Transaksi 6 Oktober 2011

Transaksi ini bertujuan untuk menurunkan harga rata-rata portfolio. Penjualan dilakukan untuk menetralisir posisi portfolio, dengan mengambil keuntungan jangka pendek dan menjaga ketersediaan kas. Jadi tidak ada penjualan saham-saham di bawah ini yang dijual lebih murah dari harga awalnya, meski kalau dilihat dari harga rata-rata tentu banyak yang lebih murah. Misal saya membeli ADMF pada 9500, saya menjualnya pada harga 9800, masih untung Rp300. Keputusan melangkah dalam jangka pendek ini berhubungan dengan strategi safe average down, yang teorinya akan saya sampaikan dalam tulisan lain. Keputusan ini tentu saja bisa berujung pada kesalahan, terutama bila saham-saham bergerak naik dan saya tidak dapat masuk lagi. Tapi kita tidak tahu masa depan. Situasi pasar juga masih diwarnai aroma bearish. Kondisi ekonomi global terdengar makin mengkhawatirkan. Kenaikan seringkali diikuti penurunan dan sebaliknya.

Pada transaksi kali ini saya juga keluar dari TRST. Sebenarnya ini perusahaan bagus, fundamental dan bisnisnya cukup cerah dengan growth yang mantap. Tapi saya butuh kas. Saya tentu akan berusaha masuk lagi bila saham TRST menuju harga yang lebih menarik lagi dibanding harga 415 ketika saya masuk pada 27 Juni 2011 lalu. Tapi kita lihat saja situasi yang akan datang.

TRANSAKSI

  • ADMF: jual 500 saham pada harga Rp9800 per saham
  • ARNA: jual 5.000 saham pada harga Rp290 per saham
  • JTPE: jual 5.000 saham pada harga Rp200 per saham
  • JTPE: jual 25.000 saham pada harga Rp205 per saham
  • LSIP: jual 500 saham pada harga Rp1820 per saham
  • LSIP: jual 500 saham pada harga Rp1820 per saham
  • PANS: jual 3.000 saham pada harga Rp1110 per saham
  • TRST: jual 5.000 saham pada harga Rp425 per saham

PORTFOLIO SAHAM

  • ARNA: 35.000 saham pada harga rata-rata Rp333,32/334* per saham
  • ADHI: 10.000 saham pada harga rata-rata Rp652,5/656* per saham
  • *(Lihat catatan di halaman portfolio untuk emiten ini)
  • JTPE: 20.000 saham pada harga rata-rata Rp196/198* per saham
  • ADMF: 1.000 saham pada harga rata-rata Rp10.400/10.445* per saham
  • PANS: 7.500 saham pada harga rata-rata Rp1.256/1.262* per saham
  • LSIP: 2.000 saham pada harga rata-rata Rp1.837/1.843* per saham

Catatan: *harga rata-rata adalah harga rata-rata asli dan harga rata-rata dihitung menyertakan biaya transaksi (jual/beli) agar penghitungan realisasi lebih akurat.

Transaksi 4 Oktober 2011

Transaksi rutin untuk menurunkan harga rata-rata portfolio. Saya juga melakukan penjualan beberapa saham untuk menetralisir posisi portfolio agar tidak terlalu besar. Ini semua bagian dari strategi penurunan harga rata-rata saham saya.

TRANSAKSI

  • ADMF: beli 500 saham pada harga Rp9500 per saham
  • ARNA: beli 5.000 saham pada harga Rp300 per saham
  • ARNA: beli 5.000 saham pada harga Rp280 per saham
  • JTPE: beli 5.000 saham pada harga Rp182 per saham
  • LSIP: beli 500 saham pada harga Rp1750 per saham
  • ADHI: jual 10.000 saham pada harga Rp465 per saham. Posisi agak merugi, tapi secara perhitungan karena seluruh harga rata-rata masih turun, akhirnya strategi ini masih aman. Sekaligus bisa menurunkan komposisi portfolio saham ini.
  • FORU: jual 5.000 saham pada harga Rp123-Rp130 per saham, total merugi Rp17.564 dari transaksi ini, karena faktor biaya transaksi. Seluruh portfolio saham sudah dijual habis. Selama ini FORU sudah memberi keuntungan cukup bagus bagi saya ketika menjualnya di harga 150-160 per saham. Sebenarnya perusahaan ini bagus, tidak pernah merugi. Tapi margin keuntungannya sangat kecil. Karena faktor pertumbuhan yang kurang memuaskan akhirnya saya melepaskan saham ini. Terima kasih FORU.
  • JTPE: jual 5.000 saham pada harga Rp197 per saham
  • PANS: jual 1.500 saham pada harga Rp1.080 per saham
  • PANS: jual 500 saham pada harga Rp1.090 per saham

