan Youtube. Sampai saat ini pengetahuan saya baru sebatas dasar analisa fundamental (PER, PBV. EPS, ROA, ROE, EV, EBITDA).

Pertanyaan saya:

  1. Apakah modal pengetahuan ini sudah cukup digunakan untuk memulai investasi?
  2. Buku apa yang sebaiknya saya pelajari untuk meningkatkan pengetahuan saya tentang value investor?

Terima kasih.

– MH, dari Jombang, Jawa Timur

(lebih…)

Korespondensi: Permintaan Artikel

Ada permintaan melalui surat-e agar saya menulis tentang cara valuasi harga saham dan juga cara membaca laporan keuangan.

Saya punya rencana untuk menulis kedua topik itu. Masalah waktunya, atau kapan, saya masih mencari waktu yang tepat untuk hal itu. Saya tidak ingin isi blog ini belum lengkap tapi saya sudah mengeluarkan ringkasan berbentuk strategi spesifik seperti itu, padahal dasar filosofinya belum dibahas.

Saya ingin memuat panduan investasi saham yang konservatif dan aman, semuanya dimulai dari filosofi yang benar, langkah yang benar, valuasi yang benar, dan kemudian sikap investasi dan strategi yang benar. Untuk melangkah menuju pembahasan valuasi saham, maka saya harus menulis beberapa tulisan lain sebagai pendukungnya. Untuk melangkah menuju kemampuan menelaah bisnis yang baik, maka kita harus cakap dalam membaca laporan keuangan. Urutannya bagaimana, saya masih mengatur cara untuk menuju ke sana. Tapi jujur saja, saya masih belajar kedua topik ini. Saya masih belajar dengan serius. Nanti kalau saya merasa sudah paham secara total kedua topik ini, berarti saya sudah siap menuliskannya.

Bila ingin membaca tentang metode valuasi, bisa dibaca di buku The Intelligent Investor tentang metode valuasi sederhana Ben Graham. Untuk metode Discounted Cash Flow, pembahasannya yang sederhana bisa ditelaah dari buku Getting Started in Value Investing yang ditulis Charles Mizrahi. Kebetulan dua metode tersebut yang saya pakai selama ini. Sobat kita Parahita Irawan sudah pernah membahas dua hal ini, silakan cari di blognya. Saya sendiri belajar metode DCF dari blognya itu. Kalau Anda mau, dengan googling pun kita bisa mencari dua metode ini secara rinci.

Ada yang bilang belajar strategi investasi itu gampang. Yang lebih susah bagi investor adalah keyakinan dan pemahaman filosofi investasi. Hanya sedikit orang yang tahan terhadap kerugian berbulan-bulan atau bertahun-tahun demi mempercayai sebuah teori sederhana dari investasi nilai. Bahkan banyak orang meragukan filosofi holding forever yang dikemukakan Fisher, dan menjadi panutan Buffett. Kalau landasan berpikir kita tak ada, tak peduli kita sudah paham puluhan metode valuasi saham, ketika saham yang kita pegang turun hingga -50% bisa jadi kita langsung panik dan tak percaya dengan pilihan kita. Juga sebaliknya ketika saham kita naik 50% saja, maka kita buru-buru menjualnya. Dengan landasan lemah, kita tak akan pernah bisa untung 500% atau justru kita selalu rugi dalam setiap langkah investasi kita. Maka landasan berpikir itu penting. Setelah kita paham filosofinya, barulah kita melangkah ke beberapa metode yang bersifat pragmatis.

Selamat berinvestasi!

Korespondensi dengan Sdr CJ

Korespondensi dengan pembaca adalah merupakan suatu kehormatan bagi saya. Terlebih bila pertanyaan dan diskusi yang terjadi menyangkut hal yang penting. Termasuk korespondensi ini. Berikut adalah kutipan korespondensi saya via surat-e (email) dengan Saudara CJ (inisial dari beliau), sudah diedit untuk kepatutan/ketepatan bahasa saja, dimuat dengan ijin dari beliau:

Pada 29 Juni 2011 Sdr. CJ menulis:

Salam kenal Pak,

Saya sudah membaca sebagian dari artikel Bapak, yang membuat saya tertarik adalah gain yang anda dapatkan dari saham CLPI.

