Transaksi 16 Februari 2012

Transaksi kali ini untuk menambah saham Adira Dinamika Multi Finance (ADMF), saham Trias Sentosa (TRST) dan saham Berlina (BRNA). Eksekusi pembelian saya laksanakan hari ini karena sudah beberapa hari terakhir saham turun dalam seminggu ini, selain itu saya lihat harga ketiga saham ini pada hari ini masih menarik.

Alasan pembelian: 1) Adira sudah turun 300 poin dari harga terakhir saya beli, saya tempatkan pembelian 50 poin di bawah pada harga 12.250, sore hari langsung terserap dan harganya makin turun hingga 12.100. Pada harga rata-rata 11.727 saja saya percaya masih ada margin of safety 71%. 2) Trias juga sudah turun lagi beberapa poin dari 435, dan masih turun hingga 420. Dengan pembelian tambahan 425 sebanyak 5 lot maka harga rata-rata akan menjadi 409,77, masih ada batas keamanan 118%. 3) Hanya Berlina yang naik sementara ke 1.730, harga 1700 adalah pembelian saya sebelumnya, pada harga rata-rata 1.703 masih ada batas keamanan 78%.

Rencana portfolio Adira adalah 3 lot dengan batas toleransi maksimal 4 lot. Rencana portfolio Trias adalah 65 lot dengan batas toleransi maksimal 90 lot. Rencana portfolio Berlina adalah 10 lot dengan batas toleransi 15 lot. Ada perubahan sedikit dalam rencana portfolio ini karena ada tambahan dana investasi dan juga penyesuaian rencana portfolio dengan mengabaikan saham-saham lainnya. Dari daftar ini Adira dan Trias sudah tak mungkin ditambah, kecuali harganya turun signifikan, maka saya akan melakukan pembelian hingga batas maksimal. Sisa yang harganya masih menarik hanyalah Berlina dan Indospring (INDS). Pembelian sisa kedua saham ini akan saya laksanakan bertahap.

Disclaimer: Ini bukan saran untuk bertransaksi beli/jual saham. Segala transaksi saham yang Anda lakukan adalah tanggungjawab Anda sendiri.

TRANSAKSI

  • TRST: beli 2.500 saham pada harga Rp425,-
  • ADMF: beli 500 saham pada harga Rp12.250,-
  • BRNA: beli 500 saham pada harga Rp1.700,-

PORTFOLIO SAHAM

  • ARNA: 15.000 saham pada harga rata-rata Rp222,5/231* per saham
  • TRST: 32.500 saham pada harga rata-rata Rp407,69/409,77* per saham
  • JTPE: 5.000 saham diperoleh tanpa biaya (surplus) Rp31/15* per saham
  • ADMF: 1.500 saham pada harga rata-rata Rp11.650/11.726,63* per saham
  • PANS: 500 saham pada harga rata-rata Rp1.520/1.708* per saham
  • SMSM: 500 saham pada harga rata-rata Rp645/791* per saham (harga rata-rata dihitung dengan memasukkan peluang pemasukan dari dividen)
  • LSIP: 500 saham pada harga rata-rata Rp2.025/2.041* per saham
  • INDS: 4.000 saham pada harga rata-rata Rp3.598,88/3.604,06* per saham
  • EKAD: 15.000 saham pada harga rata-rata Rp300/300,6* per saham
  • BRNA: 1.500 saham pada harga rata-rata Rp1.700/1.703,4 per saham

Catatan: *harga rata-rata net asli dan harga rata-rata net menyertakan biaya transaksi.

Transaksi 31 Januari 2012

Setelah sempat menikmati kenaikan beberapa poin, saham Trias Sentosa Tbk (TRST) akhirnya kembali ke 425-an. Karena situasi merah dan turun dengan lumayan cepat, pagi itu saya berpikir untuk segera menambah saham ini. Dalam rencana portfolio saya memang ingin mengelola antara 60 hingga 80 lot saham Trias ini. Pagi hari saya tempatkan perintah beli pada harga 425 dan ternyata terserap tidak berapa kemudian. Dan terbukti, pasar masih cenderung menurun, pada hari ini Trias sempat menyentuh 415 meski lalu kembali ke 425.

