RUPST/RUPSLB Adira Dinamika Multi Finance (ADMF) 2012

Salah satu emiten dalam portofolio investasi Bola Salju, yaitu penyedia jasa keuangan kredit kendaraan bermotor, PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) sudah menerbitkan undangan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di situs BEI (337 KB). Saya rencananya akan hadir. RUPS akan diadakan pada:

Jadwal RUPS
Hari/tanggal
: Senin, 07 Mei 2012
Waktu: 13:30 WIB s/d selesai
Tempat: Hotel Shangrila – Ruang Sumatra dan Java Jl. Jenderal Sudirman Kav. 1
Cum Date Saham: 19 April 2012

Pada saat yang sama perusahaan juga akan mengadakan Paparan Publik (Public Expose):

Jadwal Paparan Publik
Hari/tanggal/tempat
: sama dengan RUPS
Waktu: 15:30 WIB s/d selesai
Publikasi Materi Paparan Publik: 2 Mei 2012

Laporan Tahunan ADMF 2011

Saya baru baca ringkasan berita dari harian Bisnis, katanya PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) salah satu emiten dalam portfolio saya, sudah melaporkan laporan tahunannya. Berkasnya sudah bisa diunduh di situs BEI: Laporan Keuangan Tahunan Adira Dinamika Multi Finance tahun buku 2011.

Berikut kutipan ringkasan dari Bisnis:

PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk membukukan kenaikan laba bersih komprehensif Rp1,58 triliun pada tahun lalu, meningkat 7,68% dari Rp1,46 triliun tahun sebelumnya.

Dalam paparan laporan keuangan di surat kabar hari ini, manajemen perusahaan yang masih dipimpin Stanley Setia Atmadja itu menelurkan laba bersih akibat meningkatnya pendapatan perseroan sebesar 36,08% pada 2011 dari 2010.

Pendapatan itu dibukukan naik menjadi Rp5,3 triliun pada 2011 dari Rp3,89 triliun pada 2010, yang sebagian besar disumbangkan oleh pendapatan dari bisnis pembiayaan konsumen.

Pembiayaan konsumen perusahaan dibukukan sebesar Rp3 triliun pada 2011, meningkat 41,97% dari Rp2,11 triliun yang dibukukan sepanjang 2010.

Dari sisi aset, emiten saham dan obligasi berkode ADMF itu membukukan peningkatan aset 122,24% menjadi Rp16,88 triliun pada 2011 dari Rp7,59 triliun pada 2010.

Mantap sekali kenaikan asetnya. Sementara pertumbuhan bisnisnya masih meyakinkan. Dari laporan laba rugi ada dua pos yang cukup mengurangi margin laba bersih, sehingga kenaikan laba bersih cuma 7,83% dibandingkan kenaikan tahun sebelumnya 21,12%. Pos pertama tampaknya ada peningkatan penyisihan kerugian dari piutang yang bermasalah, dengan asumsi rasio pembiayan naik 41% dari 2,11 T ke 3 T, sementara penyisihan kerugian piutang konsemen naik 135% dari 193,46 miliar ke 456,33 miliar. Apakah ini tanda ekonomi Indonesia semakin berat sehingga nasabah bermasalah Adira bertambah? Pos kedua adalah beban bunga yang naik 295%, seperti kita tahu Adira banyak meningkatkan pinjaman guna mencari dana guna peningkatan pembiayaan nasabah.

Dengan data laba bersih baru ini, variabel EPS .1583, asumsi dividen 65% (seperti asumsi tahun lalu) dari laba bersih atau 1.028,95 per saham, maka perhitungan harga wajar memakai metode arus kas terdiskon dari harga saham 12.600 menunjukkan masih ada margin of safety 57%. Posisi saya tidak akan berubah pada saham Adira.

Disclaimer: Ini bukan saran untuk bertransaksi beli/jual saham. Segala transaksi saham yang Anda lakukan adalah tanggungjawab Anda sendiri.

Transaksi 16 Februari 2012

Transaksi kali ini untuk menambah saham Adira Dinamika Multi Finance (ADMF), saham Trias Sentosa (TRST) dan saham Berlina (BRNA). Eksekusi pembelian saya laksanakan hari ini karena sudah beberapa hari terakhir saham turun dalam seminggu ini, selain itu saya lihat harga ketiga saham ini pada hari ini masih menarik.

Alasan pembelian: 1) Adira sudah turun 300 poin dari harga terakhir saya beli, saya tempatkan pembelian 50 poin di bawah pada harga 12.250, sore hari langsung terserap dan harganya makin turun hingga 12.100. Pada harga rata-rata 11.727 saja saya percaya masih ada margin of safety 71%. 2) Trias juga sudah turun lagi beberapa poin dari 435, dan masih turun hingga 420. Dengan pembelian tambahan 425 sebanyak 5 lot maka harga rata-rata akan menjadi 409,77, masih ada batas keamanan 118%. 3) Hanya Berlina yang naik sementara ke 1.730, harga 1700 adalah pembelian saya sebelumnya, pada harga rata-rata 1.703 masih ada batas keamanan 78%.

