Posted on

Bursa Sepekan 16 April 2018

Bursa Sepekan Bolasalju

Edisi Bursa Sepekan pekan ini memuat emiten: JSMR, AALI, PTBA, ASGR, ACST, PADI, MNC Studio, BOLT, dan BABP. Juga tersedia informasi suspensi saham seminggu terakhir dan komentar kami atas rencana akuisisi PADI oleh Bank Muamalat yang gagal.

Bursa Sepekan merangkum berita seputar emiten dan hal-hal terbaru seputar pasar saham yang penting untuk investor jangka panjang. Juga menampilkan jadwal aksi korporasi, ringkasan berita suspensi dan pasar tidak wajar, serta ringkasan Bolasalju sepekan.

Jadwal Dividen dan Aksi Korporasi Lainnya

17/4 – Dividen tunai PT Jasa Marga ( PERSERO) Tbk (JSMR). Setiap 1 (satu) saham akan mendapatkan dividen tunai sebesar Rp60,63 (Enam Puluh Rupiah Koma Enam Tiga NolSembilan Nol Satu). Jadwal tanggal cum dividen pada 17 April 2018. Pembayaran dividen tunai 11 Mei 2018. Sumber: KSEI

17/4 – Dividen tunai PT Astra Argo Lestari Tbk (AALI). Setiap 1 (satu) saham akan mendapatkan dividen tunai sebesar Rp.322,- (Tiga Ratus Dua Puluh Dua Rupiah). Jadwal tanggal cum dividen pada 17 April 2018. Pembayaran dividen tunai 9 Mei 2018. Sumber: KSEI

18/4 – Dividen tunai PT Bukit Asam Tbk (PTBA). Setiap 1 (satu) saham akan mendapatkan dividen tunai sebesar Rp.318,521 (Tiga Ratus Delapan Belas Rupiah Koma Lima Dua Satu). Jadwal tanggal cum dividen pada 18 April 2018. Pembayaran dividen tunai 11 Mei 2018. Sumber: KSEI

18/4 – Dividen tunai PT ASTRA GRAPHIA Tbk (ASGR). Setiap 1 (satu) saham akan mendapatkan dividen tunai sebesar Rp.51,- (Lima Puluh Satu Rupiah). Jadwal tanggal cum dividen pada 18 April 2018. Pembayaran dividen tunai 11 Mei 2018. Sumber: KSEI

18/4 – Dividen tunai PT Acset Indonusa Tbk (ACST). Setiap 1 (satu) saham akan mendapatkan dividen tunai sebesar Rp.58, (Lima Puluh Delapan Rupiah). Jadwal tanggal cum dividen pada 18 April 2018. Pembayaran dividen tunai 9 Mei 2018. Sumber: KSEI

Rangkuman Berita

Hampir seluruh emiten sudah melaporkan kinerja tahunan 2017. Pelanggan Premium bisa mengunduh LK 2017 Tahunan.

11 April – PT Minna Padi Investama Tbk (PADI) batal mengakuisisi Bank Muamalat Tbk lewat skema right issue. Menurut peraturan OJK, pemilik modal yang ingin menambah modal di perusahaan publik harus menyertakan keterbukaan informasi. Kedua perusahaan adalah perusahaan publik. Sementara itu sampai batas waktu yang ditentukan keterbukaan informasi tidak bisa diberikan oleh calon investor baru. Akhirnya right issue tidak bisa terlaksana. Sumber: Antara

Komentar: Kami pernah mengulas hal ini dalam analisa khusus, Memahami Rencana Akuisisi Bank Muamalat oleh Minna Padi Investama, Apa Tidak Terbalik? (artikel dibuka sementara untuk diskusi). Ada beberapa perhatian yang saya ungkap saat itu: 1) nilai akuisisi yang terlalu besar dibanding aset PADI; 2) dari asetnya, seharusnya Muamalat mengakuisisi PADI; 3) ketidaknyamanan transaksi seperti ini terjadi di dunia keuangan Indonesia. Perbankan memiliki sekuritas mungkin tidak masalah. Tapi jika terbalik, bagaimana kalau bisnis perbankan perlu pendanaan baru? Akan jadi masalah untuk OJK; 4) skema pembiayaan PADI untuk mengakuisisi tidak jelas.

Saya gembira OJK punya perhatian tentang keterbukaan informasi investor baru, dimana mereka tidak dapat memenuhinya. Sudah umum setiap kegiatan akuisi perusahaan terbuka akan diminta OJK untuk menjelaskan banyak hal, termasuk misalnya sumber dana akuisisi dan rencana kerja investor baru, agar investor publik lain mengetahui rencana mereka, sehingga bisa mengambil keputusan investasi secara wajar. Silakan Muamalat mencari investor baru yang punya modal lebih besar untuk menyelamatkan bank itu.

11 April – PT MNC Studio International merencanakan untuk melakukan penawaran umum perdana saham (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan target dana yang akan diraih senilai Rp1,4 triliun. Sekitar 20-25 persen dana dari hasil IPO itu akan digunakan untuk pembangunan Movie Land di atas lahan seluas 20 hektare, di kawasan Bogor dengan nilai investasi sekitar Rp275 miliar. Sumber: Suara

12 April – Produsen komponen otomotif PT Garuda Metalindo Tbk (BOLT) akan membagikan dividen tunai dari laba bersih tahun 2017. Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar Kamis (12/4) memutuskan untuk membagikan dividen tunai sebesar 80,81% dari laba bersih perseroan yang mencapai Rp 92,81 miliar. Sumber: Kontan

13 April – PT Bank MNC International Tbk (BABP) akan melaksanakan penawaran umum terbatas (rights issue) dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD. Nilainya maksimal Rp 489,63 miliar. Sumber: CNBCIndonesia

Aktivitas Pasar Tak Wajar (Unusual Market Activity):

  1. [13 Apr 2018] Peng-UMA-0023/BEI.WAS/04-2018 (INPS)
  2. [11 Apr 2018] Peng-UMA-0021/BEI.WAS/04-2018 (TRIL)
  3. [11 Apr 2018] Peng-UMA-0022/BEI.WAS/04-2018 (FIRE)

Suspensi Perdagangan Saham:

Bolasalju Sepekan: