Saham Gorengan

Ini topik yang ramai di beberapa forum daring karena seorang yang mengaku pakar menyebut saham KAEF sebagai goreng. Saham gorengan? Apa sih arti saham gorengan? Siapa penggorengnya? Gimana caranya menggoreng saham? Berapa lama saham digoreng itu? Apakah saham digoreng hingga gosong, atau cukup setengah matang atau hingga rasanya pas dan disajikan?

Ah itu lelucon dalam pikiran saya. Tapi benar, kok. Sebelum masuk berinvestasi saham saya selalu terpikir dengan hal ini, karena topik ini memang sering dibicarakan orang, baik forum resmi atau tidak resmi. Rumor sebuah saham gorengan menjadi menakutkan sehingga membuat banyak orang jengah lalu tidak jadi berinvestasi saham, takut uangnya hangus tergoreng.

Lanjut membaca

Transaksi 12 Juli 2011

Alasannya bisa dibaca di catatan transaksi sebelumnya. Saham ARNA hari ini agak terkoreksi hingga 345, saya mengambil kesempatan untuk menambah saham ini di posisi 350 sebanyak 15.000.

Transaksi

  • CLPI : jual 2.500 saham pada harga Rp 2.275 per saham. Realisasi keuntungan 505%.
  • CLPI : jual 2.500 saham pada harga Rp 2.325 per saham. Realisasi keuntungan 520%.
  • ARNA: beli 15.000 saham pada harga Rp 350 per saham.

Portfolio Saham

  • CLPI : 2.500 saham pada harga rata-rata Rp 375,48 per saham
  • TRST: 5.000 saham pada harga rata-rata Rp415 per saham
  • ARNA : 50.000 saham pada harga rata-rata Rp 352,2 per saham
  • FORU: 35.000 saham pada harga rata-rata Rp122 per saham
  • AISA: 5.000 saham pada harga rata-rata Rp660 per saham

Transaksi 11 Juli 2011

Dalam dunia investasi tidak ada pakem yang selalu tepat kecuali memegang filosofi dasar yaitu beli murah dan jual pada harga lebih mahal. Pada prinsipnya memang hal-hal baik yang harus kita jadikan landasan, yaitu sabar, bisa menahan emosi, tidak serakah, juga mempercayai teori-teori investasi yang bukan spekulatif. Seperti juga halnya ada statistik bahwa memegang saham lebih lama adalah lebih baik daripada transaksi jual/beli secara aktif. Namun selanjutnya, meski saya percaya pada suatu strategi, tetapi langkah investasi yang saya lakukan bisa berkata lain karena ada kesempatan, masalah, kesalahan, dan seterusnya. Saya selalu percaya strategi memegang saham jangka panjang. Langkah investasi saya selalu berjejak demikian, lebih banyak transaksi beli daripada menjual. Periode saham yang saya pegang pun pasti lama, lebih dari 3 bulan, bahkan lebih dari 6 bulanan. Namun saya harus mengkoreksi beberapa keputusan yang lalu tentang langkah investasi saya, terutama menyangkut saham CLPI yang rencananya akan saya pegang lebih lama. Ada beberapa pertimbangan ini yang mengubah hal ini:

  • Kekhawatiran musim bullish karena kinerja IHSG yang memecahkan rekor di atas 4000 poin Jumat lalu. Kalau bullish berkepanjangan, maka saya harus membagi risiko dana saya ke instrumen yang lebih aman.
  • Untuk mencapai instrumen yang aman, maka diperlukan melepas beberapa saham dalam portfolio, khususnya yang sudah menunjukkan profit bagus. Satu-satunya adalah CLPI dengan gain lebih dari 450% (bahkan hampir 500%)
  • Lalu saya juga mengubah posisi saya untuk saham CLPI, akhirnya saya memutuskan akan melepas seluruh saham ini. Alasannya: harga sudah overvalued. Dari sisi fundamental memang tidak ada hal yang mewajibkan saya khawatir. Peluang dividen dalam beberapa hari ke depan terpaksa saya lupakan. Sementara untuk memegang saham ini lebih lama, meski ini adalah strategi favorit yang anti stress, tapi karena belum ada dana investasi dari sumber lain, maka alternatif diversifikasi adalah dari pencairan saham yang paling menguntungkan, yaitu CLPI.
  • Dana kas juga diperlukan untuk mengantisipasi perubahan ekonomi atau potensi gejolak ekonomi yang parah di masa yang akan datang, barangkali hal itu ada. Tapi semoga saja tidak terjadi. Seperti kita tahu perekonomian Eropa sedang terluka. Juga Amerika Serikat yang defisit hebat sementara menghadapi problem hutang baru yang belum beres. China juga menghadapi ancaman serius dengan perekonomian mereka, terutama karena bubble sektor properti dan juga kaitan China dengan obligasi A.S. Dengan kompleksnya potensi risiko ini, saya harus mempunyai dana cukup. Gunanya apa? Seandainya katakan pasar saham jatuh 50% nilainya, maka saya punya dana tambahan untuk membeli saham-saham yang nantinya akan jatuh. Ini juga sesuai dengan prinsip diversifikasi yang disarankan Graham, dia berkata untuk investor aktif, setidaknya 25% obligasi dan 75% saham, atau sebaliknya, tergantung kondisi ekonomi yang diantisipasi.
Setelah mengkaji lebih lama, akhirnya saya juga melepas saham EPMT dan MRAT. Alasan singkat, pertumbuhan dua saham ini ternyata kurang cukup untuk mencapai keuntungan maksimal yang saya harapkan. Saya agak terlalu optimis dalam keputusan-keputusan sebelumnya.