Disclaimer: Ini bukan saran untuk bertransaksi beli/jual saham. Segala transaksi saham yang Anda lakukan adalah tanggungjawab Anda sendiri.

TRANSAKSI

  • TRST: beli 5.000 saham pada harga Rp425,-

PORTFOLIO SAHAM

  • ARNA: 15.000 saham pada harga rata-rata Rp222,5/231* per saham
  • TRST: 30.000 saham pada harga rata-rata Rp406,25/408,42* per saham
  • JTPE: 5.000 saham diperoleh tanpa biaya (surplus) Rp31/15* per saham
  • ADMF: 500 saham pada harga rata-rata Rp10.100/10.280* per saham
  • PANS: 500 saham pada harga rata-rata Rp1.520/1.708* per saham
  • SMSM: 500 saham pada harga rata-rata Rp645/791* per saham (harga rata-rata dihitung dengan memasukkan peluang pemasukan dari dividen)
  • LSIP: 500 saham pada harga rata-rata Rp2.025/2.041* per saham
  • INDS: 2.500 saham pada harga rata-rata Rp3.600/3.607,2* per saham
  • EKAD: 15.000 saham pada harga rata-rata Rp300/300,6* per saham
  • ASGR: 500 saham pada harga rata-rata Rp1.040/1.042,08* per saham
  • BRNA: 1.000 saham pada harga rata-rata Rp1.700/1.703,4 per saham

Catatan: *harga rata-rata net asli dan harga rata-rata menyertakan biaya transaksi.

Transaksi 17 Januari 2012

Oleh sebab hari Kamis dan Jumat tidak mungkin bisa bertransaksi saham karena akan bepergian ke luar kota dan ada acara penting, maka transaksi saham dikumpulkan hari ini. Saya menempatkan beberapa perintah beli untuk banyak saham saya, tapi hanya dua transaksi berikut yang terlaksana. Yang lain terburu naik :)

Harga kedua pembelian di bawah ini memang agak besar, terbukti sore harinya mereka sudah turun lagi. Tapi hal ini tak masalah, toh harga rata-rata untuk TRST masih kecil, dan harga wajar INDS masih jauh.

Disclaimer: Ini bukan saran untuk bertransaksi beli/jual saham. Segala transaksi saham yang Anda lakukan adalah tanggungjawab Anda sendiri.

TRANSAKSI

  • INDS: beli 500 saham pada harga Rp3.625,-
  • TRST: beli 5.000 saham pada harga Rp440,-

PORTFOLIO SAHAM

  • ARNA: 15.000 saham pada harga rata-rata Rp222,5/231* per saham
  • TRST: 25.000 saham pada harga rata-rata Rp402,5/404,95* per saham
  • JTPE: 5.000 saham diperoleh tanpa biaya (surplus) Rp31/15* per saham
  • ADMF: 500 saham pada harga rata-rata Rp10.100/10.280* per saham
  • PANS: 500 saham pada harga rata-rata Rp1.520/1.708* per saham
  • SMSM: 500 saham pada harga rata-rata Rp645/791* per saham (harga rata-rata dihitung dengan memasukkan peluang pemasukan dari dividen)
  • LSIP: 500 saham pada harga rata-rata Rp2.025/2.041* per saham
  • INDS: 2.000 saham pada harga rata-rata Rp3.568,75/3.575,88* per saham
  • EKAD: 10.000 saham pada harga rata-rata Rp285/285,57* per saham

Catatan: *harga rata-rata asli dan harga rata-rata menyertakan biaya transaksi.

Transaksi 16 Desember 2011

Hari ini saya menjual seluruh sisa saham Panin Sekuritas dan menyisakan hanya 1 lot untuk memantau perkembangan harga saham ini. Saya masih punya rencana dengan saham perusahaan ini, tergantung dengan perkembangan usahanya. Secara umum, tentu saja bisnis mereka berisiko sekali karena sektor perdagangan saham menghadapi berbagai ancaman gejolak krisis. Aset mereka sangat fluktuatif seiring perkembangan harga saham, hal inilah yang membuat saya ingin menjaga jarak sedikit dengan saham ini. Saya memutuskan menjual harga sama (dan rugi sedikit). Harga rata-rata terakhir saya akhirnya menjadi Rp1520 atau Rp1708 per saham (bila dihitung dengan biaya transaksi).

