Transaksi 3 Oktober 2011

Transaksi rutin untuk menurunkan harga rata-rata portfolio. Hari ini saya memutuskan untuk terjun ke pasar agak besar. Saya juga mengambil sebuah saham LQ45 yang baru turun drastis hari ini, saham PT Perusahaan Perkebunan London Sumatera Tbk (LSIP). Detail akan menyusul, kalau waktu sudah memungkinkan.

TRANSAKSI

  • ADHI: beli 5.000 saham pada harga Rp490 per saham
  • ADHI: beli 5.000 saham pada harga Rp485 per saham
  • ADMF: beli 500 saham pada harga Rp9700 per saham
  • JTPE: beli 20.000 saham pada harga Rp198 per saham
  • JTPE: beli 10.000 saham pada harga Rp197 per saham
  • LSIP: beli 2.500 saham pada harga Rp1850 per saham
  • PANS: beli 5.500 saham pada harga Rp1070 per saham

PORTFOLIO SAHAM

  • TRST: 5.000 saham pada harga rata-rata Rp415,83 per saham
  • ARNA: 30.000 saham pada harga rata-rata Rp340,54 per salaam
  • FORU: 5.000 saham pada harga rata-rata Rp122 per saham
  • ADHI: 20.000 saham pada harga rata-rata Rp559,87 per saham
    *(Lihat catatan di halaman portfolio untuk emiten ini)
  • JTPE: 50.000 saham pada harga rata-rata Rp202,8 per saham
  • ADMF: 1.000 saham pada harga rata-rata Rp10.571 per saham
  • PANS: 12.500 saham pada harga rata-rata Rp1.195 per saham
  • LSIP: 2.500 saham pada harga rata-rata Rp1853,7 per saham

Catatan: harga rata-rata sudah dihitung menyertakan biaya transaksi (jual/beli) agar penghitungan realisasi lebih akurat.

Transaksi 16 Agustus 2011

Karena ada sedikit sisa dana kas di rekening sekuritas, saya punya rencana untuk memanfaatkan membeli saham baru yang potensial, hasil riset beberapa hari terakhir. Kenapa saya tidak membeli beberapa saham lama yang pernah saya miliki seperti BRNA atau AISA? Jawabannya karena mereka sudah keburu naik :)

Itulah risiko dari penjualan saham beberapa hari yang lalu. Ketika kita ingin merealisasikan keuntungan, akhirnya kita berhadapan dengan risiko tidak bisa masuk lagi. Tentu saja hal ini harus diikuti prasyarat bahwa saham tersebut masih masuk dalam kategori kita sebagai investasi yang baik. Karena dalam evaluasi semester lalu BRNA kurang memuaskan saya dan rasio ROE sekitar 16% saja, akhirnya saya melarikan dananya untuk operasi investasi di saham lain saja. Dan pilihan jatuh ke saham PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF).

Lanjut membaca