Transaksi 16 Desember 2011

Hari ini saya menjual seluruh sisa saham Panin Sekuritas dan menyisakan hanya 1 lot untuk memantau perkembangan harga saham ini. Saya masih punya rencana dengan saham perusahaan ini, tergantung dengan perkembangan usahanya. Secara umum, tentu saja bisnis mereka berisiko sekali karena sektor perdagangan saham menghadapi berbagai ancaman gejolak krisis. Aset mereka sangat fluktuatif seiring perkembangan harga saham, hal inilah yang membuat saya ingin menjaga jarak sedikit dengan saham ini. Saya memutuskan menjual harga sama (dan rugi sedikit). Harga rata-rata terakhir saya akhirnya menjadi Rp1520 atau Rp1708 per saham (bila dihitung dengan biaya transaksi).

Sementara itu harga saham Trias Sentosa akhirnya mencapai angka di atas 400-an lagi pada hari ini. Saya bisa menjual sedikit saham ini. Sisanya akan saya pegang karena ini bagian dari rencana tiga saham kecil saya: ARNA, JTPE dan TRST. Beruntunglah saya bisa menurunkan harga rata-rata saham ini.

TRANSAKSI

  • PANS: jual 1.000 saham pada harga Rp1.260,-
  • TRST: jual 5.000 saham pada harga Rp405,-
  • TRST: jual 10.000 saham pada harga Rp410,-
  • TRST: jual 5.000 saham pada harga Rp415,-

PORTFOLIO SAHAM

  • ARNA: 15.000 saham pada harga rata-rata Rp222,5/231* per saham
  • TRST: 20.000 saham pada harga rata-rata Rp393,13/396* per saham
  • JTPE: 5.000 saham diperoleh tanpa biaya (surplus) Rp31/15* per saham
  • ADMF: 500 saham pada harga rata-rata Rp10.100/10.280* per saham
  • PANS: 500 saham pada harga rata-rata Rp1.520/1.708* per saham
  • SMSM: 500 saham pada harga rata-rata Rp645/791* per saham (harga rata-rata dihitung dengan memasukkan peluang pemasukan dari dividen)
  • LSIP: 500 saham pada harga rata-rata Rp2.025/2.041* per saham

Catatan: *harga rata-rata asli dan harga rata-rata menyertakan biaya transaksi.

Transaksi 15 Desember 2011

TRANSAKSI

  • PANS: jual 1.000 saham pada harga Rp1.230,-
  • PANS: jual 5.000 saham pada harga Rp1.240,-

PORTFOLIO SAHAM

  • ARNA: 15.000 saham pada harga rata-rata Rp222,5/231* per saham
  • TRST: 40.000 saham pada harga rata-rata Rp401,58/402* per saham
  • JTPE: 5.000 saham diperoleh tanpa biaya (surplus) Rp31/15* per saham
  • ADMF: 500 saham pada harga rata-rata Rp10.100/10.280* per saham
  • PANS: 2.500 saham pada harga rata-rata Rp1.312/1.347* per saham
  • SMSM: 500 saham pada harga rata-rata Rp645/791* per saham (harga rata-rata dihitung dengan memasukkan peluang pemasukan dari dividen)
  • LSIP: 500 saham pada harga rata-rata Rp2.025/2.041* per saham

Catatan: *harga rata-rata asli dan harga rata-rata menyertakan biaya transaksi.

Transaksi 6 Desember 2011

Saya memutuskan melepas sedikit saham Jasuindo Tiga Perkasa (JTPE). Kenapa saya melepas JTPE? Padahal komposisi portfolio masih jauh dari rencana. Alasannya karena ingin mengambil sedikit keuntungan, dan tentu saja untuk menambah kas. Harga JTPE memang masih jauh dari harga wajarnya pada 310-an, ini menurut versi saya. Tapi nanti saya akan membelinya lagi bila turun. Semoga saja masih ada kesempatan.

