Benjamin Graham

Profil Benjamin Graham

Terbit 1 Komentar
Benjamin Graham
Benjamin Graham

Benjamin Graham atau Ben Graham dikenal sebagai pelopor investasi nilai (value investing), sebuah pendekatan investasi yang ia jabarkan melalui dua bukunya yang terkenal Security Analysis dan The Intelligent Investor.

Profil Benjamin Graham

Benjamin Graham terlahir sebagain Benjamin Grossbaum di London, Inggris pada 1894. Dia bersama keluarganya pindah ke New York ketika masih berusia satu tahun. Setelah meninggalnya sang ayah, ibunya mengalami kerugian besar dari bisnis broker saham hingga keluarganya jatuh miskin. Namun karena kercerdasannya dia bisa lulus (dalam tiga bidang sekaligus yaitu Inggris, Matematika, dan Filsafat) dari Columbia University pada 1914. Ia kemudian mendapat tawaran untuk menjadi dosen, tapi ia memilih berkarir di sebuah firma di Wall Street. Pada 1920 ia sudah menjadi partner. Graham kemudian mendirikan pengelola investasinya sendiri bersama Jerome Newman, Graham-Newman Partnership.

Ben Graham, begitu ia dipanggil, diperhitungkan sebagai pencetus pertama ide investasi nilai (value investing), sebuah pendekatan investasi yang ia ajarkan di Columbia Business School pada 1928 dan kemudian diperbaiki dan disempurnakan dengan David Dodd melalui berbagai edisi buku mereka yang terkenal, Security Analysis pada 1934. Buku keduanya yang ditujukan untuk orang biasa (bukan investor profesional), The Intelligent Investor (1949), menjadi buku penting yang mengubah cara pandang investasi. Pengikut Graham termasuk Warren Buffett, Irving Khan, William Ruane, Walter Schloss, dll. Buffett, yang pernah bekerja langsung di bawah Graham, mengakui Graham sebagai peletak pondasi utama kerangka investasi secara intelektual, menyebutkan ia sebagai orang kedua terpenting di hidupnya setelah ayahnya sendiri.

Graham meletakkan dasar bahwa perilaku investasi berbeda dengan spekulasi. Pemilik saham harus meletakkan pandangan awal bahwa mereka adalah pemilik sebagian kecil bisnis, bukan pedagang secarik kertas yang berubah-ubah nilainya. Dengan perspektif ini, pemegang saham tak perlu khawatir dengan fluktuasi harga saham karena dalam jangka pendek saham berfungsi sebagai voting machine (alat voting), dan dalam jangka panjang berfungsi sebagai weighing machine (pengukur berat). Dengan semua landasan ini Graham menyarankan investor menghabiskan waktu menganalisa laporan keuangan perusahaan. Kalau sebuah perusahaan dijual di pasar pada harga di bawah “nilai intrinsiknya”, maka tersedia batas akan keamanan (margin of safety) investasinya, yang membuatnya tepat sebagai instrumen investasi.

Karir dan Gaya Investasi Ben Graham

Ben Graham hanya mencari saham yang dijual di bawah nilai intrinsiknya. Dia percaya analisis menyeluruh, yang biasanya kita sebuat sebagai analisis fundamental. Dia mencari perusahaan dengan neraca yang bagus, hutang sedikit, margin laba di atas rata-rata, dan kas flow berkecukupan. Graham juga mengenalkan istilah Tuan Pasar sebagai perumpamaan bahwa tiap hari akan selalu ada orang menawarkan bisnis (yang diwakili sahamnya) dengan harga yang berbeda-beda, terkadang sangat mahal atau tak masuk akal mahalnya. Hal ini tergambar sekali dalam kinerja Graham-Newman Partnership berhasil membukukan rerata keuntungan tahunan 17% hingga partnership ini ditutup pada 1956. Ben Graham meninggal pada 1976.

Investor Super dari Kampung Intelektual Graham-Dodd

Saat mengajar di Columbia dan lewat karyanya, Graham dikenal sebagai guru dari banyak investor super yang menorehkan kinerja fenomenal. Warren Buffett adalah salah satu muridnya yang paling terkenal.

Meski demikian, jika Graham tetap teguh menganut nilai murni yang cenderung skeptis dan apatis. Di akhir masa hidupnya, bahkan Graham menganjurkan untuk lebih hati-hati terhadap ajaran nilai karena ia mengira sekuritas saat itu sudah banyak mendekati nilai instrinsik mereka. Kita maklumi hal itu karena Graham lahir, besar, dan mengalami masa depresi (zaman malaise) yang keras menghunjam ekonomi Amerika di era tahun 40-an.

Anak-anak intelektual Graham-dan-Dodd meninggalkan bapak intelektual mereka dengan cara membuat gaya investasi yang berbeda (baca Superinvestors of Graham-and-Doddsville). Tema intelektual umum dari investor-investor Graham-dan-Dodd adalah: mereka mencari perbedaan antara nilai dari bisnis dan harga dari pecahan bisnis itu yang tersedia di pasar saham. Mereka mengekploitasi perbedaan itu tak peduli hari Senin atau Selasa, di bulan Januari atau Desember. Investor Graham-dan-Dodd tak peduli beta, capital pricing model, atau kovarian dalam pengembalian antar efek. Superinvestor ini mencetak perolehan yang konsisten tahun demi tahun, tak peduli saat itu musim apa.

Sumber:

1 komentar di “Profil Benjamin Graham

  1. Grahamian berhasil baik ketika market crash dalam, namun underperfom ketika market bullish kuat. Ben Graham yang ditempa pas krismon Great Depression jelas sangat bias gaya investasinya buat survive…. selalu mau perusahaan yang net assetnya positif ketika ekonomi ambles.

Komentar ditutup.