Bursa Sepekan 18 September 2017

Posted on

Bursa Sepekan adalah rangkuman berita emiten dan hal-hal terbaru seputar pasar saham yang penting untuk investor jangka panjang. Inilah Bursa Sepekan edisi 18 September 2017. Emiten terkait: emiten rokok, emiten otomotif, GIAA, IKBI, dan MBAP.

Rangkuman Berita 11 September 2017-16 September 2017:

  • 11/09 –  Sekretaris Jendral Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (Gappri) Hasan Aoni Aziz meminta Kementerian Perdagangan (Kemendag) menunda pemberlakuan larangan dan pembatasan impor tembakau. Produksi nasional tembakau hanya mampu menyuplai 51 persen kebutuhan tembakau industri olahan tembakau dalam negeri. Sumber: Metrotvnews (Emiten terkait: sektor rokok)
  • 11/09 – Seakan tak mau kalah dengan Prancis dan Inggris, China akan menetapkan batas akhir waktu untuk penjualan mobil berbahan bakar fosil, sekaligus mempercepat kembali laju penjualan kendaraan elektrik di pasar terbesar kedua dunia itu. Sejumlah pabrikan, terutama BYD Co. dan BAIC Motor Corp., akan menjadi kunci perubahan besar ini. Komentar: bagaimana dengan Indonesia dua dekade mendatang? (Emiten terkait: sektor otomotif) Sumber: Bisnis
  • 12/09 – PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMF) akan melunasi utang sekitar 20 juta dolar AS yang bersumber dari dana penawaran saham perdana (IPO) pada Oktober 2017. Sumber: Inilah

    Menurut prospektus GMF yang kami peroleh, berikut adalah rencana penggunaan dana IPO:

    1. Sekitar 60% (enam puluh persen) akan digunakan untuk mendanai investasi Perseroan dalam rangka meningkatkan kapasitas dan kapabilitas di Line Maintenance dan Repair & Overhaul.
    2. Sekitar 15% (lima belas persen) akan digunakan untuk pembayaran fasilitas pinjaman bank atau lembaga keuangan.
    3. Sisanya akan digunakan untuk kebutuhan modal kerja Perseroan yang bertujuan untuk mendukung kegiatan operasional Perseroan berupa pembayaran utang vendor, pembayaran pajak dan pembayaran utang jangka pendek lainnya.

    Komentar: target perolehan IPO GMF adalah sekitar RpRp2,5 – Rp3,2 triliun. Dana pembayaran utang sekitar Rp265 miliar, atau 10% dari target IPO. Tanpa ada penjelasan lebih detail tentang penggunaan investasi (yang 60%), katakanlah jika ditempatkan sebagai modal perusahaan, dana kemungkinan akan mengalir ke kas induk perusahaan. Ada harapan keuangan GIAA akan disokong dari masuknya dana IPO ini. Jika 60%, angka ini sekitar Rp1,5 triliun.

  • 15/09 – PT Sumi Indo Kabel Tbk (IKBI) akan membagikan dividen tunai kepada pemegang sahamnya sebesar Rp19,07 per saham atau US$0,00145 (US$1=Rp13.154) pada 12 Oktober 2017 mendatang. MBAP akan membagikan dividen interim dengan nilai Rp 182 per saham. Mengacu harga MBAP kemarin di posisi Rp 2.390 per saham, maka yield dividen emiten ini akan mencapai sekitar 7,62%. Sumber: Kontan
  • 15/09 – PT Malacca Trust Wuwungan lnsurance Tbk (Malacca Insurance) akan melakukan Penawaran Umum Perdana atau initial public offering (IPO) saham sebanyak 310 juta saham biasa atas nama atau sebanyak-banyaknya 20,32 persen dari modal yang ditempatkan dan disetor setelah gelaran IPO. Sumber: Infobanknews

Aktivitas Pasar Tak Biasa (Unusual Market Activity):

  1. [11 Sep 2017] Peng-UMA-0093/BEI.WAS/09-2017 (PTSN)
  2. [04 Sep 2017] Peng-UMA-0092/BEI.WAS/09-2017 (PGLI)
  3. [30 Agust 2017] Peng-UMA-0091/BEI.WAS/08-2017 (ARTA)
  4. [28 Agust 2017] Peng-UMA-0090/BEI.WAS/08-2017 (BRAM)
  5. [25 Ags 2017] Peng-UMA-0089/BEI.WAS/08-2017 (TRAM)
  6. [22 Ags 2017] Peng-UMA-0088/BEI.WAS/08-2017 (ALKA)

Bolasalju Sepekan: