Transaksi 27 April 2012

Karena harga saham Panin Sekuritas Tbk (PANS) turun drastis lebih dari 100 poin, akhirnya saya coba beli di harga 1.900 pagi tadi. Ternyata dapat. Dan… ternyata sempat turun lagi ke kisaran 1860. Baiklah, tidak masalah. Saya senang hati dan emosi saya— tidak ada sedikit rasa sedih, panik, gamang—untuk melaksanakan tambahan ini. Ini saya kira adalah fase penting dari seorang investor. Dulu… bila mengalami kejadian yang sama, biasanya saya sempat panik, sedih, atau pun takut kalau harga saham saya turun. Tapi sekarang saya tak punya perasaan apa-apa. Bahkan, sungguh ini, saya malah senang. Saya ingin kalau masih diberi kesempatan saham ini bisa turun ke 1.400 juga tak masalah. Tentu akan banyak pemilik saham PANS yang marah. Maka biarlah pasar yang menentukan perkembangan harga PANS. Saya akan mengikuti dengan rencana portofolio saya.

Dengan beberapa tambahan PANS dalam dua hari ini, komposisi portofolio PANS menjadi 25 lot atau 12.500 lembar saham, atau sekitar Rp20,6 juta untuk biaya akuisisinya. Saya tidak punya rencana untuk short atau safe average down hanya untuk menurunkan harga rata-rata pembelian. Saya bahkan punya rencana besar bila saham PANS mengalami penurunan lebih dalam lagi. Bila tidak ya tentu rencana ini tidak akan terjadi.

Baca bila Anda ingin mengatahui alasan saya lainnya..

Lanjut membaca

Transaksi 26 April 2012

Transaksi ini terjadi untuk menambah komposisi kepemilikan di Panin Sekuritas Tbk (PANS). Setelah transaksi ini total kepemilikan investasi saya jadi 10.000 lembar saham, dengan harga rata-rata Rp1.591,38 per saham. Harga ini masih mempunyai margin of safety yang cukup aman sepadan dengan risiko dan potensi keuntungan dari PANS. Dengan kepemilikan ini, saya berharap ada pemasukan tambahan dari dividen (bila perusahaan membagikannya) beberapa waktu yang akan datang. Bila tidak ada dividen, mungkin karena terpakai untuk pelunasan pokok obligasi yang terjadwal Juli ini, ya tidak masalah. Saya percaya masih ada peluang cukup banyak di perusahaan ini, meski juga ada ancaman besar seperti krisis global yang belum jelas penyelesaiannya. Setiap ada gejolak bursa tentu akan menggerogoti pemasukan perusahaan karena semakin sedikit nasabah yang bertransaksi saham. Setiap penurunan di bawah harga rata-rata di atas akan saya anggap sebagai peluang untuk menambah investasi. Jadi mau naik atau turun adalah peluang. Saya tentu senang kalau harganya tidak naik dulu.

Disclaimer: Ini hanya analisa seorang amatir dan bukan dimaksudkan sebagai saran investasi. Gunakan tulisan ini sebagai hiburan belaka. Ini bukan saran untuk bertransaksi beli/jual saham. Segala keputusan investasi dan transaksi saham yang Anda lakukan adalah tanggungjawab Anda sendiri.

TRANSAKSI

  • PANS: beli 2.500 saham pada harga Rp2.000,- per saham. Tak bisa bayangkan beberapa hari yang lalu beli di harga 1.590 sekarang harus membayar 25% lebih banyak.

PORTOFOLIO SAHAM

  • ARNA: 15.000 saham pada harga rata-rata Rp327,9 per saham
  • TRST: 40.000 saham pada harga rata-rata Rp414,22 per saham
  • ADMF: 1.500 saham pada harga rata-rata Rp11.891,67 per saham
  • PANS: 10.000 saham pada harga rata-rata Rp1.591,38 per saham
  • SMSM: 500 saham pada harga rata-rata Rp1.312,61 per saham
  • LSIP: 500 saham pada harga rata-rata Rp2.187,5 per saham
  • INDS: 5.000 saham pada harga rata-rata Rp3.525,64 per saham
  • BRNA: 7.500 saham pada harga rata-rata Rp1.698 per saham
  • BBRI: 500 saham pada harga rata-rata Rp6.750 per saham
  • AMAG: 100.000 saham pada harga rata-rata Rp163,49 per saham

Catatan: Ada perubahan model laporan harga rata-rata. Mulai hari ini saya akan melaporkan harga rata-rata pembelian dari aplikasi jual beli saham, bukan harga net. Harga rata-rata net akan saya gunakan untuk analisa internal.

Laporan Keuangan Panin Sekuritas (PANS) Kuartal I 2012

Laporan keuangan PT Panin Sekuritas Tbk (PANS), salah satu emiten portofolio investasi Bola Salju, sudah dipublikasikan di situs Bursa Efek Indonesia, bisa diunduh di tautan ini (899 KB).

Ringkasan laporan neraca kuartal ini:

RIngkasan laporan rugi laba kuartal ini:

Saya tidak akan membuat perkiraan atau analisa. Bagaimana menurut pembaca?

Transaksi 23 April 2012

Pagi tadi saham Panin Sekuritas Tbk (PANS) sempat mengalami penurunan hingga 1.580 per saham. Ketika ada penawaran pada harga 1.590 sejumlah 9 lot, saya ambil 5 lot pada harga tersebut. Beberapa saat kemudian sepertinya sisa 4 lot tersebut terserap dan harga menanjak lagi. Sore hari ternyata PANS ditutup pada harga 1.680.

Lanjut membaca

Laporan Keuangan Tahunan Panin Sekuritas 2011

Pemutakhiran 31 Maret 2012: penambahan data dan rasio serta tabel kinerja singkat

Laporan keuangan tahunan PT Panin Sekuritas Tbk (PANS), salah satu emiten dalam portofolio Bola Salju, sudah bisa diunduh di situs BEI (2,4 MB). Sekuritas ini juga punya anak usaha Manajer Investasi penerbit reksadana Panin Dana Maksima, reksadana terbaik 2012 versi majalah Investor.

Ringkasan kinerja Panin Sekuritas (PANS)

Lanjut membaca

Belajar dari Reksadana Terbaik

Majalah Investor edisi bulan Maret 2012 mengangkat isu reksadana terbaik. Dari 589 reksadana yang beredar di tanah air akhirnya terpilih 50 reksadana terbaik berdasarkan enam kriteria penilaian, digolongkan per masing-masing kategori reksadana per periode. Untuk hasilnya bisa dilihat di majalah tersebut. Hasil terbaik dan terbanyak diperoleh oleh manajer investasi (MI) dari Panin Asset Management, anak perusahaan Panin Sekuritas Tbk (PANS) salah satu emiten dalam portofolio saya. Panin Dana Maksima menjadi jawara di kelas reksadana saham dengan aset kelolaan di atas 1 triliun dalam masa 1 tahun, 3 tahun, 5 tahun, dan juga 7 tahun. Untuk reksadana jenis pendapatan dan obligasi tetap jawaranya dipegang oleh MI dari Sinarmas Sekuritas.

Lanjut membaca

Transaksi 8-12 Maret 2012

Saya melakukan beberapa transaksi pada 8 Maret hingga 12 Maret 2012 (hari ini). Transaksi tersebut diantaranya untuk menambah komposisi saham PT Panin Sekuritas Tbk (PANS) hingga tercapai 10 lot pada hari ini. Saya sempat keluar mayoritas dari perusahaan ini dan hanya menyisakan 1 lot saja, tapi seperti saya tulis adanya garansi yang bisa dipercaya, maka saya tak ragu untuk masuk ragu pada perusahaan ini. Rencana portofolio saya mungkin hingga saat ini 10 lot ini. Kalau ada perubahan kinerja dan laporan terbaru dari emiten (serta ada tambahan dana) bisa saja hal ini akan saya evaluasi lagi

Dalam rangkaian transaksi saya meminang perusahaan asuransi PT Asuransi Multi Artha Guna Tbk (AMAG). Saya tak malu mengakui saya mendapatkan ide saham ini dari Lo Kheng Hong di tulisan tadi. Anda mungkin tahu saham ini pernah mengalami kenaikan pesat hingga 350-an, juga ada right issue saham baru dengan rasio 3 saham lama mendapat 3 saham baru, jadi harga saat ini sudah terdilusi cukup besar. Harga yang dibayar Lo Kheng Hong tentu sangat murah. Namun demikian, saya kira harga saat ini masih menarik. Saya belum menentukan komposisi lot saya berapa. Mungkin hingga 100 lot, atau entah berapa. Kita lihat nanti.

Pada transaksi ini dengan terpaksa saya memutuskan harus berpisah dengan PT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk (JTPE). Sejarah kepemilikan saham di perusahaan ini sangat memuaskan. Harga rata-rata terakhir saya adalah 213,80 untuk 50 lot JTPE yang saya beli sejak Agustus 2011. Saya menjual pada harga 260, 290, dan terakhir 405 atau pada harga rata-rata 318 (Ya saya menjual terlalu banyak di awal periode). Total keuntungan Rp2.093.060 atau kira-kira 38% setelah dipotong biaya transaksi. Alasan keluar karena saya lihat pertumbuhan kinerja kuartal III 2011 Jasuindo kurang memuaskan dibanding perubahan dari 2009 ke 2010 lalu. Ada peningkatan tapi kurang signifikan. Tapi bisa jadi saya salah, sebab saya tidak sempat konfirmasi ke perusahaan terkait hal ini. Agak sulit memproyeksikan kinerja perusahaan ini, namun keputusan sudah dibuat, jadi mumpung harga sahamnya cukup memuaskan maka saya memutuskan untuk menjualnya saja pada hari ini.