Sebagian dana dari penjualan-penjualan ini saya manfaatkan untuk menambah saham Trias Sentosa (TRST). Kenapa saya melangkah fokus ke TRST, ada beberapa hal yang ada dalam pikiran saya saat itu:

  1. Saya merasa ini pilihan yang tepat, saya nyaman dengan keputusan ini menambah saham Trias. Kenapa saya nyamana? Karena saham ini masih sangat murah. Padahal fundamental perusahaan terbukti baik selama 2-3 tahun ini. Karena perusahaan juga terbukti membukukan profit dan kenaikannya konsisten.
  2. Beberapa pemain besar tampaknya mengkoleksi saham ini. Tapi ini hanya tebakan saya. Fasilitas software di broker saya juga kurang begitu lengkap, tapi saya tidak mempermasalahkan ini. Saya bisa melihat beberapa pemain besar akumulasi pembelian saham ini. Adalah fakta bahwa beberapa hari terakhir saham TRST bergerak stagnan di angka 395-405 dengan volume yang besar. Mungkin saya bisa masuk dan memanfaatkan untuk Safe Average Down, bila nanti harganya bergerak ke atas sedikit.
  3. Dari pengamatan saya, ketakutan akan bahaya kejatuhan bursa memang besar. Hal ini terlihat dari beberapa saham blue chip dan terkenal, mereka tentu saja saham-saham yang overvalued (bahkan sangat mahal), belakangan sudah menunjukkan penurunan (lihat INDF, CPIN–yang menurut saya kemahalan). Tapi beberapa saham berfundamental bagus yang masih murah ada yang naik, lihat SMSM, LSIP, PGAS. Namun kita tak harus terlalu memperhatikan masalah harga. Yang perlu kita pedulikan adalah bagaimana posisi margin of safety. Saya akan membeli saham yang masih punya margin besar, minimal 30%, dan dengan potensi fundamental bagus.

Dari beberapa pemikiran tersebut tampaknya pilihan ke saham Trias Sentosa cukup bagus. Lagi pula komposisi untuk saham Trias masih jauh dari rencana portfolio saya. Kita lihat saja beberapa hari ke depan.

Disclaimer: ini bukan saran untuk melakukan pembelian atau penjualan. Segala tindakan dan transaksi saham adalah tanggungjawab masing-masing.

TRANSAKSI

  • TRST: beli 17.500 saham pada harga Rp400,-
  • JTPE: jual 10.000 saham pada harga Rp260,-
  • PANS: jual 500 saham pada harga Rp1.230,-
  • PANS: jual 500 saham pada harga Rp1.250,-

PORTFOLIO SAHAM

  • ARNA: 15.000 saham pada harga rata-rata Rp222,5/231* per saham
  • JTPE: 15.000 saham pada harga rata-rata Rp183/188* per saham
  • ADMF: 500 saham pada harga rata-rata Rp10.100/10.280* per saham
  • PANS: 8.500 saham pada harga rata-rata Rp1.260/1.268* per saham
  • SMSM: 500 saham pada harga rata-rata Rp645/791* per saham (harga rata-rata dihitung dengan memasukkan peluang pemasukan dari dividen)
  • LSIP: 500 saham pada harga rata-rata Rp2.025/2.041* per saham
  • TRST: 25.000 saham pada harga rata-rata Rp403,5/404* per saham

Catatan: *harga rata-rata asli dan harga rata-rata menyertakan biaya transaksi.

Transaksi 2 Desember 2011

Inilah lanjutan aksi jual-jualan. Hanya kesamber 1 lot saja.

TRANSAKSI

  • PANS: jual 500 saham pada harga Rp1.260,-

PORTFOLIO SAHAM

  • ARNA: 15.000 saham pada harga rata-rata Rp222,5/231* per saham
  • JTPE: 25.000 saham pada harga rata-rata Rp219,8/222* per saham
  • ADMF: 500 saham pada harga rata-rata Rp10.100/10.280* per saham
  • PANS: 9.500 saham pada harga rata-rata Rp1.258/1.264* per saham
  • SMSM: 500 saham pada harga rata-rata Rp645/791* per saham (harga rata-rata dihitung dengan memasukkan peluang pemasukan dari dividen)
  • LSIP: 500 saham pada harga rata-rata Rp2.025/2.041* per saham
  • TRST: 7.500 saham pada harga rata-rata Rp411,67/412* per saham

Catatan: *harga rata-rata asli dan harga rata-rata menyertakan biaya transaksi.

