Laporan Keuangan Arwana Citramulia (ARNA) K1 2012

Laporan Keuangan PT Arwana Citramulia Tbk (ARNA) untuk periode Kuartal I 2012 sudah keluar, dokumen LK bisa diunduh di situs BEI (1,1 MB). Seperti dilansir oleh Kontan: Berkat efisiensi, laba bersih ARNA naik 26% di Q1:

Di sisi lain, perusahaan berhasil melakukan efisiensi atau penghematan pada pos penjualan dan beban umum. Sehingga, total beban usaha ARNA berkurang sekitar 10%. Tak heran, laba usaha Perseroan pun naik hingga sekitar 27% menjadi Rp 46,37 miliar di akhir Maret 2012.

Seiring kenaikan laba bersih tersebut, maka laba bersih per saham dasar atau earning per share (EPS) ARNA juga ikut naik menjadi Rp 17 per saham di penghujung kuartal satu 2012, dari semula Rp 13 per saham di triwulan pertama tahun lalu.

Posisi investasi ARNA akan tetap saya pertahankan.

Berita Emiten: Arwana Bangun Pabrik Baru di Palembang Senilai 200 miliar

Kontan: ARNA bangun pabrik baru Rp 200 miliar di Palembang:

PT Arwana Citra Mulia Tbk (ARNA) segera membangun satu pabrik baru di Palembang, Sumatera Selatan. Emiten produsen keramik ini menaksir nilai total investasi pabrik itu mencapai Rp 200 miliar.

Nilai investasi itu sudah termasuk pembelian tanah, pengadaan mesin dan alat pendukung lainnya. Pabrik tersebut akan berdiri di atas lahan seluas 10 hektare (ha). ARNA telah mengakuisisi bakal lahan pabrik pada awal 2012. Dana investasi pabrik berasal dari dua sumber, kas internal dan pinjaman bank. Komposisinya adalah 35% kas dan 65% utang bank.

Ada berita baru dari Kontan Sabtu lalu, nilai investasi pembangun pabrik baru perusahaan keramik PT Arwana Citramulia Tbk (ARNA) di Palembang senilai 200 miliar. Pada tahun buku 2011 perusahaan sudah membayar hutang perusahaan sebesar 100 miliar, menurunkan rasio hutang hampir 24%. Dengan capex sebesar ini kemampuan keuangan Arwana kelihatannya masih cukup aman.

Lanjut membaca

Laporan Keuangan Tahunan Arwana Citramulia 2011

Laporan keuangan tahunan PT Arwana Citamulia Tbk (ARNA), produsen keramik yang ada dalam portofolio Bola Salju, sudah bisa diunduh di situs BEI (1,1 MB).

Berikut adalah beberapa kinerja penting dari analisa saya::

  • Laba bersih Rp80,11 miliar, tumbuh 19,76% dibandingkan tahun 2010.
  • Kewajiban turun 31,51%, dari Rp458,09 miliar pada 2010 menjadi Rp348,33 miliar pada 2011.
  • Sementara itu aset turun 5,01%, dari Rp873,15 miliar pada 2010 menjadi Rp831,5 miliar pada 2011. Pemutakhiran 28/3: Penurunan aset terjadi karena pos kas yang turun 30 miliar serta pos persediaan turun 20 miliar, total 50 miliar. Angka ini sesuai dengan angka di atas.
  • Kalau diamati dari laporan arus kas, terlihat arus kas operasi tumbuh, ini seiring dengan kinerja penjualan yang meningkat. Sementara itu arus kas investasi meningkat signifikan dari Rp7,9 miliar pada 2010 menjadi Rp22,24 miliar pada 2011, hal ini disebabkan oleh biaya perolehan aset tetap dan biaya pembelian mesin. Apakah ini dalam rangka rencana ekspansi pabrik baru di Kalimantan dan Sumatera yang direncanakan perusahaan, saya belum membaca lebih lanjut. Sementara itu aktivitas arus kas pendanaan meningkat cukup pesat dari Rp69,84 miliar pada 2010 menjadi Rp151,62 miliar pada 2011. Tapi pandangan saya saat ini masih positif. Angka-angka ini masih sesuai dengan kenyataan kinerja laba rugi dan perubahan neraca di atas. Pemutakhiran 28/3: memang terjadi pembelian aset tetap berupa bangunan, mesin, alat kantor, perangkat laboratorium, dan kendaraan dengan total nilai Rp12 miliar. Kemungkinan pembangunan pabrik baru sepertinya belum dilaksanakan tahun lalu. Aktivitas pendanaan meningkat karena pos pembayaran kewajiban: baik hutang jangka panjang dan hutang jangka pendek meningkat, sementara perolehan hutang justru turun banyak. Hal ini tentu positif sekali, seperti terlihat dari komposisi neraca.