Transaksi

  • MRAT: jual 5.000 saham pada harga Rp540 per saham. Realisasi keuntungan 1%.
  • EPMT: jual 10.000 saham pada harga Rp820 per saham. Postif tapi realisasi keuntungan hampir tidak ada.
  • CLPI : 2.500 saham pada harga rata-rata Rp 2175 per saham. Realisasi keuntungan 479%.

Portfolio Saham

  • CLPI : 7.500 saham pada harga rata-rata Rp 375,48 per saham
  • TRST: 5.000 saham pada harga rata-rata Rp415 per saham
  • ARNA : 35.000 saham pada harga rata-rata Rp 353,21 per saham
  • FORU: 35.000 saham pada harga rata-rata Rp122 per saham
  • AISA: 5.000 saham pada harga rata-rata Rp660 per saham

Transaksi 23 Juni 2011

Akhirnya saya menjual separuh dari portfolio Colorpak Indonesia Tbk (CLPI, Reuters) milik saya kemarin. Kenapa saya menjualnya? Bukankah saya sudah yakin akan makna memiliki sebagian perusahaan, yaitu mempertahankan kepemilikan selama-lamanya?

Saya mengalami dilema, bahkan saya melakukan debat panjang dengan istri saya soal satu ini. Ada pendapat bahwa harga CLPI saat ini sudah terlalu overvalued. Kalau dihitung dari harga wajar terbaru, yaitu pada kisaran 810-an. Harga saat ini 1890 sudah overvalued. Tapi Fisher pernah menulis yang kira-kira artinya demikian, “Setiap saham perusahaan bagus akhirnya akan selalu overvalued. Kalau kita menjual lalu berharap bisa masuk lagi di harga yang lebih murah, kebanyakan tidak akan pernah ada yang bisa masuk. Jadi kalau angka masih berbunyi, lebih baik dipertahankan saja. Bahkan seringkali selamanya” (Common Stocks and Uncommon Profits, Phil A. Fisher). Saya selalu ingin membuktikan teori Fisher ini. Tapi saya juga tidak ingin mengabaikan pesan istri, yang berpikir untuk kepentingan dan profit tentu saja, yaitu menjual sedikit demi sedikit sisa saham. Ini mirip dengan teori yang diangkat Graham tentang fluktuasi saham.

Akhirnya kami mencapai kata sepakat untuk melakukan penjualan separuh portfolio, sisa separuhnya kita pertahankan untuk menguji teori Fisher. Kompromi separuh-separuh ini mungkin perlu dilakukan. Separuh untuk mengambil untung dari harga sekarang. Separuh sisa portfolio CLPI nanti akan kami biarkan tanpa diotak-atik, dan tidak boleh diotak-atik selama performa dan kinerja CLPI masih berbunyi bagus, dengan tujuan untuk dipertahankan selama-lamanya. Apakah saya berencana akan membiarkannya bila harganya jatuh merosot hingga tidak terbayangkan potensi keuntungan yang hilang? Kemungkinan, berdasarkan teori yang saya percayai, saya harus membiarkannya. Apa saya tidak takut kehilangan potensi? Tentu saja takut. Sebagai ilustrasi saja, pada angka 800-an dan 1000-an dulu, saya juga sempat takut akan kehilangan potensi keuntungan. Tapi karena saya pernah menjual hampir separuh koleksi CLPI periode sebelumnya, maka saya yakin kali ini saya harus menahannya saja, dan terbayar sudah keyakinan saya.

