Inflasi Indonesia 10 Tahun

Posted on 4 Komentar

Inflasi adalah merosotnya nilai uang karena banyaknya dan cepatnya uang beredar sehingga menyebabkan naiknya harga barang-barang (lihat KBBI). Secara sederhana, inflasi kita definisikan sebagai turunnya daya beli uang. Uang dalam jumlah sama seiring waktu tidak mampu untuk membeli barang yang senilai atau sama.

Data inflasi tahunan diperoleh dari Bank Indonesia. Data inflasi jangka panjang kita pakai sebagai tolok ukur tujuan investasi yang bersifat jangka panjang. Semoga bermanfaat.

Inflasi Indonesia 10 Tahun 2009-2018
Inflasi Indonesia 10 Tahun 2009-2018

Inflasi Tahunan Umum Indonesia 10 Tahun Terakhir (2009-2018), Sumber: BPS dan BI, diolah dari riset Bolasalju. Sertakan kutipan dengan kredit “Bolasalju.com” dan link ke artikel ini.

Data Inflasi Indonesia 10 Tahun Terakhir

TahunInflasiNilai Uang
Rp1 juta Berkurang
Akumulasi Harga
Rp1 juta Bertambah
200811,06%Rp889.400Rp1.110.600
20092,78%Rp864.675Rp1.141.475
20106,96%Rp804.493Rp1.220.921
20113,79%Rp774.003Rp1.267.194
20124,30%Rp740.721Rp1.321.684
20138,36%Rp678.797Rp1.432.176
20148,36%Rp622.049Rp1.551.906
20153,35%Rp601.211Rp1.603.895
20163,02%Rp583.054Rp1.652.333
20173,61%Rp562.006Rp1.711.982
20183,13 %Rp544.415Rp1.765.567
20192,72​%

Baca: Hubungan Suku Bunga dan Inflasi

Data Inflasi Indonesia Sejak 2001

TahunInflasi
200112,55%
200210,03%
20035,06%
20046,40%
200517,11%
20066,60%
20076,59%
200811,06%
20092,78%
20106,96%
20113,79%
20124,30%
20138,36%
20148,36%
20153,35%
20163,02%
20173,61%
20183,13%
20192,72​%

Sumber: BI, Data Target Inflasi dan Inflasi Aktual

Dari data di atas, mengacu ke periode 2007-2016, rata-rata inflasi tahunan umum Indonesia selama 10 tahun adalah 5,86% per tahun. Menggunakan kalkulasi akumulasi penurunan nilai setelah inflasi 10 tahun, nilai uang secara akumulatif turun -45,54% atau -5,90% YoY (year over year). Untuk alasan agar mudah diingat, dalam setiap artikel/diskusi kita bulatkan inflasi tahunan 10 tahun adalah 6% per tahun.

Inflasi tahunan umum adalah rata-rata kenaikan harga dari seluruh barang yang disurvei oleh Badan Pusat Statistik dalam setahun. Karena bersifat rata-rata inflasi umum, kita harus paham bahwa mungkin ada biaya yang naiknya kurang dari rata-rata itu; di sisi lain, ada biaya yang kenaikannya lebih besar dari angka tersebut.

Kenaikan harga terjadi setiap saat, di mana saja, tak peduli negara dan rezim siapa. Pada masa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) atau Presiden Joko Widodo (Jokowi) kenaikan harga juga terjadi. Yang berbeda adalah persentase kenaikannya dan kecepatan naiknya.

Kenaikan Harga Setelah Inflasi 6% per Tahun

Dengan asumsi inflasi indonesia 10 tahun sebesar 6% per tahun, jika harga asal Rp1 juta, maka dalam beberapa tahun kenaikannya akan seperti:

  • Dalam 5 tahun harganya akan jadi Rp1,2 juta
  • Dalam 10 tahun harganya akan jadi Rp1,8 juta
  • Dalam 20 tahun harganya akan jadi Rp3,2 juta
  • Dalam 30 tahun harganya akan jadi Rp5,7 juta.
Kenaikan Harga Setelah Inflasi 6% per Tahun
Kenaikan Harga Setelah Inflasi 6% per Tahun

Baca: GDP Indonesia 10 Tahun Terakhir

Ancaman Inflasi

Karena efek inflasi inilah maka tak layak menyimpan uang dengan didiamkan begitu saja. Makanya ada istilah time value of money. Nilai waktu uang. Uang kita harus bertambah. Kalau tidak bertambah maka kita rugi sendiri. Dari situlah kita harus mengatur dan memilih instrumen penyimpanan uang yang sepadan.

Bila kita menyimpan uang dalam deposito dengan bunga 4% sementara inflasi rata-rata 6%, hasil deposito itu 10 tahun kemudian tak akan mampu membeli barang sama yang 10 tahun lalu ingin kita beli. Kita ubah barang itu dengan: rencana pensiun, rencana perjalanan spiritual ke Mekkah, atau ke Yerusalem, maka kita tak akan mampu mencapai rencana itu.

