Akibat Banjir ke Kinerja Asuransi K1-2013

Januari awal tahun ini, Jakarta diterjang bencana banjir. Sektor asuransi adalah kandidat pertama yang dikatakan akan terkena dampak bencana ini, khususnya klaim untuk kasus kendaraan yang terkena banjir. Bola Salju membuat dua tulisan untuk menjawab pertanyaan itu. Analisa pertama, asuransi mana yang mempunyai faktor risiko paling besar dari bencana banjir. Di analisa kedua, kita jawab apakah benar banjir mempunyai korelasi naiknya klaim kepada perusahaan asuransi yang mempunyai risiko terbesar dihubungkan dengan korelasi kejadian banjir masa lampau yaitu pada 2007. Berdasarkan dua tulisan tersebut, dua perusahaan asuransi terbesar yang mempunyai risiko tinggi dengan faktor banjir, yaitu asuransi kendaraan, adalah ABDA dan AMAG. Setelah kita telaah di kinerja masa lampau, ternyata bukti mengatakan lain dan bahkan klaim kedua perusahaan di masa kritis itu justru turun.

Tulisan ini akan mencoba menjawab apakah banjir pada awal 2013 lalu punya akibat terhadap kinerja perusahaan-perusahaan asuransi terbuka, khususnya dari asuransi kendaraan, berdasarkan laporan keuangan K1-2013 lalu.

(lebih…)

Analisa Sekuritas 2012

Analisa sektoral kali ini akan membahas sektor sekuritas (securities). Pilihan sekuritas karena saya telah lama berinvestasi di salah satu saham sektor ini. Analisa ini meliputi seluruh emiten sektor sekuritas yang tercatat di Bursa Efek Indonesia, jumlahnya 9 perusahaan, yaitu: Majapahit Securities (AKSI), Kresna Graha Securindo (KREN), Onix Capital (OCAP), Minna Padi Investama (PADI), Panin Sekuritas (PANS), Panca Global Securities (PEGE), Reliance Securities (RELI), Trimegah Securities (TRIM), dan Yulie Sekurindo (YULE). Semua adalah perusahaan yang masih aktif dalam kegiatan bisnis sekuritas, dalam bidang perantara perdagangan efek, pembiayaan nasabah perdagangan efek, jasa emisi, dan manajer investasi. Saya mengeluarkan HD Finance (HADE) karena fokusnya berubah di bidang pembiayaan meskipun masih tercatat di sektor sekuritas. Analisa ini berdasarkan data laporan keuangan tahunan 2012 yang telah dipublikasikan perusahaan. Data Modal Kerja Bersih Disesuaikan (MKBD) merujuk pada laporan BEI data April 2013. Ketentuan MKBD minimal perusahaan sekuritas adalah Rp25 miliar dan semua emiten telah memenuhi persyaratan ini.

Disclaimer: saya mempunyai investasi di PANS sejak 2011.

(lebih…)

Asuransi 2012 (4)

Struktur Keuangan — Permodalan dan Manajemen Risiko

Ini adalah lanjutan analisa emiten sektor asuransi di Bursa Efek Jakarta. Bagian ke-1 mengulas angka dasar kinerja perusahaan. Bagian ke-2 tentang korelasi dan relevansi pos keuangan terhadap kualitas kinerja perusahaan. Bagian ke-3 tentang pangsa pasar, penyumbang laba, dan lebih jauh tentang reasuransi. Kali ini kita akan melihat struktur keuangan perusahaan untuk memahami permodalan perusahaan dan manajemen risiko. Emiten dalam ulasan ini adalah seluruh perusahaan asuransi yang tercatat di sektor asuransi yaitu: ABDAAHAPAMAGASBIASDMASJTASRMLPGIMREIPNIN dan PNLF. Beberapa kriteria analisa di sini menggunakan dasar dari liputan asuransi di Infobank Juli 2012.

(lebih…)

Asuransi 2012 (3)

Pangsa Pasar, Penyumbang Laba, dan Lebih Jauh Tentang Reasuransi

Ini adalah lanjutan analisa emiten sektor asuransi di Bursa Efek Jakarta. Bagian ke-1 mengulas angka dasar kinerja perusahaan, bagian ke-2 tentang korelasi dan relevansi pos keuangan terhadap kualitas kinerja perusahaan. Kali ini kita akan melihat pangsa pasar perusahaan—yang meliputi aset, laba, dan klaim—dibanding emiten sektor asuransi di bursa, rasio investasi terhadap aset dan hubungannya dengan hasil investasi, serta relasi premi reasuransi dengan premi. Bahasan dalam ulasan ini adalah seluruh emiten asuransi yang tercatat di sektor asuransi yaitu: ABDAAHAPAMAGASBIASDMASJTASRMLPGIMREIPNIN dan PNLF.

(lebih…)

Kinerja Asuransi 2012 (2)

Pemutakhiran 30 April 2013 12:29 WIBkarena ketidaksengajaan penulis, analisa sebelumnya tidak menyertakan ABDA. Pemutakhiran ini mengkoreksi kesalahan tersebut. Tidak ada perubahan data lainnya. Harap maklum.