Kenapa sebuah teori perlu diuji? Sebuah teori memang meyakinkan, dan tentu saja penulisnya sudah membuktikan hal itu. Saya tidak ragu akan hal itu. Saya bisa menjadi investor berbasis value investing seperti ini, dengan tanpa kekhawatiran saham jatuh atau bergejolak, karena percaya dengan teori-teori yang diberikan oleh mahaguru seperti Graham, Fisher, Buffett, dan Lynch. Graham, Fisher, Buffett dan Lynch, semua tentu pernah menguji teori-teori yang dipercayainya masing-masing, seiring dengan kesalahan-kesalahan yang mungkin mereka punya. Investasi adalah pengalaman. Saya mendapatkan pengalaman berharga dari kesalahan-kesalahan sebelumnya seperti menjual terlalu terburu-buru padahal kenaikan harga saham tidak seberapa, padahal saya membaca teori ini dari Graham dan Lynch. Setelah mengalaminya sendiri, pelajaran tersebut akan lebih bermakna dan sikap kita akan lebih impuls alih-alih berpikir. Jadi inilah saatnya menguji teori Fisher, dengan menghapus separuh dari keraguan untuk mengambil untung. Tentang teori Fisher ini lebih detailnya akan dibahas dalam tulisan lain.

Sisa sedikit dana dari dividen Arwana Citramulia Tbk (ARNA, Reuters) saya belikan sedikit saham ARNA untuk menyeimbangkan portfolio. Akhirnya saya memegang 50 lot atau 25.000 saham ARNA.

Transaksi

  • ARNA : beli 2.500 saham pada harga Rp 345, total transaksi Rp862.500
  • CLPI : jual 2.500 saham pada harga Rp 1.900, total transaksi Rp4.750.000
  • CLPI : jual 5.000 saham pada harga Rp 1.920, total transaksi Rp9.600.000
  • CLPI : jual 2.500 saham pada harga Rp 2.000, total transaksi Rp5.000.000

Realisasi Untung/Rugi

  • CLPI : total harga rata-rata pembelian untuk 10.000 saham adalah Rp 3.750.000, total harga penjualan adalah Rp 19.350.000, realisasi keuntungan Rp 15.600.000 atau gain 416% (ya, empat kali lipat, sangat luar biasa!). Catatan perhitungan ini tanpa menghitung biaya transaksi, yaitu sejumlah Rp59.775. Saya tentu saja sangat beruntung masuk pada angka yang tepat dan bisa membukukukan keuntungan 4 kali lipat dalam 7 bulanan, ini hanya faktor beruntung saja. Dalam visi investasi saya, potensi keuntungan 20% hingga 40% saja sudah menarik, kalau dapat lebih ya tentu saja itu rejeki.

Portfolio Saham

  • CLPI : 10.000 saham pada harga rata-rata Rp 375 per saham
  • EPMT : 10.000 saham pada harga rata-rata Rp 816 per saham
  • ARNA : 25.000 saham pada harga rata-rata Rp 354 per saham

Pemutakhiran 29/6: Penambahan beberapa kalimat saja agar tidak terlalu bombastis :)

Hasil RUPS CLPI 2010

Berikut adalah hasil resmi Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Colorpak Indonesia Tbk (CLPIReuters) yang diadakan di Hotel Mulia, Senayan, pada 14 Juni 2011 lalu:

  • Menerima pertanggungjawaban direksi untuk masa kerja tahun buku 2010
  • Mengesahkan susunan direksi untuk periode tahun buku 2011
  • Hasil keuntungan tahun buku 2010 total sebesar  Rp8,53 miliar akan dibagikan sebagai dividen, dividen ini setara dengan Rp27,8 per saham. Nilai dividen adalah 30% dari laba perusahaan untuk tahun buku 2010 sebesar Rp 28,34 miliar. Dari jumlah itu Rp 18,48 miliar akan digunakan sebagai modal kerja, Rp 1,42 miliar sebagai laba ditahan.
  • Tanggal cum-dividen adalah 15 Agustus 2011 (berubah dari sebelumnya 9 Ags). Distribusi dividen pada 9 September 2011 (tetap).

PEMUTAKHIRAN 15/6: Data diperbaiki. Belum ada pengumuman di situs BEI.

PEMUTAKHIRAN 17/6: Pemutakhiran data dari informasi resmi yang terdaftar di BEI dan diumumkan di media.

RUPS dan Public Expose CLPI 2010

Disclaimer: pada saat ini saya mengkoleksi saham CLPI sejumlah 40 lot (20.000). Karena alasan inilah maka artikel ini dibuat. Blog ini akan berusaha memuat setiap berita mutakhir dari emiten yang dimilikinya agar bisa tercatat sejarah emiten berikut aksi investasi yang dilakukan.

