Mas Murni Indonesia (MAMI)

PT Mas Murni Indonesia Tbk (IDX:MAMI) didirikan pada 27 Juli 1970. Perseroan memiliki dan mengoperasikan Garden Palace Hotel, sebuah hotel berbintang empat, 24 lantai dengan kapasitas 370 kamar. Melalui anak usahanya perseroan mengelola usaha restoran, lounge, dan fasilitas penunjang dengan lokasi di hotel tersebut. Gedung perkantoran 6 lantai bernama IBT Center, lokasinya berdampingan dengan hotel, sudah mulai dibangun pada 2015 dan direncanakan selesai per April 2016 (menurut Laporan Tahunan 2015). Namun, berdasarkan Laporan Keuangan September 2016, progres pembangunan katanya mencapai 90%.

Profil

  • Terdaftar di bursa sejak 6 Februari 1994
  • Jumlah saham beredar 2,4 miliar lembar
  • Pemegang saham perusahaan adalah: Jade Bond Limited 13,58%; PT Sentratama Kencana 16,60%; Tumaco Pte Ltd. 21,72%; Reksadana Campuran (seperti di Laporan Keuangan Sep 2016) 7,23%; dan publik 40,87%.
  • Kontak:
    • Alamat: Jln. Yos Sudarso No. 11
      Surabaya – 60271
    • Telpon: (031) 532-1001, 526-1151
    • Situs: http://www.masmurniindonesia.com
    • Surat-e: mamijakarta@yahoo.com

Analisa Fundamental

Analisa ringkas diolah dari data Laporan Keuangan Tahunan 2011-2015 dan Laporan Keuangan September 2016. Beberapa statistik jangka panjang seperti CAGR, rata-rata, atau pertumbuhan statis, dalam jangka lima tahunan.

Sruktur dan Kekuatan Keuangan

Laju pertumbuhan majemuk disetahunkan (CAGR) selama periode 5 tahun berturut-turut adalah: aset 3,49%; liabilitas 19,11%; dan ekuitas 0,34%.

Saya kira investor konservatif tentu akan khawatir dalam lima tahun ekuitas hanya tumbuh begitu kecil, ditambah risiko pertumbuhan liabilitas yang jauh lebih besar. Meskipun pertimbangan rasio keuangan lainnya seperti di bawah tidak terlalu mengecewakan. Tapi terbukti perusahaan tidak mampu menaikkan ekuitas investasi, padahal di sinilah investasi kita tumbuh.

Per September 2016, rasio lancar tercatat 1,18 kali; sementara itu rasio liabilitas terhadap ekuitas (DER) tercatat 0,35 kali; rasio liabilitas jangka panjang terhadap aset lancar adalah 2,72 kali.

Laba

Rata-rata laju pertumbuhan majemuk disetahunkan (CAGR) masing adalah: pendapatan 1,49%; laba kotor -0,27%; laba operasional 3,12%; dan laba bersih 6,51%.

Persediaan dan Arus Kas

Selama periode 2011-2016: akumulasi arus kas operasi positif Rp22,72 miliar, akumulasi arus kas untuk investasi minus Rp169,95 miliar, dan arus kas untuk pendanaan Rp110,84 miliar.

Di sinilah tergambar jelas bagaimana kisah keuangan perusahaan. Biaya modal tetap jalan dan memaksa investasi jauh lebih besar daripada arus kas operasi, sekitar 7,4 kali lipatnya. Untuk menutup biaya itulah mereka memperlukan pendanaan, yang dikonfirmasikan dari neraca di atas, dari liabilitas yang bertambah jauh lebih besar dibanding ekuitas dan/apalagi asetnya. Lebih lanjut, di masa ketika pembangunan gedung berjalan pada 2015, yang memang seharusnya menggerus keuangan perusahaan, kenapa pada 2012-2013 pendanaannya juga jauh lebih besar. Bisa dikonfirmasi dari arus kas operasi justru negatif pada kedua tahun tersebut.

Penutup

Aksi Korporasi

Sejak menjadi perusahaan terbuka, perseroan pernah memecah saham, serta membagi bonus saham pada periode 1996-1997. Sementara itu, sejak 1999 hingga 2010 telah terjadi konversi hutang menjadi saham dalam beberapa 7 kali periode. Ini juga peringatan bagi investor konservatif karena aksi korporasi seperti ini menandakan perusahaan tidak mampu lagi bayar utangnya. Perseroan tidak pernah membagikan dividen kas.

Harga Saham dan Dividen

Saham MAMI ketika tulisan ini disiapkan ditutup di harga Rp50,- per lembar.

  • Price Earning Ratio (PER) posisi 45,22 kali
  • PBV pada posisi 0,2 kali. Rendah ya? Itulah kenapa sering ada peringatan jangan menilai investasi dari PBV saja. Lihat-lihat peringatan-peringatan di atas.
  • PEG 6,95
  • Cukup banyak peringatan di atas. Lihatlah rasionya-rasionya. Dari beberapa valuai rasio harga wajar saham di kisaran Rp5 (paling pesimis) hingga Rp18 (paling optimis) per lembar saham.
  • Saham MAMI sejak penutupan 2010 hingga harga terakhir bergerak di kisaran Rp50 per lembar saham.
  • Untuk emiten seperti ini, kecuali Anda pemodal besar yang berniat mencari peluang dari aksi korporasi lewat serangan proksi kepada manajemen, melalui skema tukar-guling saham, dan seperti itu, Anda akan kesulitan mendapatkan keuntungan. Lebih-lebih bila harga saham saat ini, seperti terlihat dari rasio saham di atas, sudah kelewat tinggi.

Peringkat Bolasalju™ adalah pengukuran kualitas investasi dengan tiap kategori menandakan penilaian paling rendah dengan skala 1 hingga skala 4 tertinggi.

Sanggahan: Hak Cipta © 2017 Bolasalju, untuk seluruh materi analisa, data, grafis, dan teks. Materi faktual diperoleh dari sumber resmi yang dipercaya kebenarannya dan disediakan tanpa jaminan apa pun. PENERBIT TIDAK BERTANGGUNGJAWAB ATAS KESALAHAN ATAU KEKURANGAN DI SINI. Publikasi ini khusus untuk kepentingan pembaca/pelanggan sendiri, non-komersil, penggunaan pribadi. Tidak ada bagian dari tulisan ini yang boleh direproduksi, dijual kembali, disimpan, atau ditransmisikan dalam bentuk cetak, elektronik, atau bentuk lain, atau digunakan untuk menciptakan atau memasarkan segala bentuk publikasi cetak dan elektronik lainnya, jasa atau produk.

Ini bukan saran investasi. Segala keputusan investasi adalah tanggungjawab Anda sendiri. Penulis tidak mempunyai posisi investasi dan tidak berencana berinvestasi di emiten ini hingga 72 jam setelah tulisan ini dimuat.

Logo dan gambar produk-produk adalah milik PT Mas Murni Indonesia Tbk, ditangkap layar dari Laporan Tahunan yang dipublikasikan perseroan.

Tinggalkan Balasan