Disclaimer: Ini bukan saran untuk bertransaksi beli/jual saham. Segala transaksi saham yang Anda lakukan adalah tanggungjawab Anda sendiri.

TRANSAKSI 8, 9 dan 12 MARET 2012

  • JTPE: jual 5.000 saham pada harga Rp405,-
  • PANS: beli 3.500 saham pada harga Rp1.410,-
  • PANS: beli 1.000 saham pada harga Rp1.400,-
  • AMAG: beli 6.000 saham pada harga Rp160,-
  • AMAG: beli 19.000 saham pada harga Rp161,-
  • AMAG: beli 7.500 saham pada harga Rp162,-
  • AMAG: beli 2.500 saham pada harga Rp164,-

PORTFOLIO SAHAM

  • ARNA: 15.000 saham pada harga rata-rata Rp222,5/231* per saham
  • TRST: 40.000 saham pada harga rata-rata Rp410/411,85* per saham
  • ADMF: 1.500 saham pada harga rata-rata Rp11.650/11.726,63* per saham
  • PANS: 5.000 saham pada harga rata-rata Rp1.419/1.440,31* per saham
  • SMSM: 500 saham pada harga rata-rata Rp645/791* per saham
  • LSIP: 500 saham pada harga rata-rata Rp2.025/2.041* per saham
  • INDS: 7.000 saham pada harga rata-rata Rp3.535,71/3.546,54* per saham
  • EKAD: 15.000 saham pada harga rata-rata Rp300/300,6* per saham
  • BRNA: 2.500 saham pada harga rata-rata Rp1.700/1.703,4 per saham
  • BBRI: 1.000 saham pada harga rata-rata Rp6.750/6.763,5 per saham
  • AMAG: 35.000 saham pada harga rata-rata Rp161,26/161,57 per saham

Catatan: *harga rata-rata net asli dan harga rata-rata net menyertakan biaya transaksi (semua termasuk dividen).

Transaksi 16 Desember 2011

Hari ini saya menjual seluruh sisa saham Panin Sekuritas dan menyisakan hanya 1 lot untuk memantau perkembangan harga saham ini. Saya masih punya rencana dengan saham perusahaan ini, tergantung dengan perkembangan usahanya. Secara umum, tentu saja bisnis mereka berisiko sekali karena sektor perdagangan saham menghadapi berbagai ancaman gejolak krisis. Aset mereka sangat fluktuatif seiring perkembangan harga saham, hal inilah yang membuat saya ingin menjaga jarak sedikit dengan saham ini. Saya memutuskan menjual harga sama (dan rugi sedikit). Harga rata-rata terakhir saya akhirnya menjadi Rp1520 atau Rp1708 per saham (bila dihitung dengan biaya transaksi).

Sementara itu harga saham Trias Sentosa akhirnya mencapai angka di atas 400-an lagi pada hari ini. Saya bisa menjual sedikit saham ini. Sisanya akan saya pegang karena ini bagian dari rencana tiga saham kecil saya: ARNA, JTPE dan TRST. Beruntunglah saya bisa menurunkan harga rata-rata saham ini.

TRANSAKSI

  • PANS: jual 1.000 saham pada harga Rp1.260,-
  • TRST: jual 5.000 saham pada harga Rp405,-
  • TRST: jual 10.000 saham pada harga Rp410,-
  • TRST: jual 5.000 saham pada harga Rp415,-

PORTFOLIO SAHAM

  • ARNA: 15.000 saham pada harga rata-rata Rp222,5/231* per saham
  • TRST: 20.000 saham pada harga rata-rata Rp393,13/396* per saham
  • JTPE: 5.000 saham diperoleh tanpa biaya (surplus) Rp31/15* per saham
  • ADMF: 500 saham pada harga rata-rata Rp10.100/10.280* per saham
  • PANS: 500 saham pada harga rata-rata Rp1.520/1.708* per saham
  • SMSM: 500 saham pada harga rata-rata Rp645/791* per saham (harga rata-rata dihitung dengan memasukkan peluang pemasukan dari dividen)
  • LSIP: 500 saham pada harga rata-rata Rp2.025/2.041* per saham

Catatan: *harga rata-rata asli dan harga rata-rata menyertakan biaya transaksi.

