Resensi Value Investing: From Graham to Buffett and Beyond

Posted on Tulis Komentar

Inilah buku yang kami anggap sebagai pelengkap lanjutan untuk mereka yang belajar value investing.


Artikel ini juga bisa didengarkan di Apple Podcasts, Spotify, dan Google Podcasts.

Judul: Value Investing: From Graham to Buffett and Beyond
Penulis: Bruce C.N. Greenwald, Judd Kahn, Paul D. Sonkin, Michael van Biema
Penerbit: Wiley Finance (edisi pertama 2001)
Tebal: Paperback, 311 halaman

Terlalu kuno. Saya kira itulah jawaban pertama yang muncul paling banyak saat mempelajari ajaran Graham, baik lewat The Intelligent Investor dan Security Analysis. Namun demikian, meski banyak contoh kasus yang terkesan antik, bahkan banyak perusahaan sudah hilang namanya, tapi aplikasi dan semangat ajaran saya yakini tidak lapuk oleh zaman. Tinggal kita alihkan konteksnya ke masa kini. Saya berulangkali membaca ulang buku Graham dan merasa mendapat beberapa insight dan pengingat yang bisa direlesaikan dengan kejadian masa kini.

Tapi kita semua ingin ada upgrade “ajaran value investing” dengan konteks zaman lebih baru dan merefleksikan dinamisme ekonomi, bisnis, dan keuangan modern. Itulah yang saya inginkan saat memesan buku ini awal Januari 2012 lewat Amazon. Saya mengharapkan ada suatu insight baru untuk melihat paradigma value investing di tengah perubahan zaman.

Tentang Penulis: Profesor Bruce Greenwald

Buku ini ditulis oleh Profesor Bruce C. N. Greenwald dkk. Saat ini profesor Greenwald memegang jabatan profesor Robert Heilbrunn di bidang Keuangan dan Manajemen Aset di Columbia Business School dan merupakan direktur akademik di Heilbrunn Center for Graham & Dodd Investing. Meneruskan jejak Ben Graham yang pernah mengajar di kampus yang sama, Columbia dikenal sebagai sarangnya para value investor dunia. Maka tak salah jika New York Times mengibaratkan Profesor Greenwald sebagai “gurunya guru Wall Street”.

Profesor Greenwald telah dikenal karena keahliannya mengajar. Dia telah menjadi penerima berbagai penghargaan, termasuk Penghargaan Pengajaran Presidensial Universitas Columbia yang memberikan penghargaan kepada para guru terbaik di Columbia karena mempertahankan reputasi lama Universitas untuk keunggulan pendidikan. Kelas-kelasnya secara konsisten kelebihan permintaan, dengan lebih dari 650 siswa mengambil kursus setiap tahun dalam mata pelajaran seperti Investasi Nilai, Ekonomi Perilaku Strategis, Globalisasi Pasar, dan Manajemen Strategis Media. (Sumber: Bio pendek)

Baca juga: Resensi The Intelligent Investor

Struktur Buku

Buku ini disajikan dalam tiga bagian. Bagian pertama adalah pengantar ulang paradigma dan prinsip-prinsip value investing. Bagian kedua mempelajari lebih dalam bagaimana investor mengetahui sumber “nilai”. Kemudian bagian ketiga yang terakhir berisi value investing dalam dunia praktis yang menampilkan profil delapan value investor terkemuka dunia beserta gaya investasi masing-masing.

Lihatlah, mengetahui struktur buku seperti itu saja rasanya sudah menarik, kan? Pembaca seperti sudah bisa membayangkan apa yang mereka peroleh melalui buku ini. Ada teori, pendalaman teori, dan juga cerita praktisi yang juga investor terkenal. Tak heran karena penulisnya adalah pengajar terkenal. Itulah yang membuat saya segera memesan buku ini lewat Amazon pada awal 2012 lalu.