Pada bagian ke-1 kemarin kita sudah mengulas angka pokok yang mencerminkan kinerja emiten asuransi di Bursa Efek Jakarta pada 2012 lalu. Kali ini kita akan menggali relevansi angka-angka yang dilaporkan perusahaan asuransi pada umumnya—baik premi, reasuransi, laba, dan klaim—untuk mencari gambaran kualitas kinerja bisnis asuransi masing-masing. Bahasan dalam ulasan ini adalah seluruh emiten asuransi yang tercatat di sektor asuransi yaitu: ABDAAHAPAMAGASBIASDMASJTASRMLPGIMREIPNIN dan PNLF.

Hal pertama yang kita ukur adalah beban underwriting. Beban ini terdiri dari klaim, lalu dikurangi hasil klaim perusahaan asuransi ke reasuransi, dan ditambah beban komisi. Dari beban underwriting ini kita coba bandingkan dengan premi yang masuk, maka hasilnya berikut ini:

asuransi-2012-beban-underwriting-premi-rev

ASDM mempunyai beban underwriting yang sangat rendah. Emiten lainnya dalam batas 25% sampai tertinggi 93%. Semakin rendah tentu semakin bagus karena bisa meningkatkan laba. Pertanyaannya, dalam komponen beban yang bisa mengurangi adalah hasil klaim perusahaan asuransi dari pihak reasuransi, pertanyaannya, apakah besar reasuransi relevan dengan premi dan laba yang masuk?

(lebih…)

Kinerja Asuransi 2012 (1)

Pemutakhiran 30 April 2013 12:50 WIBkarena ketidaksengajaan penulis, analisa sebelumnya tidak menyertakan ABDA. Pemutakhiran ini mengkoreksi kesalahan tersebut. Tidak ada perubahan data lainnya. Harap maklum.

Akhirnya ada kesempatan untuk memulai analisa sektor. Kali ini kita mulai dari sektor asuransi. Batasan ulasan hanyalah perusahaan asuransi yang tercatat di Bursa Efek Jakarta. Semua angka dinyatakan dalam miliar rupiah.

Dari sisi premi tampaknya beberapa perusahaan asuransi dalam kelas yang sama, misalnya AHAP, ASBI, dan ASJT untuk kelas bawah. Setelah itu AMAG, ASDM, ASRM, LPGI, dan MREI untuk kelas menengah. PNIN dan PNLF untuk kelas berikutnya. Tapi perlu diperhatikan sifat PNIN dan PNLF yang merupakan perusahaan holding.

asuransi-2012-premi-bruto

(lebih…)

Banjir, Klaim Asuransi Naik?

Pada tulisan Jakarta Banjir, Asuransi Mana yang Terpengaruh? kita sudah lihat perusahaan asuransi apa yang mempunyai porsi terbesar asuransi kendaraan di Jakarta, asumsinya merekalah yang bakal terpengaruh dengan klaim banjir.

Ulasan tersebut hanya gambaran berdasarkan porsi segmen asuransi masing-masing perusahaan asuransi. Kemudian ada satu pertanyaan, benarkah kinerja klaim perusahaan asuransi terpengaruh dengan bencana banjir? Adakah data yang bisa membantu kita membuat kesimpulan yang lebih logis dan berdasarkan bukti hasil kinerja masing-masing perusahaan asuransi? Dari penelusuran dan sedikit penghubungan fakta, ternyata kita bisa menguji data sejarah kinerja perusahaan asuransi dengan fakta sejarah banjir Jakarta di masa lampau.

Kita tahu bencana banjir tidak terjadi setiap tahun. Konon banjir terjadi musiman, yakni 5 tahunan. Berdasarkan penelusuran berita, Jakarta memang pernah mengalami banjir besar pada 2007 lalu. Dari sini kemudian ada hipotesa (dugaan) bila pada awal 2007 terjadi banjir besar, seharusnya terjadi klaim besar-besaran untuk tahun buku itu, atau tahun berikutnya. Mari kita uji dengan data publikasi dari emiten asuransi yang ada.

(lebih…)

Jakarta Banjir, Asuransi Mana yang Terpengaruh?

Banjir melanda Jakarta. Kita ikut berduka dengan kejadian ini. Semoga korban banjir selalu sabar dan tabah menghadapi bencana ini. Kita berharap pemerintah bisa membuat rencana jangka panjang yang teruji untuk menanggulangi banjir, baik di Jakarta dan juga daerah lainnya.

Akibat banjir ini pula, selain korban meninggal dan jutaan orang mengungsi dari rumah, juga  kerugian ekonomi sangat besar—baik bagi masyarakat dan sektor bisnis. Sektor asuransi adalah kandidat pertama yang dikatakan akan terkena dampak klaim untuk korban banjir ini, khususnya klaim untuk kasus kendaraan yang terkena banjir.

Pertanyaannya, bagaimana gambaran sektor bisnis asuransi terhadap risiko klaim (khususnya) untuk asuransi kendaraan, dan lebih khusus lagi di sektor Jakarta. Ulasan berikut sedikit memberi gambaran akan hal ini.

(lebih…)