PORTFOLIO SAHAM

  • TRST: 5.000 saham pada harga rata-rata Rp415,83 per saham
  • ARNA: 40.000 saham pada harga rata-rata Rp328,56 per saham
  • ADHI: 10.000 saham pada harga rata-rata Rp656,13 per saham
  • *(Lihat catatan di halaman portfolio untuk emiten ini)
  • JTPE: 50.000 saham pada harga rata-rata Rp202,65 per saham
  • ADMF: 1.500 saham pada harga rata-rata Rp10.220 per saham
  • PANS: 10.500 saham pada harga rata-rata Rp1.218 per saham
  • LSIP: 3.000 saham pada harga rata-rata Rp1837 per saham

Catatan: harga rata-rata sudah dihitung menyertakan biaya transaksi (jual/beli) agar penghitungan realisasi lebih akurat.

Perubahan Komposisi Portfolio

Seperti telah saya tulis dalam Antisipasi Krisis, investor harus siap menghadapi apa pun yang terjadi di bursa. Apakah itu gejolak bullish atau bearish, bahkan crash. Apakah bursa kita akan crash? Sampai saat ini saya tidak tahu. Saya juga tidak berani meramal. Yang penting, seperti dalam tulisan tersebut, kita sebagai investor harus siap, termasuk mengelola dan mengatur dana kita agar tujuan investasi jangka panjang kita tercapai.

Dalam tulisan itu saya menyebutkan telah menyisihkan 25% dana dalam bentuk kas. Awalnya dana tersebut saya titipkan di reksadana pendapatan tetap. Kinerjanya sih bagus. Namun dua minggu lalu saya pantau ternyata reksadana tersebut juga terpengaruh oleh gejolak pasar. Akhirnya saya memutuskan untuk mengeluarkan dana cadangan itu. Lebih-lebih karena gejolak pasar belakangan ini saya memutuskan untuk menjadikannya kas murni di dalam rekening. Lebih aman. Untunglah meski hanya sebulan lebih reksadana tersebut sudah membukukan untung Rp400.000-an. Seiring waktu saya juga menguangkan beberapa saham (ARNA, FORU) menjadi kas, untuk menambah komposisi dana siaga ini. Kini 50% portfolio kelolaan sudah berbentuk kas.

Setelah seluruh dana cair pada 28 September 2011 (kemarin), akhirnya dana tersebut saya pindah ke rekening efek semuanya. Ini adalah untuk strategi jaga-jaga. Saya tak tahu apakah saya akan mulai masuk pasar dalam waktu dekat. Ataukah saya masih jaga-jaga saja. Terjadinya crash pasar modal tidak terjadi dalam sehari, atau dua hari. Pada krisis 2008-2009 periode kurva U-nya saja terjadi dalam 6 bulan lebih. Apakah nanti akan mriip? Ataukah nanti tidak terjadi crash bursa? Kita lihat situasinya nanti.

Tulisan ini dibuat untuk memperlihatkan strategi yang saya lakukan dalam mengatur investasi saya. Halaman portfolio investasi telah dimutakhirkan mengikuti perubahan komposisi portfolio ini.

Transaksi 6 September 2011

Saham Arwana Citramulia, Tbk (ARNA) memang menunjukkan gejala mulai menanjak beberapa hari sebelumnya. Sore hari itu tiba-tiba saja pergerakan saham ARNA melejit. Inilah hasil penantian panjang bergeraknya saham ARNA. Ada dua kemungkinan yang saya antisipasi dengan hal ini: 1) ARNA akan bergerak terus ke atas. Artinya, saham ARNA mungkin akan menyentuh atau bisa melewati harga wajarnya. 2) Pergerakan ini hanya sementara, lalu bisa turun lagi.