Ringkasan Buku Value Investing: From Graham to Buffett and Beyond

Di bagian pertama, pembaca akan diajak tur singkat tentang teori value investing. Ada dua bab yang membahas konsep ini. Bab pertama pembaca akan mengetahui definisinya, perbedaannya, hasilnya, risikonya, serta prinsip-prinsip utamanya. Bab kedua, pembaca akan diajak bagaimana mencari tempat pancingan ikan value di tempat yang banyak ikannya.

Konsep value investing sendiri tentu saja tidak berubah. Investor meyakini ada nilai tertentu dari sebuah efek (saham/obligasi, dll) dan membandingkannya dengan nilai pasar yang diciptakan Mr. Market (Tuan Pasar). Jika nilai pasar lebih rendah dibanding nilai intrinsik yang diyakininya, maka investor bisa membeli saham tersebut. Ada juga bahasan tentang apa yang bukan value investing termasuk poin-poin yang sering dianggap lebih penting oleh kaum lain seperti trader atau spekulator saham lainnya. Anda juga akan menjumpai bagian apakah value investing bisa “bekerja” serta bagaimana risikonya.

Baca juga: Tuan Pasar

Di bab dua pembaca akan menemukan rincian bahasan lebih detail soal strategi value investing. Misalnya bagaimana upaya industri menelisik value dari usaha yang akan dilikuidasi, anomali value, juga di mana mencari value di tempat yang tepat. Maksudnya adalah pengembangan pandangan value termasuk efek-efek non saham seperti bond/utang, dan aset lainnya.

Di bagian kedua, pembaca akan menemukan dagingnya buku ini. Menariknya, topik yang dibahas sangat luas dan berkembang. Ada bahasan prinsip value investing dan dalam prakteknya di masa kini beserta situasi yang berbeda. Yang dibahas termasuk topik teori nilai sekarang dari arus kas di masa depan (the present value of future cash flows).

Pembaca kemudian dikenalkan tiga model valuasi, seperti: nilai buku, reproduksi biaya, dan kekuatan penghasilan (earning power). Yang menarik, penulis juga menyajikan lampiran berupa bahasan dua kasus saham perusahaan kontemporer yaitu: produsen WD-40 dan Intel. WD-40 adalah produk pelumas dan minyak tersohor yang punya keunggulan kompetitif jangka panjang meski sekarang banyak produk kompetitor bermunculan. Intel dikenal sebagai perusahaan teknologi dengan potensi pertumbuhan besar yang sering dijauhi oleh value investor. Menilai WD-40 mungkin relatif masuk akal dan mudah dipahami. Tapi, bagaimana menilai Intel yang dikenal sebagai saham teknologi?

Di tahap akhir pembaca diberi tahu bagaimana mengkonstruksi portofolio termasuk dari pertimbangan risiko, diversifikasi dan strategi umumnya. Bagian ini seperti pengembangan dari strategi sederhana ala Graham yang membagi dua jenis investor yaitu pasif dan aktif (value investor)

Di bagian ketiga, pembaca diajak berkenalan dengan delapan value investor termasuk mengetahui bagaimana strategi dan hasil investasi mereka. Selain Warren Buffett, juga dibahas Mario Gabelli, Glenn Greenberg, Robert H. Heilbrunn, Seth Klarman, Michael Price, Walter dan Edwin Schloss, dan Paul D. Sonkin. Bahasan bagaimana value investor sukses mengaplikasikan value investing dalam dunia nyata serta bagaimana mereka memperoleh keuntungan sangat memperkaya proses pembelajaran kita soal value investing.


Saya mendapatkan banyak wisdom dan insight setelah membaca buku ini. Namun, menurut saya, buku ini tidak bisa dijadikan sebagai buku dasar dalam belajar value investing. Pembelajar pemula akan kesulitan mendapatkan dasar value investing yang kokoh dari buku ini.

Jadi rasanya tepat kalau mengatakan buku ini mengupgrade pemahaman soal paradigma value investing dan bagaimana melihat serta mengapresiasi paradigma kuno ini bekerja dalam jangka panjang dari sumber utama pelaku yang mengaplikasikan metodologi ini.

Referensi

Tinggalkan Balasan