Transaksi 30 November 2011

Akhirnya saya mendapatkan pengganti saham PANS yang secara konyol saya jual kemarin, pada harga yang lebih murah pula. Beruntung lah saya jadi tidak rugi.

Perlu dicatat, saya memegang 1 lot perusahaan-perusahaan yang saya anggap sudah terkenal (seperti SMSM, LSIP, dan ADMF) adalah sebuah satu cara untuk memantau pergerakan harga saham tersebut, menciptakan ikatan kepemilikan, dan yang paling penting adalah cara untuk mendapat akses mengikut RUPS.

TRANSAKSI

  • PANS: beli 500 saham pada harga Rp1.210,-

PORTFOLIO SAHAM

  • ARNA: 15.000 saham pada harga rata-rata Rp222,5/231* per saham
  • JTPE: 25.000 saham pada harga rata-rata Rp219,8/222* per saham
  • ADMF: 500 saham pada harga rata-rata Rp10.100/10.280* per saham
  • PANS: 10.000 saham pada harga rata-rata Rp1.258/1.264* per saham
  • SMSM: 500 saham pada harga rata-rata Rp645/791* per saham (harga rata-rata dihitung dengan memasukkan peluang pemasukan dari dividen)
  • LSIP: 500 saham pada harga rata-rata Rp2.025/2.041* per saham
  • TRST: 7.500 saham pada harga rata-rata Rp411,67/412* per saham

Catatan: *harga rata-rata asli dan harga rata-rata menyertakan biaya transaksi.

Transaksi 29 November 2011

Hari ini penyakit jualan saya kambuh lagi. Tapi saya punya pemikiran lain tentang hal ini.

Mulai hari ini saya ingin kembali menekankan fokus portfolio pada saham lapis kedua sementara fokus pada saham besar (blue chip) akan diturunkan. Tapi saya belum matang tentang rencana ini, apakah perbandingannya saham besar vs lapis kedua nanti akan 30:70, atau 40:60, saya belum pas keputusannya. Yang penting saham lapis kedua harus lebih besar. Rencana ini penting karena dalam satu tahun ini saya bisa menaikkan aset secara signifikan dari saham lapis kedua, seperti CLPI. Saya memantapkan keputusan ini sejalan dengan pemikiran saya sejak lama bahwa saham lapis kedua mempunyai peluang kenaikan lebih besar dari sisi profitabilitas, meski risikonya juga tinggi. Tidak hanya Lo Kheng Hong yang menginspirasi saya. Lynch mengatakan hal serupa di buku One Up on Wall Street, meski tidak secara langsung. Ia mengatakan bahwa untuk saham-saham matured, seperti perusahaan blue chip, ia akan memegang dan memanfaatkan mereka untuk mendapatkan dividen dan kenaikan yang stabil. Sementara untuk mendapatkan peluang keuntungan signifikan, saham lapis kedua adalah tempatnya. Buffett juga mengatakan hal demikian, tapi ini terjemahan saya saja, dia bilang di pasar saham yang semakin tidak logis itulah tempat mendapatkan keuntungan besar. Intinya, kalau setuju dengan pemikiran ini, untuk mencapai hal ini kita harus hati-hati dalam memilih saham-saham tersebut.

Dari daftar portfolio yang masuk radar saya, saya cukup puas dengan saham perusahaan lapis kedua yang ada di portfolio saya. Sebut saja (dari awal saya kenal): ARNA, JTPE, TRST, PANS dan SMSM. Mereka adalah perusahaan-perusahaan bagus yang manajemennya telah menghasilkan pertumbuhan signifikan, secara stabil, dan juga ramah kepada pemegang saham. LSIP dan ADMF memang tidak masuk daftar LQ 45, tapi saya menganggap perusahaan ini adalah kategori besar dan sudah dikenal, banyak analis membahas saham ini. Semakin banyak analis membahas sebuah perusahaan, peluang mendapatkan keuangan besar mungkin berkurang, sebabnya sudah banyak investor yang memegang saham itu karena mengikuti saran dari para analis. Peluang terbaik adalah saham-saham yang dilupakan analis. Sebenarnya SMSM juga sudah banyak yang membahas, tapi saya menilai peluang keuntungan dari saham  ini masih ada peluang keuntungan yang banyak dari dividen dan pertumbuhannya.

