Karena kesibukan saya belum sempat memuat catatan transaksi saham pada 27 Juni yang lalu. Seperti sudah menjadi niat awal pendirian blog ini, saya akan mencatat seluruh transaksi yang saya lakukan dalam sejarah investasi saya, termasuk jumlah keuntungan dan kerugian. Seyogyanya setiap investor punya catatan pribadi untuk setiap transaksi saham mereka. Setiap pembelian, penjualan, juga alasan dibalik terjadinya transaksi-transaksi. Semua seyogyanya harus dicatatat. Hal ini saya lakukan di blog ini agar saya bisa belajar dan juga mudah-mudahan berguna untuk orang lain. Pencatatan ini tidak dimaksudkan agar orang lain meniru langkah investasi saya. Setiap pembaca blog tunduk pada Disclaimer blog ini. Pencatan ini dilakukan agar bila ada kesalahan perhitungan, kesalahan langkah, atau kesalahan konyol, saya bisa belajar dan memperbaikinya di masa mendatang. Terbukti catatan-catatan ini selalu berguna.
Transaksi pada hari ini terjadi karena ada dana hasil penjualan dari transaksi sebelumnya. Karena sudah ada dua kandidat perusahaan baru yang bisa dikoleksi, akhirnya saya memulainya sejak hari ini. Dua saham baru itu adalah perusahaan PT Fortune Indonesia Tbk (FORU, Reuters) dan PT Trias Sentosa Tbk (TRST, Reuters).
FORU adalah sebuah perusahaan periklanan berbasis di Jakarta, sudah 40 tahun perusahaan ini berdiri, tapi baru go public sepuluh tahun lalu. Sejarah kinerjanya bagus. Profitabilitasnya lumayan cerah. Daftar kliennya mantap. Harganya pun, menurut saya terbilang masih murah, punya margin of safety lumayan yaitu sekitar 44%. Sebenarnya perusahaan ini sudah masuk dalam pantauan saya ketika dalam periode belajar setahun sebelum saya masuk investasi saham. Saat ini kondisi FORU adaah P/E masih rendah, komitmen dividen bagus, potensi pertumbuhan bagus, dan harga masih masuk dalam kewajaran. Ketika melihat kondisinya masih bagus dan meyakinkan, akhirnya saya memantapkan untuk melangkah koleksi saham ini.
Sementara itu, saya tahu TRST karena sering melihat kantornya ketika naik bus dari terminal bus Bungurasih menuju bandara Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur. Kantor (atau pabrik) perusahaan ini selalu terlewati, letaknya di kiri jalan. Saya ingat perusahaan ini berdiri lama di situ. Pada perjalanan terakhir di Surabaya saya sempat menengok namanya, lalu ketika tahu ia perusahaan terbuka, saya cek namanya dan menelusuri lebih jauh. Ternyata bisnis perusahaan ini tidak jauh dari CLPI, yaitu produksi flexible packaging film, bedanya CLPI dalam distribusi. Pasar produk TRST kemungkinan masih bagus, khususnya untuk industri makanan dan rokok. Apakah perusahaan ini ada afiliasi dengan CLPI, saya tidak bisa mengkonfirmasinya saat ini. Tapi salah seorang komisarisnya ternyata menjadi komisaris di CLPI. Komitmen dividen sama dengan CLPI. Harganya meski sudah naik 200-an poin sejak pertama saya melihatnya (dulu pada kisaran 285-an), tapi saya kira masih punya potensi tumbuh dengan margin of safety 39%.
Portfolio saya tampaknya sudah terdiversikasi, ada perusahaan materi dasar, periklanan, keramik, dan distribusi farmasi.
Transaksi
- ARNA: beli 10.000 saham pada harga Rp350, total transaksi termasuk biayanya adalah Rp3.507.000
- FORU: beli 5.000 saham pada harga Rp122, total transaksi termasuk biayanya adalah Rp611.220
- FORU: beli 5.000 saham pada harga Rp123, total transaksi termasuk biayanya adalah Rp616.230
- FORU: beli 10.000 saham pada harga Rp124, total transaksi termasuk biayanya adalah Rp1.242.480
- TRST: beli 5.000 saham pada harga Rp415, total transaksi termasuk biayanya adalah Rp2.079.150
Portfolio Saham
- CLPI : 10.000 saham pada harga rata-rata Rp 375 per saham
- EPMT : 10.000 saham pada harga rata-rata Rp 816 per saham
- TRST: 5.000 saham pada harga rata-rata Rp415 per saham
- ARNA : 35.000 saham pada harga rata-rata Rp 353 per saham
- FORU: 20.000 saham pada harga rata-rata Rp123 per saham