Akhirnya saya mengambil langkah pragmatis menghadapi fluktuasi harga saham seperti yang diutarakan Ben Graham dalam Intelligent Investor, jual sedikit ketika bergerak naik. Kenapa saya jual? Bukankah saya bisa menahannya agak lebih lama (ala filosofi Fisher), toh performa perusahaan ini hingga saat ini masih bagus. Jawabnya, selain karena pragmatis, saya juga berusaha mengurangi volume portfolio saham ini, karena porsinya sudah sangat besar, lebih dari 50% portfolio, yang artinya berisiko bila tebakan untuk bersadar pada saham ARNA tidak tepat. Manajemen portfolio saham mau tak mau bisa dianggap sebagai sebuah permainan tebakan. Bisa saja tebakan saya benar, seperti pada kasus CLPI lalu, atau bisa jadi saya salah. Maka langkah paling tepat adalah meminimalisasi risiko. Risiko bisa dikurangi dengan dua cara: bila harga saham jatuh kita bisa menambah koleksi, atau average down; bila harga naik, kita bisa menjualnya dan mengalihkan dananya ke saham lain atau membelinya lagi di harga lebih rendah (bila volumenya tidak terlalu tinggi). Saya akan menjual sedikit saham ini, sekitar 10 lot atau 5.000 saham saja, lalu kita lihat situasi setelahnya.

Layar Perdagangan ARNA pada 3:17:29 PM

Layar Perdagangan ARNA pada 3:17:29 PM

Pada sore itu sebelum pukul 15:00 (kalau tak salah) harganya sudah menyentuh 440-an. Posisi bid terlihat penuh. Posisi offer kosong atau hanya ada satu baris saja pada harga 450-an. Saya tempatkan penawaran jual pada 450-an. Setelah menunggu beberapa menit karena sudah ada beberapa hampir 200 lot yang menunggu, akhirnya seluruh penawaran saya terserap. Inilah realisasi keuntungan pertama dari saham ARNA yang saya koleksi sejak 20 Mei lalu. Ternyata pada hari ini saham ARNA dikenakan sanksi Auto Rejection setelah harga 450 tercapai. Saya beruntung bisa melepas pada harga tersebut, harga tertingginya. Volume transaksi ARNA pada hari ini menunjukkan angka fantastis, yaitu 44.866.000 lembar saham, atau hampir 20% dari total saham publik yang beredar. Tapi mungkin saja dari volume tersebut tidak murni aksi jual murni (jual dan lepas saja), bisa saja aksi spekulasi ambil keuntungan terjadi, yaitu jual kemudian beli dan jual lagi, yang bisa menambahkan volume.

Saya masih akan mengantisipasi terus pergerakan saham ini.

Hasil dana dari ARNA saya gunakan untuk menambah portfolio Panin Sekuritas (PANS).

TRANSAKSI

  • ARNA: jual 5.000 saham pada harga Rp450 per saham, total realisasi keuntungan Rp109,46 per saham (pada harga beli Rp340,54) atau 32,14%.
  • PANS: beli 2.000 saham pada harga Rp1.290 per saham.

PORTFOLIO SAHAM

  • TRST: 5.000 saham pada harga rata-rata Rp415 per saham
  • ARNA: 65.000 saham pada harga rata-rata Rp340,54 per saham
  • FORU: 7.500 saham pada harga rata-rata Rp122 per saham
  • ADHI: 5.000 saham pada harga rata-rata Rp750 per saham
  • JTPE: 12.000 saham pada harga rata-rata Rp210 per saham
  • ADMF: 500 saham pada harga rata-rata Rp11.400 per saham
  • PANS: 7.000 saham pada harga rata-rata Rp1289,29 per saham

Transaksi 12 Agustus 2011

Sejak pagi tadi saya memasang beberapa perintah beli untuk ARNA dan JTPE, tapi ternyata hanya dua perintah yang cocok dan terlaksana.

TRANSAKSI

  • JTPE: beli 2.000 saham pada harga Rp 210 per saham, total transaksi Rp 420.840.
  • ARNA: beli 5.000 saham pada harga Rp 305 per saham, total transaksi Rp 1.528.050.

PORTFOLIO SAHAM

  • TRST: 5.000 saham pada harga rata-rata Rp415 per saham
  • ARNA: 70.000 saham pada harga rata-rata Rp 340,54 per saham
  • FORU: 35.000 saham pada harga rata-rata Rp122 per saham
  • ADHI: 5.000 saham pada harga rata-rata Rp750 per saham
  • JTPE: 12.000 saham pada harga rata-rata Rp 210 per saham

Transaksi 8 Agustus 2011

Bursa dunia terguncang. Aksi jual dan kepanikan menyebabkan hampir seluruh indeks bursa saham di berbagai penjuru dunia merah berdarah selama dua hari terakhir. Apakah ini awal dari sebuah resesi? Saya tidak tahu. Apakah ini gejala sesaat? Saya juga kurang jelas. Apakah ada orang yang bisa meramalkan hal-hal baik nanti? Ataukah mereka yang meramalkan hal buruk itu benar? Saya juga buta tentang hal ini.