Sementara itu harga saham Trias Sentosa akhirnya mencapai angka di atas 400-an lagi pada hari ini. Saya bisa menjual sedikit saham ini. Sisanya akan saya pegang karena ini bagian dari rencana tiga saham kecil saya: ARNA, JTPE dan TRST. Beruntunglah saya bisa menurunkan harga rata-rata saham ini.

TRANSAKSI

  • PANS: jual 1.000 saham pada harga Rp1.260,-
  • TRST: jual 5.000 saham pada harga Rp405,-
  • TRST: jual 10.000 saham pada harga Rp410,-
  • TRST: jual 5.000 saham pada harga Rp415,-

PORTFOLIO SAHAM

  • ARNA: 15.000 saham pada harga rata-rata Rp222,5/231* per saham
  • TRST: 20.000 saham pada harga rata-rata Rp393,13/396* per saham
  • JTPE: 5.000 saham diperoleh tanpa biaya (surplus) Rp31/15* per saham
  • ADMF: 500 saham pada harga rata-rata Rp10.100/10.280* per saham
  • PANS: 500 saham pada harga rata-rata Rp1.520/1.708* per saham
  • SMSM: 500 saham pada harga rata-rata Rp645/791* per saham (harga rata-rata dihitung dengan memasukkan peluang pemasukan dari dividen)
  • LSIP: 500 saham pada harga rata-rata Rp2.025/2.041* per saham

Catatan: *harga rata-rata asli dan harga rata-rata menyertakan biaya transaksi.

Transaksi 12 Desember 2011

Saya tidak memantau layar transaksi beberapa hari, eh TRST meluncur turun lagi. Baiklah kita tambah. (Catatan: ternyata saya sudah melanggar rencana beberapa hari yang lalu untuk tidak masuk terlalu dalam. Itulah godaan besar bagi investor long term. Average down adalah godaan besar). Bahkan setelah saya off, harganya masih meluncur turun ke 390.

Lalu ada kesempatan menjual JTPE pada harga 290. Lumayan, langkah pragmatis ambil keuntungan. Langkah ini semoga menjadi langkah terakhir pada saham JTPE. Karena kenyataannya seluruh biaya untuk akuisisi saham JTPE sudah tergantikan dari hasil penjualan. Sisa 10 lot saham adalah hasil keuntungan, artinya seperti diperoleh tanpa biaya, bahkan masih menyisakan dana lebih.

Disclaimer: ini bukan saran untuk melakukan pembelian atau penjualan. Segala tindakan dan transaksi saham adalah tanggungjawab masing-masing.

TRANSAKSI

  • TRST: beli 5.000 saham pada harga Rp395,-
  • JTPE: jual 10.000 saham pada harga Rp290,-

PORTFOLIO SAHAM

  • ARNA: 15.000 saham pada harga rata-rata Rp222,5/231* per saham
  • JTPE: 5.000 saham diperoleh tanpa biaya (surplus) Rp31/15* per saham
  • ADMF: 500 saham pada harga rata-rata Rp10.100/10.280* per saham
  • PANS: 8.500 saham pada harga rata-rata Rp1.260/1.268* per saham
  • SMSM: 500 saham pada harga rata-rata Rp645/791* per saham (harga rata-rata dihitung dengan memasukkan peluang pemasukan dari dividen)
  • LSIP: 500 saham pada harga rata-rata Rp2.025/2.041* per saham
  • TRST: 40.000 saham pada harga rata-rata Rp401,58/402* per saham

Catatan: *harga rata-rata asli dan harga rata-rata menyertakan biaya transaksi.

Transaksi 7 Desember 2011

Lanjutan dari TRST.

Disclaimer: ini bukan saran untuk melakukan pembelian atau penjualan. Segala tindakan dan transaksi saham adalah tanggungjawab masing-masing.