Anda pastinya menganalisa berdasarkan fundamental, namun dari sisi technical apakah anda menganalisanya juga? Atau hanya langsung masuk sedikit2 dengan metode DCA tanpa memperhitungkan dari segi technicalnya..? Terima kasih, karena saya juga ada rencana untuk investasi di ARNA & EPMT setelah melihat fundamentalnya. Terima Kasih.

Pada 30 Juni 2011, saya menjawab:

Salam sdr CJ,
Metode saya sederhana saja kok pak, tapi dasarnya sih fundamental. Kalau sudah yakin ada perusahaan yang bagus dan hari itu harga masih ada margin of safety cukup, saya akan beli. Tentu saja saya lihat situasi pasar juga. Tapi saya tidak pernah melakukan technical analysis. Mungkin saya pakai DCA, tapi dengan metode asal ada dana aja hehehe… Bukan rutin per bulan.
Mohon jangan lihat yang 400% atau hampir 500% pada siang ini. Itu keberuntungan saja. Kalau menurut saya investasi itu keyakinan mental dan prinsip saja. Jadi bapak jangan ikuti langkah saya, bisa jadi saya salah. Tapi kalau bapak yakin sendiri dengan perusahaan-perusahaan tersebut, silakan, tentu itu baik. FYI: EPMT marginnya kurang bagus dibanding lainnya, tapi saya suka dengan perusahaan itu 🙂 Asal ada margin gak masalah deh hehehe
Terima kasih.

Pada 30 Juni 2011, Sdr. CJ menulis lagi:

Hallo Pak.,

Terima kasih sebelumnya. Kembali ke saham. Saya mau bertanya kembali, margin of safety bisa diperoleh darimana perhitungannya? Untuk ARNA diperoleh angka berapa utk Margin Of Safety..?  Hehe mengenai DCA disesuaikan dengan kantong sajalah..hehe yang terpenting metode ini cukup ampuh untuk investor yang tidak mengerti tentang charts & isu global lainnya. Tidak harus memantau running trade setiap harinya.

Terima Kasih.

Pada 1 Juli 2011, saya menjawab:

Margin of Safety saya pernah tulis. Silakan disearch aja pak. Tapi intinya begini, saya pakai beberapa metode valuasi harga saham: diantaranya metode Graham dan metodenya John Burr Williams, ada ringkasan sederhana di bukunya Mizrahi. Katakan suatu saham harganya 800, sementara harga wajar yang saya percaya (dihitung dari dua metode tadi) adalah 1000. Maka margin of safety kita adalah 20%. Saya akan invest di perusahaan dengan punya margin of safety tinggi, misal 40% atau lebih. Saham-saham yang overvalued pasti margin of safetynya rendah, atau minus. Bukan berarti sahamnya tidak mungkin naik, tapi peluang keuntungannya tidak pasti. Kuncinya pasti pak 🙂

Angka ARNA dulu pernah saya tulis kok pak, pada 335-an perkiraannya 90%. Kalau pada harga skrg sekitar 60-70%.

Tentang chart dan isu global, terus terang saya tidak peduli. Mental saya sudah saya set seperti itu. Kalau isu global pengaruh ke bisnis, iya kita harus peduli, tapi kita bisa lihat sejarah perusahaan di masa krisis gimana. Isu global pengaruh ke pasar, tentu penting, apalagi kalau persh exportir. Kalau pengaruh hanya dari forex (foreign exchange), biasanya price adjustment aja sudah bisa bikin kondisi keuangan membaik. Yang penting kan ada potensi growth dan manajemen persh itu proven to be succesful leader. Kalau semua meyakinkan dan harga masih bagus. Beli deh pak 🙂 *ini berlaku utk semua saham lho, bukan rekomendasi*

Kalau running trade memang betul pak. Tak pernah saya dengerin berita tivi, juga saran broker 🙂 Yang penting ribet kerja di awal, baca lap keuangan, dsb, setelah itu lupakan selamanya. Less effort. Less stress. Hati tenang, tidur nyenyak. FYI: saya dulu menahan CLPI rugi 5-6 bulan lho pak, gambarannya seperti itu. Umpama saham-saham baru ini perlu waktu lebih lama, saya siap.

Semoga membantu. Senang berdiskusi dengan Anda.

Demikian kutipan korespondensi ini. Semoga berguna dan terima kasih kepada saudara CJ atas surat dan ijinnya.