Inflasi tak bisa dihindari. Inflasi seperti takdir. Dia pasti hadir.

Tujuan kita mempelajari inflasi dan ancamannya terhadap keuangan kita di masa depan adalah agar kita tahu bahwa mereka adalah ancaman nyata. Dengan mempelajarinya, kita akan tahu cara menghadapinya.

Memerangi Inflasi

Untuk bisa mencapai target rencana keuangan di masa jangka panjang, kita harus mencari instrumen investasi yang peluang perolehannya jauh lebih besar daripada inflasi. Belum ada deposito yang menawarkan buang di atas 5%, seberapa besar pun dana Anda. Kecuali Anda dapat deal khusus dari bankir.

Di sinilah instrumen investasi saham atau reksadana punya keunggulan kompetitif. Secara rata-rata, investasi saham bisa mengalahkan inflasi. Katakanlah kita bisa mengolah portofolio saham dengan perolehan rata-rata 10% per tahun, maka kita sudah jauh lebih baik daripada di deposito. Dengan cara itu kita bisa memerangi inflasi.

Baca: Sejarah Kinerja IHSG 10 Tahun Terakhir

Dapatkan Cerdas Berinvestasi

Tersedia dalam format PDF, ePub (iBooks dan Google Buku), dan mobi (Kindle)
Buku digital multi format: PDF, ePub (iBooks dan Google Buku), dan mobi (Kindle)—bisa dibaca di komputer, laptop, atau ponsel pintar.

Semua bisa berinvestasi di pasar modal. Yuk belajar, gratis loh.

Disajikan ringkas (hanya 70-an halaman), lengkap, dan mudah dibaca. Didukung dengan grafik dan statistik yang mudah dipahami. Pembaca akan dikenalkan bagaimana prinsip berinvestasi yang baik, memetakan tujuan/kebutuhan keuangan, mengenal instrumen investasi untuk mewujudkannya, serta mengetahui strategi investasinya. Pembaca akan tahu berbagai macam instrumen investasi seperti tabungan, deposito, obligasi ritel, sukuk ritel, reksadana dan saham. Pembaca diharapkan akan bisa membuat rencana dan keputusan investasi sederhana untuk mewujudkan kebutuhan keuangan masa depan mereka secara mandiri, serta untuk menghadapi inflasi.

Dapatkan Buku Gratis


Catatan: segala pengutipan teks dan statistik diperbolehkan asal menampilkan sumber yang jelas, Sertakan kutipan dengan kredit seperti ini: “Sumber: Riset Inflasi Tahunan Indonesia 10 Tahunan di Bolasalju.com, Januari 2018 (https://bolasalju.com/artikel/inflasi-indonesia-10-tahun/)”. Saya akan sangat berterima kasih jika Anda memberi tautan balik ke artikel ini.


Pemutakhiran:

  • April 2017, edisi pertama
  • Januari 2018, pemutakhiran inflasi tahunan 2017
  • April/Juni 2019, pemutakhiran inflasi tahunan 2018

4 komentar di “Inflasi Indonesia 10 Tahun

  1. Saya mau tanya Admin.
    Kenapa presentasi inflasi tahunan yang saya dapat dari situs BI beda sama yg disini yah ?

    Kalau di BI kan disediakan inflasi perbulan. Contoh,saya menghitungnya.dari bulan jan-des 2007 itu kan 76,85% : 12 bulan = 6.404%. Ini rata2 inflasi per tahun 2007. Tapi di atas hasilnya 7,40%.

    Bagaimana cara menghitung versi bola salju.

    Lalu data yang akurat untuk dijadikan bahan skripsi yang mana min ?

    Mohon pencerahannya min. Karena saya baru mengumpulkan data skripsi min.

    Ditunggu feedback nya min segera.

    Terimakasih banyak 🙂

    1. Halo,
      Terima kasih atas pertanyaannya. Untuk referensi karya ilmiah sebaiknya Anda pakai sumber resmi, dari BI atau BPS. Jika kalkulasi Anda seperti itu berarti benar.

      Publikasi kami juga olahan riset, yang bisa jadi salah. Anggaplah ada olahan riset yang punya asumsi berbeda, dari sumber data sama, baru Anda bisa kutip di karya ilmiah Anda.

      Untuk data di atas, saya terlewat di mana sumber data yang saya pakai per tahun 2007. Seharusnya data BI, tapi bisa saja sumber data berubah. Ini riset lama saya tambahkan dengan data-data beberapa tahun terakhir. Dari koreksi Anda ini, kami akan koreksi secepatnya jika ada yang salah. Terima kasih.

  2. Oke min. Terimakasih banyak untuk penjelasannya min. Sangat kebantu banget buat versi tanya jawabnya juga.
    🙂

  3. Per hari ini, data sudah dimutakhirkan dan dikoreksi dari Data Penetapan Target Inflasi dan Aktual Inflasi dari BI. Saya juga tambahkan sejarah data inflasi sejak 2001. Terima kasih.

Komentar ditutup.