Hari ini penyakit jualan saya kambuh lagi. Tapi saya punya pemikiran lain tentang hal ini.
Mulai hari ini saya ingin kembali menekankan fokus portfolio pada saham lapis kedua sementara fokus pada saham besar (blue chip) akan diturunkan. Tapi saya belum matang tentang rencana ini, apakah perbandingannya saham besar vs lapis kedua nanti akan 30:70, atau 40:60, saya belum pas keputusannya. Yang penting saham lapis kedua harus lebih besar. Rencana ini penting karena dalam satu tahun ini saya bisa menaikkan aset secara signifikan dari saham lapis kedua, seperti CLPI. Saya memantapkan keputusan ini sejalan dengan pemikiran saya sejak lama bahwa saham lapis kedua mempunyai peluang kenaikan lebih besar dari sisi profitabilitas, meski risikonya juga tinggi. Tidak hanya Lo Kheng Hong yang menginspirasi saya. Lynch mengatakan hal serupa di buku One Up on Wall Street, meski tidak secara langsung. Ia mengatakan bahwa untuk saham-saham matured, seperti perusahaan blue chip, ia akan memegang dan memanfaatkan mereka untuk mendapatkan dividen dan kenaikan yang stabil. Sementara untuk mendapatkan peluang keuntungan signifikan, saham lapis kedua adalah tempatnya. Buffett juga mengatakan hal demikian, tapi ini terjemahan saya saja, dia bilang di pasar saham yang semakin tidak logis itulah tempat mendapatkan keuntungan besar. Intinya, kalau setuju dengan pemikiran ini, untuk mencapai hal ini kita harus hati-hati dalam memilih saham-saham tersebut.
Dari daftar portfolio yang masuk radar saya, saya cukup puas dengan saham perusahaan lapis kedua yang ada di portfolio saya. Sebut saja (dari awal saya kenal): ARNA, JTPE, TRST, PANS dan SMSM. Mereka adalah perusahaan-perusahaan bagus yang manajemennya telah menghasilkan pertumbuhan signifikan, secara stabil, dan juga ramah kepada pemegang saham. LSIP dan ADMF memang tidak masuk daftar LQ 45, tapi saya menganggap perusahaan ini adalah kategori besar dan sudah dikenal, banyak analis membahas saham ini. Semakin banyak analis membahas sebuah perusahaan, peluang mendapatkan keuangan besar mungkin berkurang, sebabnya sudah banyak investor yang memegang saham itu karena mengikuti saran dari para analis. Peluang terbaik adalah saham-saham yang dilupakan analis. Sebenarnya SMSM juga sudah banyak yang membahas, tapi saya menilai peluang keuntungan dari saham ini masih ada peluang keuntungan yang banyak dari dividen dan pertumbuhannya.
Dalam rangka mencapai itu semua, saya memutuskan untuk keluar sejenak dari saham-saham yang saya anggap sudah terkenal. Saya punya rencana memanfaatkan kas untuk transaksi di masa yang akan datang, dan mengubah sedikit komposisi portfolio. Saya pasti akan masuk lagi di SMSM bila harganya cukup memadai lagi. Saya juga akan masuk di PGAS lebih banyak bila harganya jauh lebih murah lagi. Saya juga pasti akan masuk lagi di LSIP, karena ini saham favorit saya. Tapi hari ini saya menjual mereka semua.
Satu hal konyol terjadi, saya melepas 1 lot saham PANS di harga 1220 hari ini. Besok saya rencana mendapatkannya lagi di harga yang lebih masuk akal. Pendapat saya tentang PANS tidak berubah. Pertumbuhan Panin Sekuritas kemungkinan akan terhambat karena risiko pasar saham global yang masih bergejolak. Dalam evaluasi portfolio, terlihat pada kuartal ke-3 laba bersih saham ini menurun sebanyak -37%. Dari evaluasi lebih jauh, penurunan ini terjadi karena pada saat laporan akhir September itu, kondisi pasar saham sedang parah. Otomatis nilai aset Panin pasti akan jeblok. Hal ini masuk akal. Dari Laporan Keuangan kita dapat angka unrealized gain dari saham menurun 67M, sementara itu lini usaha manajemen investasi (reksadana) naik 46M. Wajar saja nilai penjualan mereka turun. Yang penting profil usaha perusahaan masih bagus. Saya tidak khawatir memegang saham ini, tapi ada pemikiran juga untuk menurunkan portfolio untuk menjaga peluang keuntungan lebih banyak di masa mendatang. Entahlah.
TRANSAKSI
- LSIP: jual 500 saham pada harga Rp2.350,- (untung Rp150 per saham)
- PANS: jual 500 saham pada harga Rp1.220,- (rugi 40 poin)
- PGAS: jual 500 saham pada harga Rp3.000,- (untung 175-an per saham)
- SMSM: jual 1.500 saham pada harga Rp1.310,- (impas)
- SMSM: jual 4.500 saham pada harga Rp1.330,- (untung 10 poin)
PORTFOLIO SAHAM
- ARNA: 15.000 saham pada harga rata-rata Rp222,5/231* per saham
- JTPE: 25.000 saham pada harga rata-rata Rp219,8/222* per saham
- ADMF: 500 saham pada harga rata-rata Rp10.100/10.280* per saham
- PANS: 9.500 saham pada harga rata-rata Rp1.261/1.267* per saham
- SMSM: 500 saham pada harga rata-rata Rp645/791* per saham (harga rata-rata dihitung dengan memasukkan peluang pemasukan dari dividen)
- LSIP: 500 saham pada harga rata-rata Rp2.025/2.041* per saham
- TRST: 7.500 saham pada harga rata-rata Rp411,67/412* per saham
Catatan: *harga rata-rata asli dan harga rata-rata menyertakan biaya transaksi.