TRANSAKSI

  • TRST: beli 10.000 saham pada harga Rp400,-

PORTFOLIO SAHAM

  • ARNA: 15.000 saham pada harga rata-rata Rp222,5/231* per saham
  • JTPE: 15.000 saham pada harga rata-rata Rp183/188* per saham
  • ADMF: 500 saham pada harga rata-rata Rp10.100/10.280* per saham
  • PANS: 8.500 saham pada harga rata-rata Rp1.260/1.268* per saham
  • SMSM: 500 saham pada harga rata-rata Rp645/791* per saham (harga rata-rata dihitung dengan memasukkan peluang pemasukan dari dividen)
  • LSIP: 500 saham pada harga rata-rata Rp2.025/2.041* per saham
  • TRST: 35.000 saham pada harga rata-rata Rp402,5/403* per saham

Catatan: *harga rata-rata asli dan harga rata-rata menyertakan biaya transaksi.

Transaksi 6 Desember 2011

Saya memutuskan melepas sedikit saham Jasuindo Tiga Perkasa (JTPE). Kenapa saya melepas JTPE? Padahal komposisi portfolio masih jauh dari rencana. Alasannya karena ingin mengambil sedikit keuntungan, dan tentu saja untuk menambah kas. Harga JTPE memang masih jauh dari harga wajarnya pada 310-an, ini menurut versi saya. Tapi nanti saya akan membelinya lagi bila turun. Semoga saja masih ada kesempatan.

Sebagian dana dari penjualan-penjualan ini saya manfaatkan untuk menambah saham Trias Sentosa (TRST). Kenapa saya melangkah fokus ke TRST, ada beberapa hal yang ada dalam pikiran saya saat itu:

  1. Saya merasa ini pilihan yang tepat, saya nyaman dengan keputusan ini menambah saham Trias. Kenapa saya nyamana? Karena saham ini masih sangat murah. Padahal fundamental perusahaan terbukti baik selama 2-3 tahun ini. Karena perusahaan juga terbukti membukukan profit dan kenaikannya konsisten.
  2. Beberapa pemain besar tampaknya mengkoleksi saham ini. Tapi ini hanya tebakan saya. Fasilitas software di broker saya juga kurang begitu lengkap, tapi saya tidak mempermasalahkan ini. Saya bisa melihat beberapa pemain besar akumulasi pembelian saham ini. Adalah fakta bahwa beberapa hari terakhir saham TRST bergerak stagnan di angka 395-405 dengan volume yang besar. Mungkin saya bisa masuk dan memanfaatkan untuk Safe Average Down, bila nanti harganya bergerak ke atas sedikit.
  3. Dari pengamatan saya, ketakutan akan bahaya kejatuhan bursa memang besar. Hal ini terlihat dari beberapa saham blue chip dan terkenal, mereka tentu saja saham-saham yang overvalued (bahkan sangat mahal), belakangan sudah menunjukkan penurunan (lihat INDF, CPIN–yang menurut saya kemahalan). Tapi beberapa saham berfundamental bagus yang masih murah ada yang naik, lihat SMSM, LSIP, PGAS. Namun kita tak harus terlalu memperhatikan masalah harga. Yang perlu kita pedulikan adalah bagaimana posisi margin of safety. Saya akan membeli saham yang masih punya margin besar, minimal 30%, dan dengan potensi fundamental bagus.

Dari beberapa pemikiran tersebut tampaknya pilihan ke saham Trias Sentosa cukup bagus. Lagi pula komposisi untuk saham Trias masih jauh dari rencana portfolio saya. Kita lihat saja beberapa hari ke depan.

Disclaimer: ini bukan saran untuk melakukan pembelian atau penjualan. Segala tindakan dan transaksi saham adalah tanggungjawab masing-masing.