Yang jelas tidak ada seorang pun yang akan tahu nasib kita di depan. Saya yakin seorang Gubernur Bank Sentral pun tidak akan tahu apa besok bursa akan anjlok atau naik. Itulah pakem dasar yang kita percaya. Lalu bagaimana kita bersikap? Di tengah segala kebingungan, ada satu metode operasi investasi yang sederhana: cari perusahaan yang bagus, perusahaan yang pertumbuhan stabil dan menjanjikan, yang harganya masih di bawah harga wajar. Bila kita percayai ini semua, kita bisa melangkah tanpa peduli kekhawatiran. Itulah selama ini yang selalu kita laksanakan, bukan?

Hari ini pun saya menggunakan landasan operasi investasi di atas dalam mengevaluasi portfolio investasi, termasuk pembelian pada hari ini.

Lanjut membaca

Transaksi 3 Agustus 2011

Pagi hari kemarin saham-saham sempat rontok. Jatuhnya pun lumayan banyak. Ada salah satu saham saya nilainya turun hingga 4%, rata-rata turun 1-2%. Parah. Begitu mengetahui kesempatan ini, saya menengok harga saham Arwana Citramulia Tbk (ARNA), harganya sempat mampir ke 345 lalu kembali ke 350-an. Padahal kinerja saham ARNA saat ini masih belum begitu overvalued. Saya pikir ini adalah kesempatan bagus untuk menaikkan jumlah portfolio saya. Saya memasang penawaran beli di harga 345 sebanyak 10 lot, dan juga sisanya di angka 335. Ternyata hanya penawaran 345 saja yang terpenuhi.

TRANSAKSI

  • ARNA : beli 5.000 saham pada harga Rp 345 per saham.

PORTFOLIO SAHAM

  • TRST: 5.000 saham pada harga rata-rata Rp415 per saham
  • ARNA : 55.000 saham pada harga rata-rata Rp 351,59 per saham
  • FORU: 35.000 saham pada harga rata-rata Rp122 per saham
  • AISA: 5.000 saham pada harga rata-rata Rp660 per saham
  • ADHI: 5.000 saham pada harga rata-rata Rp750 per saham
  • BRNA: 5.000 saham pada harga rata-rata Rp1.600 per saham

Evaluasi Kinerja Emiten Portfolio BolaSalju.com Triwulan ke-2 2011

Beberapa hari ini adalah masa pengumuman laporan keuangan perusahaan-perusahaan terbuka yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Pada Jumat, 29 Juli 2011 lalu saja dari enam emiten ada tiga emiten yang sudah melaporkan laporan keuangan triwulan keduanya. Mereka adalah (urut berdasarkan waktu pengumuman) ADHI, ARNA, TRST, FORU, dan BRNA. Hanya AISA yang belum melaporkan. Berikut rangkuman kinerja emiten-emiten tersebut.

Baca selengkapnya untuk melihat ringkasan kinerja masing-masing emiten.

Lanjut membaca

Transaksi 12 Juli 2011

Alasannya bisa dibaca di catatan transaksi sebelumnya. Saham ARNA hari ini agak terkoreksi hingga 345, saya mengambil kesempatan untuk menambah saham ini di posisi 350 sebanyak 15.000.

Transaksi

  • CLPI : jual 2.500 saham pada harga Rp 2.275 per saham. Realisasi keuntungan 505%.
  • CLPI : jual 2.500 saham pada harga Rp 2.325 per saham. Realisasi keuntungan 520%.
  • ARNA: beli 15.000 saham pada harga Rp 350 per saham.

Portfolio Saham

  • CLPI : 2.500 saham pada harga rata-rata Rp 375,48 per saham
  • TRST: 5.000 saham pada harga rata-rata Rp415 per saham
  • ARNA : 50.000 saham pada harga rata-rata Rp 352,2 per saham
  • FORU: 35.000 saham pada harga rata-rata Rp122 per saham
  • AISA: 5.000 saham pada harga rata-rata Rp660 per saham