Akhirnya saya menjual separuh dari portfolio Colorpak Indonesia Tbk (CLPI, Reuters) milik saya kemarin. Kenapa saya menjualnya? Bukankah saya sudah yakin akan makna memiliki sebagian perusahaan, yaitu mempertahankan kepemilikan selama-lamanya?
Saya mengalami dilema, bahkan saya melakukan debat panjang dengan istri saya soal satu ini. Ada pendapat bahwa harga CLPI saat ini sudah terlalu overvalued. Kalau dihitung dari harga wajar terbaru, yaitu pada kisaran 810-an. Harga saat ini 1890 sudah overvalued. Tapi Fisher pernah menulis yang kira-kira artinya demikian, “Setiap saham perusahaan bagus akhirnya akan selalu overvalued. Kalau kita menjual lalu berharap bisa masuk lagi di harga yang lebih murah, kebanyakan tidak akan pernah ada yang bisa masuk. Jadi kalau angka masih berbunyi, lebih baik dipertahankan saja. Bahkan seringkali selamanya” (Common Stocks and Uncommon Profits, Phil A. Fisher). Saya selalu ingin membuktikan teori Fisher ini. Tapi saya juga tidak ingin mengabaikan pesan istri, yang berpikir untuk kepentingan dan profit tentu saja, yaitu menjual sedikit demi sedikit sisa saham. Ini mirip dengan teori yang diangkat Graham tentang fluktuasi saham.
Akhirnya kami mencapai kata sepakat untuk melakukan penjualan separuh portfolio, sisa separuhnya kita pertahankan untuk menguji teori Fisher. Kompromi separuh-separuh ini mungkin perlu dilakukan. Separuh untuk mengambil untung dari harga sekarang. Separuh sisa portfolio CLPI nanti akan kami biarkan tanpa diotak-atik, dan tidak boleh diotak-atik selama performa dan kinerja CLPI masih berbunyi bagus, dengan tujuan untuk dipertahankan selama-lamanya. Apakah saya berencana akan membiarkannya bila harganya jatuh merosot hingga tidak terbayangkan potensi keuntungan yang hilang? Kemungkinan, berdasarkan teori yang saya percayai, saya harus membiarkannya. Apa saya tidak takut kehilangan potensi? Tentu saja takut. Sebagai ilustrasi saja, pada angka 800-an dan 1000-an dulu, saya juga sempat takut akan kehilangan potensi keuntungan. Tapi karena saya pernah menjual hampir separuh koleksi CLPI periode sebelumnya, maka saya yakin kali ini saya harus menahannya saja, dan terbayar sudah keyakinan saya.
Kenapa sebuah teori perlu diuji? Sebuah teori memang meyakinkan, dan tentu saja penulisnya sudah membuktikan hal itu. Saya tidak ragu akan hal itu. Saya bisa menjadi investor berbasis value investing seperti ini, dengan tanpa kekhawatiran saham jatuh atau bergejolak, karena percaya dengan teori-teori yang diberikan oleh mahaguru seperti Graham, Fisher, Buffett, dan Lynch. Graham, Fisher, Buffett dan Lynch, semua tentu pernah menguji teori-teori yang dipercayainya masing-masing, seiring dengan kesalahan-kesalahan yang mungkin mereka punya. Investasi adalah pengalaman. Saya mendapatkan pengalaman berharga dari kesalahan-kesalahan sebelumnya seperti menjual terlalu terburu-buru padahal kenaikan harga saham tidak seberapa, padahal saya membaca teori ini dari Graham dan Lynch. Setelah mengalaminya sendiri, pelajaran tersebut akan lebih bermakna dan sikap kita akan lebih impuls alih-alih berpikir. Jadi inilah saatnya menguji teori Fisher, dengan menghapus separuh dari keraguan untuk mengambil untung. Tentang teori Fisher ini lebih detailnya akan dibahas dalam tulisan lain.
Sisa sedikit dana dari dividen Arwana Citramulia Tbk (ARNA, Reuters) saya belikan sedikit saham ARNA untuk menyeimbangkan portfolio. Akhirnya saya memegang 50 lot atau 25.000 saham ARNA.
Transaksi
- ARNA : beli 2.500 saham pada harga Rp 345, total transaksi Rp862.500
- CLPI : jual 2.500 saham pada harga Rp 1.900, total transaksi Rp4.750.000
- CLPI : jual 5.000 saham pada harga Rp 1.920, total transaksi Rp9.600.000
- CLPI : jual 2.500 saham pada harga Rp 2.000, total transaksi Rp5.000.000
Realisasi Untung/Rugi
- CLPI : total harga rata-rata pembelian untuk 10.000 saham adalah Rp 3.750.000, total harga penjualan adalah Rp 19.350.000, realisasi keuntungan Rp 15.600.000 atau gain 416% (ya, empat kali lipat, sangat luar biasa!). Catatan perhitungan ini tanpa menghitung biaya transaksi, yaitu sejumlah Rp59.775. Saya tentu saja sangat beruntung masuk pada angka yang tepat dan bisa membukukukan keuntungan 4 kali lipat dalam 7 bulanan, ini hanya faktor beruntung saja. Dalam visi investasi saya, potensi keuntungan 20% hingga 40% saja sudah menarik, kalau dapat lebih ya tentu saja itu rejeki.
Portfolio Saham
- CLPI : 10.000 saham pada harga rata-rata Rp 375 per saham
- EPMT : 10.000 saham pada harga rata-rata Rp 816 per saham
- ARNA : 25.000 saham pada harga rata-rata Rp 354 per saham
Pemutakhiran 29/6: Penambahan beberapa kalimat saja agar tidak terlalu bombastis