TRANSAKSI

  • TRST: beli 17.500 saham pada harga Rp400,-
  • JTPE: jual 10.000 saham pada harga Rp260,-
  • PANS: jual 500 saham pada harga Rp1.230,-
  • PANS: jual 500 saham pada harga Rp1.250,-

PORTFOLIO SAHAM

  • ARNA: 15.000 saham pada harga rata-rata Rp222,5/231* per saham
  • JTPE: 15.000 saham pada harga rata-rata Rp183/188* per saham
  • ADMF: 500 saham pada harga rata-rata Rp10.100/10.280* per saham
  • PANS: 8.500 saham pada harga rata-rata Rp1.260/1.268* per saham
  • SMSM: 500 saham pada harga rata-rata Rp645/791* per saham (harga rata-rata dihitung dengan memasukkan peluang pemasukan dari dividen)
  • LSIP: 500 saham pada harga rata-rata Rp2.025/2.041* per saham
  • TRST: 25.000 saham pada harga rata-rata Rp403,5/404* per saham

Catatan: *harga rata-rata asli dan harga rata-rata menyertakan biaya transaksi.

Transaksi 28 November 2011

Rencana memegang sebagian sisa SMSM untuk waktu agak lama akhirnya berantakan. Hari ini saya kena serangan berubah pikiran karena terlalu lama memantau layar transaksi, dan mungkin terlalu banyak baca forum gosip saham, akhirnya jadi ingin melepas salah satu saham favorit ini. Pikiran penjualan lebih banyak ini hanya karena ambisi untuk mendapat saham SMSM lebih murah di masa yang akan datang, jadi akhirnya melepas saham yang telah ada. Ambisi, keserakahan, pikiran pendek adalah penyakit investor. Oh, kenapa saya bisa menjualnya pada harga rendah ini, saya juga menyesalinya. Sebabnya belakangan SMSM naik pesat bahkan mencapai 1400. Saya membukukan kerugian untuk transaksi ini. Ya, meski kerugian tersebut telah digantikan oleh dividen, tapi tetap saja rugi rasanya kurang enak.

Kali ini saya menambah TRST, dan ini adalah langkah yang benar. Saya juga menjaga komposisi pembelian agar tidak terlalu banyak, yakni 5 lot saja. Inginnya saya akan meningkatkan volume saham ini sedikit demi sedikit. Juga mungkin memanfaatkan sisa alokasi lot untuk penurunan harga rata-rata melalui safe average down.

TRANSAKSI

  • SMSM: jual 1.000 saham pada harga Rp1.270,-
  • TRST: beli 2.500 saham pada harga Rp405,-

PORTFOLIO SAHAM

  • ARNA: 15.000 saham pada harga rata-rata Rp222,5/231* per saham
  • JTPE: 25.000 saham pada harga rata-rata Rp219,8/222* per saham
  • ADMF: 500 saham pada harga rata-rata Rp10.100/10.280* per saham
  • PANS: 10.000 saham pada harga rata-rata Rp1.259/1.264* per saham
  • PGAS: 500 saham pada harga rata-rata Rp2.625/2.702* per saham
  • SMSM: 6.500 saham pada harga rata-rata Rp1.272,69/1.280* per saham (harga rata-rata dihitung dengan memasukkan peluang pemasukan dari dividen)
  • LSIP: 1.000 saham pada harga rata-rata Rp2.187,5/2.192* per saham
  • TRST: 7.500 saham pada harga rata-rata Rp411,67/412* per saham

Catatan: *harga rata-rata asli dan harga rata-rata menyertakan biaya transaksi.

Transaksi 23 November 2011

Saya malu untuk mengaku bahwa saya perlu meralat sebuah keputusan dalam beberapa hari sebelumnya. Saya tidak meragukan Selamat Sempurna Tbk (SMSM), secara fundamental seluruh faktor dari perusahaan ini bagus. Sayangnya harga yang saya bayar saat saya masuk memang tinggi, meski dengan faktor margin of safety 30%. Apalagi ketika turun ke 1270-an ini, jaring pengamannya makin lebar. Makin aman. Tapi saya memerlukan uang kas untuk persiapan ke depan. Entah mempersiapkan apa, saya tidak tahu. Saya menjual 8 lot saham SMSM untuk hal ini. Karena menjual 2 lot di harga yang sama, saya hanya rugi biaya transaksi jual/beli. Untuk 6 lot lainnya terjadi realisasi kerugian kapital hingga Rp150.000, tapi kerugian ini akan tergantikan karena saya mendapatkan dividen SMSM cum-dividen pada 17 November lalu. Saya punya rencana memegang SMSM dalam kisaran 10-20 lot. Bila saatnya tepat dan harga sudah menarik, saya akan menambah SMSM lagi di harga yang lebih rendah. Bila tidak turun, biarkan ini jadi takdir investasi saya di SMSM, saya toh masih memegang 15 lot.