Dalam rangka mencapai itu semua, saya memutuskan untuk keluar sejenak dari saham-saham yang saya anggap sudah terkenal. Saya punya rencana memanfaatkan kas untuk transaksi di masa yang akan datang, dan mengubah sedikit komposisi portfolio. Saya pasti akan masuk lagi di SMSM bila harganya cukup memadai lagi. Saya juga akan masuk di PGAS lebih banyak bila harganya jauh lebih murah lagi. Saya juga pasti akan masuk lagi di LSIP, karena ini saham favorit saya. Tapi hari ini saya menjual mereka semua.

Satu hal konyol terjadi, saya melepas 1 lot saham PANS di harga 1220 hari ini. Besok saya rencana mendapatkannya lagi di harga yang lebih masuk akal. Pendapat saya tentang PANS tidak berubah. Pertumbuhan Panin Sekuritas kemungkinan akan terhambat karena risiko pasar saham global yang masih bergejolak. Dalam evaluasi portfolio, terlihat pada kuartal ke-3 laba bersih saham ini menurun sebanyak -37%. Dari evaluasi lebih jauh, penurunan ini terjadi karena pada saat laporan akhir September itu, kondisi pasar saham sedang parah. Otomatis nilai aset Panin pasti akan jeblok. Hal ini masuk akal. Dari Laporan Keuangan kita dapat angka unrealized gain dari saham menurun 67M, sementara itu lini usaha manajemen investasi (reksadana) naik 46M. Wajar saja nilai penjualan mereka turun. Yang penting profil usaha perusahaan masih bagus. Saya tidak khawatir memegang saham ini, tapi ada pemikiran juga untuk menurunkan portfolio untuk menjaga peluang keuntungan lebih banyak di masa mendatang. Entahlah.

TRANSAKSI

  • LSIP: jual 500 saham pada harga Rp2.350,- (untung Rp150 per saham)
  • PANS: jual 500 saham pada harga Rp1.220,- (rugi 40 poin)
  • PGAS: jual 500 saham pada harga Rp3.000,- (untung 175-an per saham)
  • SMSM: jual 1.500 saham pada harga Rp1.310,- (impas)
  • SMSM: jual 4.500 saham pada harga Rp1.330,- (untung 10 poin)

PORTFOLIO SAHAM

  • ARNA: 15.000 saham pada harga rata-rata Rp222,5/231* per saham
  • JTPE: 25.000 saham pada harga rata-rata Rp219,8/222* per saham
  • ADMF: 500 saham pada harga rata-rata Rp10.100/10.280* per saham
  • PANS: 9.500 saham pada harga rata-rata Rp1.261/1.267* per saham
  • SMSM: 500 saham pada harga rata-rata Rp645/791* per saham (harga rata-rata dihitung dengan memasukkan peluang pemasukan dari dividen)
  • LSIP: 500 saham pada harga rata-rata Rp2.025/2.041* per saham
  • TRST: 7.500 saham pada harga rata-rata Rp411,67/412* per saham

Catatan: *harga rata-rata asli dan harga rata-rata menyertakan biaya transaksi.

Transaksi 27 Oktober 2011

Transaksi ini untuk menambah komposisi PANS dalam portfolio. Kenapa saya tidak menunggu harganya turun? P/E saham ini sangat rendah, sekitar 5x. Profitabilitas perusahaan juga sangat menjanjikan. Satu hal yang masih kurang enak adalah industri perusahaan, yaitu industri saham, sedang siaga menghadapi berbagai peluang terjadinya krisis. Tapi melihat kinerja perusahaan pada 2008/2009 saat terjadi krisis, terbukti perusahaan masih tahan menghadapinya dan membukukan keuntungan. Karena harga wajarnya saya percaya juag sangat menjanjikan, maka saya masih menjadikan saham ini sebagai prioritas dalam komposisi portfolio, yaitu sekitar 20 lot (10.000 saham).