Manajemen PT Colorpak Indonesia, Tbk (CLPImengumumkan panggilan resmi Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan 2010 yang akan diadakan pada: Selasa, 14 Juni 2011 pukul 10:00 WIB di Hotel Mulia, Ruang Leatris Mezzanine Level Senayan , Jakarta. Detil bisa dibaca dari salinan panggilan RUPS CLPI di harian Investor dan Bisnis Indonesia.

Acara public expose akan diadakan pada tempat dan hari yang sama pada pukul 11:00 WIB. Bagi yang tertarik ingin mempelajari profil CLPI sekilas, ada materi public expose CLPI terbaru (430 KB). Dari data yang disajikan terlihat performa mereka memang sangat memuaskan. Bisnis coating dan resin memang agak menurun. Bisnis film tampaknya memang tumbuh pesat, karena inilah mungkin alasan CLPI memutuskan membuat anak usaha baru dengan nama PT Colorpak Flexible Indonesia. Semua indikator positif. Saya rasa keputusan hingga saat ini untuk menahan CLPI masih tepat.

Saya ingin hadir di RUPS dan Public Expose untuk mempelajari lebih jauh perusahaan ini.

Transaksi 23 Mei 2011

Saya memang punya rencana mengumpulkan Arwana Citramulia, Tbk (ARNA) dalam koleksi saya. Ternyata harga pembelian sebelumnya masih terlalu tinggi, dan harga turun hingga ke 340-an. Tak masalah, mumpung ada bujet, saya tambah koleksi ARNA saya sedikit. Saya juga menukar dana dari menjual sedikit koleksi CLPI buat pembelian ARNA ini.

Saya merasa ARNA punya peluang lebih bagus daripada saham baru yang saya temukan lainnya, seperti EPMT misalnya. Maka saya berusaha menambahnya dalam waktu singkat. Meski harga sahamnya jatuh, saya berusaha membelinya lagi karena toh hal itu akan mengurangi nilai rata-rata pembelian saya.

Transaksi

  • ARNA : beli 5.000 saham pada harga Rp 355
  • ARNA : beli 2.500 saham pada harga Rp 340
  • CLPI : jual 2.500 saham pada harga Rp 830

Realisasi Untung/Rugi

  • CLPI : harga rata-rata Rp375 jual Rp 830, untung 121,33%.

Portfolio Saham

  • CLPI : 20.000 saham pada harga rata-rata Rp 375 per saham
  • EPMT : 10.000 saham pada harga rata-rata Rp 816 per saham
  • ARNA : 12.500 saham pada harga rata-rata Rp 364 per saham
  • GIAA: 5.000 saham pada harga rata-rata Rp 600 per saham

 

Transaksi 13 Mei 2011

Transaksi

  • EPMT : beli 1.000 saham pada harga Rp 820, total transaksi Rp 820.000, komisi Rp 1.640.
  • CLPI: jual 2.500 saham pada harga Rp 800, total transaksi Rp 2.000.000, komisi Rp 6.000.

Realisasi Untung/Rugi

  • CLPI: beli pada harga rata-rata Rp275.3, jual pada Rp 800, untung Rp 524.7 atau keuntungan 113.16% (sangat memuaskan!).

Portfolio Saham

  • CLPI : 22.500 saham pada harga rata-rata Rp 375,33 per saham
  • EPMT : 3.500 saham pada harga rata-rata Rp 810 per saham
  • GIAA: 5.000 saham pada harga rata-rata Rp 600 per saham

 

RUPS CLPI 2010

Pada 5 Mei 2011 (kemarin) pihak Manajemen PT Colorpak Indonesia, Tbk (CLPI) mengumumkan undangan Rapat Umum Pemegang Saham CLPI di situs BEI, jadwal RUPS tersebut adalah:

Hari/Tanggal/Waktu: Selasa, 14 Jun 2011 Waktu: 10:00 WIB
Tempat: Hotel Mulia Jakarta, Ruang Leatris, Mezzanine Level
Tanggal Daftar Pemegang Saham (DPS) yang berhak hadir dalam RUPS (Recording date): 27 Mei 2011 pukul 16:00 WIB

Pemutahkiran 11 Mei 2011: data di atas sudah saya perbarui sesuai dengan pengumuman terakhir yang diumumkan oleh manajemen CLPI untuk meralat pengumuman sebelumnya. Terima kasih.

Laporan Tahunan CLPI 2010

Manajemen PT Colorpak Indonesia, Tbk (CLPI) pada 29 April 2011 lalu telah mengumumkan Laporan Tahunan periode 2010 (7,7 MB) di situs BEI.

Dalam waktu yang hampir sama, mereka juga menerbitkan laporan catur wulan pertama 2011, LAPORAN KEUANGAN CLPI 31 MARET 2011.pdf (950 KB).

Selamat mempelajari dan selamat berakhir pekan!