Lanjut membaca

Pemberitahuan RUPST Arwana Citramulia (ARNA)

Surat pemberitahuan RUPST PT Arwana Citramulia Tbk (ARNA), salah satu emiten dalam portofolio, sudah muncul di situs BEI kemarin. RUPS akan diadakan pada:

Hari/tanggal: Jumat, 20 April 2012
Waktu: 10:00 WIB s/d selesai
Tempat: Kantor PT Arwana Citramulia Tbk, Sentra Niaga Puri Indah Blok T5 No 16-17, Kembangan Selatan, Jakbar
Cum Date Saham: 21 Maret 2012

Evaluasi Arwana Citramulia (ARNA) — Februari 2012

Saya baru mendapatkan artikel baru (tapi lama, maklum baru ketemu hari ini) tentang salah satu emiten portfolio investasi, yaitu PT Arwana Citramulia Tbk (ARNA). Informasi ini diterbitkan oleh media Indonesia Finance Today, tapi dimuat ulang oleh sekuritas IPOTNEWS: Arwana Akan Ekspansi Di Sumatera Dan Kalimantan. Judul beritanya memang sama seperti apa yang saya kutip sebelumnya, tapi berita ini memuat lebih banyak detil serta data baru untuk proyeksi pendapatan dan pertumbuhan Arwana pada 2011 dan 2012, dan datanya disampaikan langsung oleh pihak Arwana. Ini namanya keberuntungan jadi tak perlu repot riset ke perusahaan. Mari kita ulas satu per satu hal penting dari berita ini, dari data ini kita bisa mencoba menghitung harga wajar terbaru Arwana.

Lanjut membaca

Rencana Pabrik Baru Arwana

Harga saham Arwana Citramulia Tbk (ARNA) menanjak pada beberapa hari terakhir, hari ini sudah menyentuh 425. Padahal beberapa saat sebelumnya harganya bertengger di kisaran 360-385. Saya penasaran, apakah kenaikan ini gejolak pasar saja atau ada perkembangan terbaru dari perusahaan yang belum saya ikuti.

Arwana adalah portfolio lama dalam investasi saya. Seperti sudah pernah saya evaluasi, saya menurunkan ekspektasi saya pada perusahaan ini dan posisinya di portfolio saya kurangi separuh lebih. Tapi saya masih tertarik perusahaan ini, saya masih yakin akan potensi pertumbuhannya. Ternyata hari ini saya mendapat jawabannya.

Lanjut membaca

Transaksi 10 November 2011

Saya menurunkan harapan saya pada saham ARNA, meskipun saya masih menilai perusahaan ini sebagai perusahaan bagus. Pertumbuhan perusahan pada tahun ini masih menarik, laba bersih menunjukkan peningkatan 11% hingga kuartal tiga ini. Rasio hutang perusahaan juga menurun 20%, sangat bagus tentu saja. Meski asetnya turun sedikit. Tapi pertumbuhan 11% terlihat menurun dibandingkan harapan saya pada tahun lalu, sekitar 17%. Salah satu faktor yang membuat saya menurunkan harapan adalah karena industri perusahaan, industri keramik, yang masih mempunyai bahaya pelambatan, selain kejenuhan dan karena harga bahan baku yang katanya cenderung naik. Dalam rencana portfolio, saya akan mengelola saham ARNA hingga 30 lot saja. Transaksi ini meneruskan rencana ini, selain karena mengambil peluang kenaikan harga saham dalam dua hari ini (bahkan pada 9 November sempat mencapai 370, tapi saya tidak aktif memantau saat itu).

TRANSAKSI

  • ARNA: jual 10.000 saham pada harga Rp355,-

PORTFOLIO SAHAM

  • ARNA: 15.000 saham pada harga rata-rata Rp222,5/231* per saham
  • JTPE: 25.000 saham pada harga rata-rata Rp219,8/222* per saham
  • ADMF: 1.000 saham pada harga rata-rata Rp11.150/11.222* per saham
  • PANS: 7.500 saham pada harga rata-rata Rp1.260/1.267* per saham
  • PGAS: 2.500 saham pada harga rata-rata Rp2.850/2.859* per saham
  • SMSM: 10.500 saham pada harga rata-rata Rp1.316,67/1.319* per saham

Catatan: *harga rata-rata asli dan harga rata-rata menyertakan biaya transaksi.