Pada hari itu saya mengubah persepsi saya untuk kembali ke jalan yang benar, yaitu berinvestasi sebagai long term. Tapi saya tetap pada pendirian saya bahwa strategi seperti safe average down itu penting, sebagai strategi jangka menghadapi fluktuasi pasar, namun intinya adalah long term. Maka saya merasa memantau harian itu tidak penting. Bila menelaaah sejarah pembelian saya selama tiga bulan terakhir, terbukti saya pernah membeli di harga-harga fantastis, sangat murah. Tapi karena kecenderungan transaksi jangka pendek, maka beberapa saham murah tersebut akhirnya dilepas lagi. Tidak ada gunanya transaksi jangka pendek, kalau ternyata saham incaran kita akhirnya masih tetap meroket. Saya merasa transaksi mingguan saja sudah cukup untuk menyiasati komposisi saham kita dan menghadapi fluktuasi harga saham.

Mulai hari ini, 27 Oktober, saya akhirnya memutuskan untuk melengkapi portfolio saya disesuai dengan rencana komposisi portfolio. Misal untuk saham PGAS, saya punya rencana memegang 5 lot, saya sudah melengkapinya kemarin. PANS saya melengkapinya hari ini.

Selain itu, saya menggunakan sisa dana untuk mengkoleksi sebuah saham baru yang prospektif, yaitu saham perusahaan PT Selamat Sempurna, Tbk (SMSM). Ini adalah sebuah perusahaan produsen suku cadang otomotif khususnya, filter, radiator dan piranti knalpot. Pasar perusahaan ini lokal dan ekspor (75%, termasuk ke Eropa, Australia dan Amerika Serikat), sisanya diserap lokal. Perusahaan mempunyai kerjasama dengan beberapa perusahaan Jepang untuk asistensi teknologi. Perusahaan mempunyai pertumbuhaan bagus, profitabilitasnya tinggi, ROE-nya juga tinggi, dan rasio hutang tidak besar. Terbukti selama tiga tahun ini perusahaan mampu menjaga stabilitas pertumbuhan. Perusahaan juga sangat apresiatif terhadap investor, bahkan dalam dua tahun terakhir dividen dibagikan dalam tiga tahap. Sangat menarik. Bagaimana harga wajarnya? Kalau berdasarkan laporan tahunan 2010, harga wajarnya bertengger di sekitar RP1430 atau pada harga saham Rp1320, margin of safetynya adalah sekitar 8%. Namun perusahaan ini tumbuh fantastis, pendapatan tiga kuartal tahun ini membukukan peningkatan 45% (dari 71 menuju 103 per saham). Sangat menarik. Dengan menggunakan data terakhir ini, dengan metode twelve trailing month (TTM), harga wajarnya tumbuh menjadi Rp1.820-an, atau mempunyai margin of safety 38%. Dan satu lagi… perusahaan akan membagikan dividen sebanyak Rp50 pada 1 Desember 2011 nanti, cum-date adalah 17 November 2011 ini. Saat yang tepat untuk memiliki saham ini.

TRANSAKSI

  • PANS: beli 1.500 saham pada harga Rp1.250,-
  • PANS: beli 1.000 saham pada harga Rp1.260,-
  • SMSM: beli 5.000 saham pada harga Rp1.320,-

PORTFOLIO SAHAM

  • ARNA: 25.000 saham pada harga rata-rata Rp275,5/280* per saham
  • JTPE: 15.000 saham pada harga rata-rata Rp193/196* per saham
  • ADMF: 500 saham pada harga rata-rata Rp10.800/10.921* per saham
  • PANS: 7.500 saham pada harga rata-rata Rp1.260/1.267* per saham
  • PGAS: 1.500 saham pada harga rata-rata Rp2.716,67/2.727* per saham
  • SMSM: 5.000 saham pada harga rata-rata Rp1.320/1.323* per saham

Catatan: *harga rata-rata asli dan harga rata-rata menyertakan biaya transaksi.

Transaksi 21 Oktober 2011

Beberapa transaksi untuk menambah posisi PANS dan PGAS. Untuk PGAS, hal ini juga sebagai ganti dari kesalahan karena penjualan sebelumnya. Rencananya saya akan memegang 5 lot saham dalam portfolio.