Pada hari ini saya mengucapkan selamat datang kembali pada Trias Sentosa Tbk (TRST). Setelah melepasnya pada harga 425 sebulan yang lalu (untung 10 rupiah dari harga masuk 415), kemudian tidak bisa mengambilnya karena harga TRST sudah melambung tinggi. Pada hari ini saham TRST menukik tajam hingga saya bisa membelinya lagi pada 415. Selamat datang produsen plastik film untuk kemasan makanan dan industri ini. Saya suka perusahaan ini. Setelah sekian lama meriset perusahaan ini lagi, saya menyesal telah melepasnya pada saat itu. Bahkan diantara kompetitornya yang masuk bursa, seperti Argha Karya Prima Industry Tbk (AKPI) dan Indopoly Swakarya Industry (POLY), pertumbuhan usaha Trias terlihat lebih menarik. Dalam evaluasi terbaru saya, laba bersih terlihat tumbuh 80,39% antara Q3 2010 dan Q3 2011, harga wajar saham pun terlihat menarik pada 730-an atau margin of safety 73%. Kita tunggu saja di kuartal keempat, dari laporan tahunan 2010 margin of safety malah sampai 112%. Kalau harga sahamnya turun lebih dalam lagi, tentu dengan gembira saya akan menyambutnya.

TRANSAKSI

  • SMSM: jual 4.000 saham pada harga Rp1.270,-
  • TRST: beli 5.000 saham pada harga Rp415,-

PORTFOLIO SAHAM

  • ARNA: 15.000 saham pada harga rata-rata Rp222,5/231* per saham
  • JTPE: 25.000 saham pada harga rata-rata Rp219,8/222* per saham
  • ADMF: 500 saham pada harga rata-rata Rp10.100/10.280* per saham
  • PANS: 7.500 saham pada harga rata-rata Rp1.260/1.267* per saham
  • PGAS: 2.000 saham pada harga rata-rata Rp2.812,5/2.825* per saham
  • SMSM: 7.500 saham pada harga rata-rata Rp1.265,33/1.271* per saham (harga rata-rata dihitung dengan memasukkan peluang pemasukan dari dividen)
  • LSIP: 1.000 saham pada harga rata-rata Rp2.187,5/2.192* per saham
  • TRST: 5.000 saham pada harga rata-rata Rp415/416* per saham

Catatan: *harga rata-rata asli dan harga rata-rata menyertakan biaya transaksi.

Strategi Safe Average Down

Setelah mengetahui strategi average down, kali ini kita coba membahas pengembangan strategi ini, yaitu strategi safe average down. Kata kunci dalam strategi ini adalah safe, yaitu faktor keselamatan atau keamanan dalam langkah investasi kita. Kaidah keamanan ini penting agar investasi kita mempunyai risiko lebih rendah. Tapi bagaimana keamanan ini bisa dicapai? Padahal kita menghadapi keadaan yang sama, yaitu volatilitas harga saham yang dinamis, kondisi makro ekonomi global yang masih amburadul, ancaman crash bursa yang masih bisa terjadi. Bagaimana kita bisa meminimalkan risiko?

Jawabannya, sama seperti seperti average down, penurunan risiko adalah dengan menurunkan harga rata-rata pembelian saham. Dengan sedikit variasi dalam operasi transaksi saham, ternyata ada peluang bisa menurunkan harga rata-rata, tapi juga tidak menambah volume portfolio. Inilah yang saya sebut safe average down. Berikut penjelasan strategi ini termasuk risiko dan tantangannya.
Lanjut membaca