Transaksi 21 Oktober 2011

Beberapa transaksi untuk menambah posisi PANS dan PGAS. Untuk PGAS, hal ini juga sebagai ganti dari kesalahan karena penjualan sebelumnya. Rencananya saya akan memegang 5 lot saham dalam portfolio.

Untuk ARNA, saya telah melakukan kalkulasi baru yang dihitung dari seluruh rekap transaksi saham ARNA sejak awal masuk portfolio. Hasil input ulang ini saya harap bisa secara jelas menunjukkan posisi harga rata-rata yang benar. Ternyata benar, harga rata-rata saham ARNA aslinya jauh lebih rendah, yaitu pada Rp275,5 atau Rp280 bila memperhitungkan biaya komisi pembelian/penjualan. Terlihat portfolio saya masih atraktif.

TRANSAKSI

  • PGAS: beli 500 saham pada harga Rp2.875,-
  • PANS: beli 500 saham pada harga Rp1.180,-
  • ARNA: jual 5.000 saham pada harga Rp340,-

PORTFOLIO SAHAM

  • ARNA: 25.000 saham pada harga rata-rata Rp275,5/280* per saham
  • JTPE: 15.000 saham pada harga rata-rata Rp193/196* per saham
  • ADMF: 500 saham pada harga rata-rata Rp10.800/10.921* per saham
  • PANS: 7.500 saham pada harga rata-rata Rp1.260/1.267* per saham
  • PGAS: 1.000 saham pada harga rata-rata Rp2.687,5/2.700* per saham

Catatan: *harga rata-rata asli dan harga rata-rata menyertakan biaya transaksi.

Strategi Safe Average Down

Setelah mengetahui strategi average down, kali ini kita coba membahas pengembangan strategi ini, yaitu strategi safe average down. Kata kunci dalam strategi ini adalah safe, yaitu faktor keselamatan atau keamanan dalam langkah investasi kita. Kaidah keamanan ini penting agar investasi kita mempunyai risiko lebih rendah. Tapi bagaimana keamanan ini bisa dicapai? Padahal kita menghadapi keadaan yang sama, yaitu volatilitas harga saham yang dinamis, kondisi makro ekonomi global yang masih amburadul, ancaman crash bursa yang masih bisa terjadi. Bagaimana kita bisa meminimalkan risiko?

Jawabannya, sama seperti seperti average down, penurunan risiko adalah dengan menurunkan harga rata-rata pembelian saham. Dengan sedikit variasi dalam operasi transaksi saham, ternyata ada peluang bisa menurunkan harga rata-rata, tapi juga tidak menambah volume portfolio. Inilah yang saya sebut safe average down. Berikut penjelasan strategi ini termasuk risiko dan tantangannya.
Lanjut membaca

Transaksi 10 Oktober 2011

Transaksi hari ini adalah untuk melepaskan LSIP dari portfolio sehubungan dengan diketahuinya kesalahan kalkulasi yang saya lakukan. Saya juga mengurangi kembali portfolio ARNA agar tidak terlalu gemuk. PANS juga dikurangi 1 lot untuk mengembalikan portfolio awal sejumlah 14 lot. Sejauh ini semua penjualan membukukan keuntungan, meskipun presentasenya sedikit. Yang penting tidak ada yang rugi, dan berhasil menurunkan rata-rata harga beli. Semua penjualan ini dilakukan setelah dilakukan analisa mendalam, terutama menindaklanjuti strategi average down.

TRANSAKSI

  • ARNA: jual 5.000 saham pada harga Rp300 per saham
  • LSIP: jual 2.000 saham pada harga Rp1.860 per saham
  • PANS: jual 500 saham pada harga Rp1.120 per saham

PORTFOLIO SAHAM

  • ARNA: 30.000 saham pada harga rata-rata Rp338,87/340* per saham
  • ADHI: 10.000 saham pada harga rata-rata Rp652,5/656* per saham
  • *(Lihat catatan di halaman portfolio untuk emiten ini)
  • JTPE: 20.000 saham pada harga rata-rata Rp196/198* per saham
  • ADMF: 1.000 saham pada harga rata-rata Rp10.400/10.445* per saham
  • PANS: 7.000 saham pada harga rata-rata Rp1.266/1.273* per saham

Catatan: *harga rata-rata adalah harga rata-rata asli dan harga rata-rata dihitung menyertakan biaya transaksi (jual/beli) agar penghitungan realisasi lebih akurat.