Untuk ARNA, saya telah melakukan kalkulasi baru yang dihitung dari seluruh rekap transaksi saham ARNA sejak awal masuk portfolio. Hasil input ulang ini saya harap bisa secara jelas menunjukkan posisi harga rata-rata yang benar. Ternyata benar, harga rata-rata saham ARNA aslinya jauh lebih rendah, yaitu pada Rp275,5 atau Rp280 bila memperhitungkan biaya komisi pembelian/penjualan. Terlihat portfolio saya masih atraktif.

TRANSAKSI

  • PGAS: beli 500 saham pada harga Rp2.875,-
  • PANS: beli 500 saham pada harga Rp1.180,-
  • ARNA: jual 5.000 saham pada harga Rp340,-

PORTFOLIO SAHAM

  • ARNA: 25.000 saham pada harga rata-rata Rp275,5/280* per saham
  • JTPE: 15.000 saham pada harga rata-rata Rp193/196* per saham
  • ADMF: 500 saham pada harga rata-rata Rp10.800/10.921* per saham
  • PANS: 7.500 saham pada harga rata-rata Rp1.260/1.267* per saham
  • PGAS: 1.000 saham pada harga rata-rata Rp2.687,5/2.700* per saham

Catatan: *harga rata-rata asli dan harga rata-rata menyertakan biaya transaksi.

Strategi Safe Average Down

Setelah mengetahui strategi average down, kali ini kita coba membahas pengembangan strategi ini, yaitu strategi safe average down. Kata kunci dalam strategi ini adalah safe, yaitu faktor keselamatan atau keamanan dalam langkah investasi kita. Kaidah keamanan ini penting agar investasi kita mempunyai risiko lebih rendah. Tapi bagaimana keamanan ini bisa dicapai? Padahal kita menghadapi keadaan yang sama, yaitu volatilitas harga saham yang dinamis, kondisi makro ekonomi global yang masih amburadul, ancaman crash bursa yang masih bisa terjadi. Bagaimana kita bisa meminimalkan risiko?

Jawabannya, sama seperti seperti average down, penurunan risiko adalah dengan menurunkan harga rata-rata pembelian saham. Dengan sedikit variasi dalam operasi transaksi saham, ternyata ada peluang bisa menurunkan harga rata-rata, tapi juga tidak menambah volume portfolio. Inilah yang saya sebut safe average down. Berikut penjelasan strategi ini termasuk risiko dan tantangannya.
Lanjut membaca

Transaksi 10 Oktober 2011

Transaksi hari ini adalah untuk melepaskan LSIP dari portfolio sehubungan dengan diketahuinya kesalahan kalkulasi yang saya lakukan. Saya juga mengurangi kembali portfolio ARNA agar tidak terlalu gemuk. PANS juga dikurangi 1 lot untuk mengembalikan portfolio awal sejumlah 14 lot. Sejauh ini semua penjualan membukukan keuntungan, meskipun presentasenya sedikit. Yang penting tidak ada yang rugi, dan berhasil menurunkan rata-rata harga beli. Semua penjualan ini dilakukan setelah dilakukan analisa mendalam, terutama menindaklanjuti strategi average down.

TRANSAKSI

  • ARNA: jual 5.000 saham pada harga Rp300 per saham
  • LSIP: jual 2.000 saham pada harga Rp1.860 per saham
  • PANS: jual 500 saham pada harga Rp1.120 per saham

PORTFOLIO SAHAM

  • ARNA: 30.000 saham pada harga rata-rata Rp338,87/340* per saham
  • ADHI: 10.000 saham pada harga rata-rata Rp652,5/656* per saham
  • *(Lihat catatan di halaman portfolio untuk emiten ini)
  • JTPE: 20.000 saham pada harga rata-rata Rp196/198* per saham
  • ADMF: 1.000 saham pada harga rata-rata Rp10.400/10.445* per saham
  • PANS: 7.000 saham pada harga rata-rata Rp1.266/1.273* per saham

Catatan: *harga rata-rata adalah harga rata-rata asli dan harga rata-rata dihitung menyertakan biaya transaksi (jual/beli) agar penghitungan realisasi lebih akurat.