Belajar dari Reksadana Terbaik

Posted on

Majalah Investor edisi bulan Maret 2012 mengangkat isu reksadana terbaik. Dari 589 reksadana yang beredar di tanah air akhirnya terpilih 50 reksadana terbaik berdasarkan enam kriteria penilaian, digolongkan per masing-masing kategori reksadana per periode. Untuk hasilnya bisa dilihat di majalah tersebut. Hasil terbaik dan terbanyak diperoleh oleh manajer investasi (MI) dari Panin Asset Management, anak perusahaan Panin Sekuritas Tbk (PANS) salah satu emiten dalam portofolio saya. Panin Dana Maksima menjadi jawara di kelas reksadana saham dengan aset kelolaan di atas 1 triliun dalam masa 1 tahun, 3 tahun, 5 tahun, dan juga 7 tahun. Untuk reksadana jenis pendapatan dan obligasi tetap jawaranya dipegang oleh MI dari Sinarmas Sekuritas.

Ada dua hal menarik yang bisa kita bahas dari pemilihan 50 reksadana terbaik ini. Pertama, indikator asset kelolaan industri reksadana Indonesia sepanjang 2011 menunjukkan pertumbuhan 170% dalam tiga tahun terakhir, tetapi hal ini tidak diikuti oleh pertumbuhan jumlah nasabah. Yang tidak mengherankan ternyata populasi investor reksadana terpusat di area Jakarta. Kedua, dari data highlight terlihat reksadana jenis aset pasar uang dan obligasi (atau terproteksi) mendominasi dibanding jenis reksadana saham. Sementara itu jenis reksadana indeks dan ETF tumbuh sangat kecil dan belum menunjukkan perkembangan menarik. Semoga reksadana indeks dan ETF bisa tumbuh lebih baik lagi karena investor pasif sangat membutuhkan instrumen ini sebagai alternatif investasi.

Winston Sual dari Panin Asset Management tentang strategi investasi mereka

Sementara itu saya juga menemukan hal menarik di bagian lain liputan, yaitu pada bagian wawancara dengan para petinggi MI. Majalah Investor mewawancarai MI dari Panin Dana Maksima, Trim Kapital Plus, Grow 2 Prosper, Batavia Dana Saham dan First State Dividen F dan Millenium Equity. Jawaban menarik diberikan oleh Winston Sual dari Panen Asset Management tentang strategi investasi mereka:

Meski return yang diperoleh paling unggul, PAM berkomitmen berupaya meminimalkan tingkat risiko yang dihadapi investor. Caranya dengan berhati-hati dalam melakukan investasi serta fokus pada nilai sesungguhnya dari sebuah saham yang terpilih.

Kutipan di atas sangat menarik bagi saya. Kenapa? Pada kalimat yang saya pertebal itulah inti strategi mereka, yang menurut saya adalah strategi value investor. Dari penelusuran saya melalui sejarah transaksi saham via broker per saham-saham dengan peningkatan fantastis selama dua tahun terakhir, saya sering melihat Panin Sekuritas berada dalam posisi penjual. Dan ini mereka lakukan dalam jangka waktu yang lama, secara perlahan dan sabar, bertahun-tahun. Artinya proses beli mereka bukan mayoritas dalam jangka pendek. Maka tak wajar bila mereka bisa menumbuhkan rerata pengembalian 5000% lebih sejak reksadana Panin Dana Maksima diluncurkan. Hal yang menarik, PDM juga bisa mendapat penghargaan reksadana terbaik periode jangka pendek (1-3 tahun) hal ini berarti mereka tetap menjaga stabilitas strategi investasi pendek-menengah mereka.

Jawaban PAM dibandingkan dengan MI lain terlihat jauh berbeda. Paling tidak menurut saya demikian. Ada yang menjawab strateginya adalah saham yang berdividen yield tinggi, ada pula saham besar seperti LQ-45 karena lebih likuid, ada pula yang fokus di sektor yang membukukan pertumbuhan tinggi. Tidak ada yang salah dengan berbagai strategi tadi, tapi jawaban PAM sangat memuaskan saya, karena itulah strategi yang tepat dan terbukti dalam jangka panjang. Kita sebagai investor saham independen bisa belajar dari situ bahwa investasi yang sukses dalam jangka panjang tentu harus fokus pada nilai sesungguhnya di saham. Mungkin ini pengaruh subyektifitas saya sebagai investor di Panin Sekuritas. Mungkin ini pengaruh keyakinan pribadi saya sebagai value investor. Yang membuat saya sangat tertarik dengan Panin Sekuritas dari awal adalah karena kinerja dan kepiawaian MI mereka dalam mengelola produk reksadana, lebih-lebih di reksadana saham Panin Dana Maksima. Seumpama saya belum menjadi investor, maka dengan membaca jawaban tersebut, apalagi dengan menjadi barometer dalam industri ini tak ragu lagi saya akan menjadi investor mereka.

Disclaimer: penulis tidak mempunyai afiliasi dengan pihak-pihak yang disebut dalam tulisan ini, baik penerbit majalah Investor, Panin Asset Management serta induk mereka Panin Sekuritas Tbk (PANS). Penulis mempunyai portfolio saham Panin Sekuritas Tbk (PANS). Tulisan ini bukan merupakan saran untuk berinvestasi.