Transaksi 18 Januari 2012

Karena Kamis dan Jumat ini tidak bisa bertransaksi, maka Rabu kemarin adalah hari akhir untuk bertransaksi pada periode minggu ini. Kali ini saya menambah sedikit saham EKAD, mumpung harganya masih di bawah harga wajar dan akumulasi harga untuk seluruh transaksi menunjukkan harga rata-rata masih mempunyai margin of safety lebih dari 50%. Saya tempatkan penawaran beli pada paginya di harga yang sama dengan kondisi offer terakhir pada harga 330. Ternyata penawaran saya cocok. Bahkan sore harinya saham EKAD masih turun ke harga 320. Tidak ada penyesalan. Kalau EKAD naik terus, saya tidak akan menambah lagi. Kalau masih turun hingga di bawah 300, saya akan coba beli lagi hingga kisaran 50 lot.

Disclaimer: Ini bukan saran untuk bertransaksi beli/jual saham. Segala transaksi saham yang Anda lakukan adalah tanggungjawab Anda sendiri.

TRANSAKSI

  • EKAD: beli 5.000 saham pada harga Rp330,-

PORTFOLIO SAHAM

  • ARNA: 15.000 saham pada harga rata-rata Rp222,5/231* per saham
  • TRST: 25.000 saham pada harga rata-rata Rp402,5/404,95* per saham
  • JTPE: 5.000 saham diperoleh tanpa biaya (surplus) Rp31/15* per saham
  • ADMF: 500 saham pada harga rata-rata Rp10.100/10.280* per saham
  • PANS: 500 saham pada harga rata-rata Rp1.520/1.708* per saham
  • SMSM: 500 saham pada harga rata-rata Rp645/791* per saham (harga rata-rata dihitung dengan memasukkan peluang pemasukan dari dividen)
  • LSIP: 500 saham pada harga rata-rata Rp2.025/2.041* per saham
  • INDS: 2.000 saham pada harga rata-rata Rp3.568,75/3.575,88* per saham
  • EKAD: 15.000 saham pada harga rata-rata Rp300/300,6* per saham

Catatan: *harga rata-rata net asli dan harga rata-rata menyertakan biaya transaksi.

Transaksi 11 Januari 2012

Hari ini saya mulai menyemai saham baru dalam investasi saya yaitu dengan memasukkan sebuah perusahaan pembuat selotip bernama PT Ekadharma International Tbk (EKAD). EKAD bukan pemain baru di bursa Indonesia, mereka sudah terdaftar sejak 1990. Selain lini usaha utama pita perekat (atau lakban) dengan merk Daimaru Tape dan juga Eka Tape (saya punya perekat merk ini), mereka juga masuk ke usaha isi ulang tinta printer dengan brand Cartridge World. Perusahaan juga punya anak usaha di Malaysia dengan lini usaha yang sama, yaitu pita perekat.

Tentang detail perusahaan ini akan saya ulas dalam tulisan lain. Tapi yang jelas saya merasa cukup puas dengan keuangan perusahaan ini. Profitabilitasnya juga menarik, dengan komitmen dividen yang memadai. Lalu bagaimana harga wajarnya? Menurut kalkulasi saya, dengan harga saham 285, maka margin of safety 62,17%. Masih memuaskan untuk kategori saham kecil-tumbuh dalam manajemen portfolio saya.

Pada saat mau transaksi, eh ternyata listrik di tempat saya sedang ada pemadaman. Internet tewas. Padahal saya ada perlu untuk pekerjaan lain. Akhirnya saya memutuskan untuk mencoba bertransaksi via broker di sekuritas. Setelah telpon, dalam 15-an detik transaksi selesai. Transaksi kali ini saya berusaha mempraktekkan transaksi saham tanpa melibatkan emosi, lansung beli harga offer kanan. (Apa itu bertransaksi saham tanpa emosi, nanti saya ulas dalam tulisan lain). Lumayan deh, harga saham EKAD memang masih pada kisaran 280-an, langsung turun nilai investasi saya.

Kalau saham EKAD masih turun dalam beberapa hari kemudian, pasti saya akan beli lagi untuk melakukan strategi safe average down sampai batas rencana portfolio pada kisaran 30-50 lot. Kalau pada akhirnya naik, ya syukur. :)

Disclaimer: Ini bukan saran untuk bertransaksi beli/jual saham. Segala transaksi saham yang Anda lakukan adalah tanggungjawab Anda sendiri.

TRANSAKSI

  • EKAD: beli 10.000 saham pada harga Rp285,-

PORTFOLIO SAHAM

  • ARNA: 15.000 saham pada harga rata-rata Rp222,5/231* per saham
  • TRST: 20.000 saham pada harga rata-rata Rp393,13/396* per saham
  • JTPE: 5.000 saham diperoleh tanpa biaya (surplus) Rp31/15* per saham
  • ADMF: 500 saham pada harga rata-rata Rp10.100/10.280* per saham
  • PANS: 500 saham pada harga rata-rata Rp1.520/1.708* per saham
  • SMSM: 500 saham pada harga rata-rata Rp645/791* per saham (harga rata-rata dihitung dengan memasukkan peluang pemasukan dari dividen)
  • LSIP: 500 saham pada harga rata-rata Rp2.025/2.041* per saham
  • INDS: 1.000 saham pada harga rata-rata Rp3.525/3.532,5* per saham
  • EKAD: 10.000 saham pada harga rata-rata Rp285/285,57* per saham

Catatan: *harga rata-rata asli dan harga rata-rata menyertakan biaya transaksi.