Transaksi 15 Desember 2011

TRANSAKSI

  • PANS: jual 1.000 saham pada harga Rp1.230,-
  • PANS: jual 5.000 saham pada harga Rp1.240,-

PORTFOLIO SAHAM

  • ARNA: 15.000 saham pada harga rata-rata Rp222,5/231* per saham
  • TRST: 40.000 saham pada harga rata-rata Rp401,58/402* per saham
  • JTPE: 5.000 saham diperoleh tanpa biaya (surplus) Rp31/15* per saham
  • ADMF: 500 saham pada harga rata-rata Rp10.100/10.280* per saham
  • PANS: 2.500 saham pada harga rata-rata Rp1.312/1.347* per saham
  • SMSM: 500 saham pada harga rata-rata Rp645/791* per saham (harga rata-rata dihitung dengan memasukkan peluang pemasukan dari dividen)
  • LSIP: 500 saham pada harga rata-rata Rp2.025/2.041* per saham

Catatan: *harga rata-rata asli dan harga rata-rata menyertakan biaya transaksi.

Transaksi 6 Desember 2011

Saya memutuskan melepas sedikit saham Jasuindo Tiga Perkasa (JTPE). Kenapa saya melepas JTPE? Padahal komposisi portfolio masih jauh dari rencana. Alasannya karena ingin mengambil sedikit keuntungan, dan tentu saja untuk menambah kas. Harga JTPE memang masih jauh dari harga wajarnya pada 310-an, ini menurut versi saya. Tapi nanti saya akan membelinya lagi bila turun. Semoga saja masih ada kesempatan.

Sebagian dana dari penjualan-penjualan ini saya manfaatkan untuk menambah saham Trias Sentosa (TRST). Kenapa saya melangkah fokus ke TRST, ada beberapa hal yang ada dalam pikiran saya saat itu:

  1. Saya merasa ini pilihan yang tepat, saya nyaman dengan keputusan ini menambah saham Trias. Kenapa saya nyamana? Karena saham ini masih sangat murah. Padahal fundamental perusahaan terbukti baik selama 2-3 tahun ini. Karena perusahaan juga terbukti membukukan profit dan kenaikannya konsisten.
  2. Beberapa pemain besar tampaknya mengkoleksi saham ini. Tapi ini hanya tebakan saya. Fasilitas software di broker saya juga kurang begitu lengkap, tapi saya tidak mempermasalahkan ini. Saya bisa melihat beberapa pemain besar akumulasi pembelian saham ini. Adalah fakta bahwa beberapa hari terakhir saham TRST bergerak stagnan di angka 395-405 dengan volume yang besar. Mungkin saya bisa masuk dan memanfaatkan untuk Safe Average Down, bila nanti harganya bergerak ke atas sedikit.
  3. Dari pengamatan saya, ketakutan akan bahaya kejatuhan bursa memang besar. Hal ini terlihat dari beberapa saham blue chip dan terkenal, mereka tentu saja saham-saham yang overvalued (bahkan sangat mahal), belakangan sudah menunjukkan penurunan (lihat INDF, CPIN–yang menurut saya kemahalan). Tapi beberapa saham berfundamental bagus yang masih murah ada yang naik, lihat SMSM, LSIP, PGAS. Namun kita tak harus terlalu memperhatikan masalah harga. Yang perlu kita pedulikan adalah bagaimana posisi margin of safety. Saya akan membeli saham yang masih punya margin besar, minimal 30%, dan dengan potensi fundamental bagus.

Dari beberapa pemikiran tersebut tampaknya pilihan ke saham Trias Sentosa cukup bagus. Lagi pula komposisi untuk saham Trias masih jauh dari rencana portfolio saya. Kita lihat saja beberapa hari ke depan.

Disclaimer: ini bukan saran untuk melakukan pembelian atau penjualan. Segala tindakan dan transaksi saham adalah tanggungjawab masing-masing.

TRANSAKSI

  • TRST: beli 17.500 saham pada harga Rp400,-
  • JTPE: jual 10.000 saham pada harga Rp260,-
  • PANS: jual 500 saham pada harga Rp1.230,-
  • PANS: jual 500 saham pada harga Rp1.250,-

PORTFOLIO SAHAM

  • ARNA: 15.000 saham pada harga rata-rata Rp222,5/231* per saham
  • JTPE: 15.000 saham pada harga rata-rata Rp183/188* per saham
  • ADMF: 500 saham pada harga rata-rata Rp10.100/10.280* per saham
  • PANS: 8.500 saham pada harga rata-rata Rp1.260/1.268* per saham
  • SMSM: 500 saham pada harga rata-rata Rp645/791* per saham (harga rata-rata dihitung dengan memasukkan peluang pemasukan dari dividen)
  • LSIP: 500 saham pada harga rata-rata Rp2.025/2.041* per saham
  • TRST: 25.000 saham pada harga rata-rata Rp403,5/404* per saham

Catatan: *harga rata-rata asli dan harga rata-rata menyertakan biaya transaksi.