Posted on

Bursa Sepekan 4 Desember 2017

Bursa Sepekan adalah rangkuman berita emiten dan hal-hal terbaru seputar pasar saham yang penting untuk investor jangka panjang. Emiten terkait: JECC, BBRI, UNIC, kriptocurrency, ANTM, TINS, PTBA, BCAP, dan FASW.

Rangkuman Berita 27 November 2017-1 Desember 2017:

  • 27/11 – Pengelola Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, menutup sementara operasional penerbangan selama 24 jam karena terdampak sebaran abu vulkanik di wilayah udara bandara setempat. Sumber: antara
  • 27/11 – PT Jembo Cable Company Tbk (JECC) akan membagikan dividen interim senilai total Rp 30,24 miliar. Besaran dividen ini setara dengan Rp 200 per saham. Sumber: Kontan
  • 27/11 – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) resmi mengakuisisi 35% saham anak usaha PT Bahana Pembangunan Usaha Indonesia (Persero) atau BPUI, PT Bahana Artha Ventura senilai Rp71,21 miliar. Sumber: CNN Indonesia
    Komentar: skala akuisisi ini dibanding nilai aset BRI sangat kecil. Usaha baru ini saya kira tidak memberi efek signifikan terhadap arus kas BRI, kecuali BRI memutuskan fokus lebih besar dengan memasuki usaha baru yang lebih luas, dengan investasi lebih besar lagi.
  • 28/11 – PT Unggul Indah Investama, anak usaha PT Unggul Indah Cahaya Tbk (UNIC) melakukan konversi Convertible Bond (CB) yang diterbitkan PT Wiranusa Grahatama menjadi saham. Sumber: IQPlus
  • 28/11 – Menteri BUMN Rini Soemarno, Senin (27/11/2017) menandatangani akta pengalihan saham tiga BUMN Tambang serta PT Freeport Indonesia yang dimiliki pemerintah kepada PT Inalum (Persero) dalam rangka penambahan penyertaan modal negara ke dalam modal perseroan. Saham seri B tiga BUMN itu ialah pada PT Aneka Tambang (Antam) Tbk sebesar 65 persen, PT Bukit Asam Tbk sebesar 65,02 persen, PT Timah Tbk sebesar 65 persen, serta 9,36 persen saham PT Freeport Indonesia yang dimiliki pemerintah. Sumber: Warta Ekonomi
    Komentar: mungkin holding BUMN pertambangan ini perlu dibahas jadi artikel sendiri.
  • 28/11 – PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP) sebagai induk perusahaan jasa keuangan terintegrasi di Indonesia, yang terdiri dari MNC Bank, MNC Finance, MNC Leasing, MNC Sekuritas, MNC Asset Management, MNC Insurance dan MNC Life memutuskan untuk melakukan share placement atau penempatan saham sebesar 40% kepada investor strategis. Sumber: Okezone
  • 29/11 – PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW) segera menerbitkan saham baru lewat hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) alias rights issue, setelah mendapat persetujuan dari mayoritas pemegang saham. Sumber: Inilah
  • 4/12 – Setelah merosot sekitar 20% pada pekan lalu, harga bitcoin melonjak dan menorehkan rekor baru di atas US$11.700. Sumber: Bisnis
    Komentar: bitcoin dan digital asset semacamnya bukan investasi. Mereka hanya currency, yang nilainya akan naik seiring asumsi spekulan yang memegangnya. Regulasi beberapa negara sepertinya juga akan melarang aktivitas perdagangan Bitcoin. Baca artikel khusus kami tentang Mata Uang Kriptografi.

Aktivitas Pasar Tak Wajar (Unusual Market Activity):

  1. [30 Nop 2017] Peng-UMA-0116/BEI.WAS/11-2017 (IIKP)
  2. [28 Nop 2017] Peng-UMA-0115/BEI.WAS/11-2017 (INCF)
  3. [24 Nop 2017] Peng-UMA-0114/BEI.WAS/11-2017 (SMDR)
  4. [23 Nop 2017] Peng-UMA-0113/BEI.WAS/11-2017 (AIMS)
  5. [22 Nop 2017] Peng-UMA-0112/BEI.WAS/11-2017 (PSDN)
  6. [21 Nop 2017] Peng-UMA-0111/BEI.WAS/11-2017 (ALTO)
  7. [16 Nop 2017] Peng-UMA-0110/BEI.WAS/11-2017 (CMPP)
  8. [13 Nop 2017] Peng-UMA-0109/BEI.WAS/11-2017 (MBSS)
  9. [09 Nop 2017] Peng-UMA-0108/BEI.WAS/11-2017 (ICON)
  10. [08 Nop 2017] Peng-UMA-0107/BEI.WAS/11-2017 (RBMS)

Suspensi:

Bolasalju Sepekan:

Promosi Produk Bolasalju:

  • Jadilah Member Bolasalju
    Baca riset, analisa emiten, dan artikel terproteksi kami..

    Beli Rp350.000
    Membership Bolasalju mendapat Value Stocks gratis.
  • Produk untuk investor pasif: Saham Pilihan Untuk Investasi Berkala
    Metode investasi berkala adalah strategi investasi yang bisa dilakukan siapa saja dengan usaha minimal dan gampang dilaksanakan. Saham Pilihan Untuk Investasi Berkala dilengkapi hasil simulasi selama 10 tahun di 10 saham.

    Beli Rp100.000