Rencana portfolio Adira adalah 3 lot dengan batas toleransi maksimal 4 lot. Rencana portfolio Trias adalah 65 lot dengan batas toleransi maksimal 90 lot. Rencana portfolio Berlina adalah 10 lot dengan batas toleransi 15 lot. Ada perubahan sedikit dalam rencana portfolio ini karena ada tambahan dana investasi dan juga penyesuaian rencana portfolio dengan mengabaikan saham-saham lainnya. Dari daftar ini Adira dan Trias sudah tak mungkin ditambah, kecuali harganya turun signifikan, maka saya akan melakukan pembelian hingga batas maksimal. Sisa yang harganya masih menarik hanyalah Berlina dan Indospring (INDS). Pembelian sisa kedua saham ini akan saya laksanakan bertahap.

Disclaimer: Ini bukan saran untuk bertransaksi beli/jual saham. Segala transaksi saham yang Anda lakukan adalah tanggungjawab Anda sendiri.

TRANSAKSI

  • TRST: beli 2.500 saham pada harga Rp425,-
  • ADMF: beli 500 saham pada harga Rp12.250,-
  • BRNA: beli 500 saham pada harga Rp1.700,-

PORTFOLIO SAHAM

  • ARNA: 15.000 saham pada harga rata-rata Rp222,5/231* per saham
  • TRST: 32.500 saham pada harga rata-rata Rp407,69/409,77* per saham
  • JTPE: 5.000 saham diperoleh tanpa biaya (surplus) Rp31/15* per saham
  • ADMF: 1.500 saham pada harga rata-rata Rp11.650/11.726,63* per saham
  • PANS: 500 saham pada harga rata-rata Rp1.520/1.708* per saham
  • SMSM: 500 saham pada harga rata-rata Rp645/791* per saham (harga rata-rata dihitung dengan memasukkan peluang pemasukan dari dividen)
  • LSIP: 500 saham pada harga rata-rata Rp2.025/2.041* per saham
  • INDS: 4.000 saham pada harga rata-rata Rp3.598,88/3.604,06* per saham
  • EKAD: 15.000 saham pada harga rata-rata Rp300/300,6* per saham
  • BRNA: 1.500 saham pada harga rata-rata Rp1.700/1.703,4 per saham

Catatan: *harga rata-rata net asli dan harga rata-rata net menyertakan biaya transaksi.

Transaksi 6 Februari 2012

Saya memberi perintah beli saham Adira Dinamika Multi Finance (ADMF) siang ini. Transaksi langsung cocok karena saya main hantam kanan saja :) . Transaksi kali ini untuk menambah kekurangan 1 lot saham ADMF, seperti yang sudah ada dalam rencana portfolio. Dengan jumlah aset portfolio saat ini, saya mempunyai rencana memegang 2 lot saham Adira untuk jangka panjang. Ini setara dengan hampir 15% total portfolio. Namun saya juga merencanakan posisi fleksibel untuk 1 lot tambahan bila harga saham ADMF turun drastis. Dari harga rata-rata terakhir 11.452 per saham, harga ini masih mempunyai margin of safety 75%. Faktor risiko masih cukup ringan. Bila dana portfolio bertambah, saya akan menambah komposisi saham Adira karena potensinya masih menarik.

Pemutakhiran: pada sore ini harga saham Indospring (INDS) juga turun 50 poin dari 3.625. Saya  menyambutnya di harga offer kanan 3.575. Ini merupakan transaksi rutin Indospring untuk minggu ini. Kita lihat perkembangan tiga minggu ke depan hingga komposisi portfolio Indospring penuh 10 lot.

Disclaimer: Ini bukan saran untuk bertransaksi beli/jual saham. Segala transaksi saham yang Anda lakukan adalah tanggungjawab Anda sendiri.

TRANSAKSI

  • ADMF: beli 500 saham pada harga Rp12.600,-
  • INDS: beli 500 saham pada harga Rp3.575,-

PORTFOLIO SAHAM

  • ARNA: 15.000 saham pada harga rata-rata Rp222,5/231* per saham
  • TRST: 30.000 saham pada harga rata-rata Rp406,25/408,42* per saham
  • JTPE: 5.000 saham diperoleh tanpa biaya (surplus) Rp31/15* per saham
  • ADMF: 1.000 saham pada harga rata-rata Rp11.350/11.452,7* per saham
  • PANS: 500 saham pada harga rata-rata Rp1.520/1.708* per saham
  • SMSM: 500 saham pada harga rata-rata Rp645/791* per saham (harga rata-rata dihitung dengan memasukkan peluang pemasukan dari dividen)
  • LSIP: 500 saham pada harga rata-rata Rp2.025/2.041* per saham
  • INDS: 3.500 saham pada harga rata-rata Rp3.600/3.607,2* per saham
  • EKAD: 15.000 saham pada harga rata-rata Rp300/300,6* per saham
  • ASGR: 500 saham pada harga rata-rata Rp1.040/1.042,08* per saham
  • BRNA: 1.000 saham pada harga rata-rata Rp1.700/1.703,4 per saham

Catatan: *harga rata-rata net asli dan harga rata-rata menyertakan biaya transaksi.

Transaksi 21 November 2011

Melihat gelagat pasar saham yang penuh gejolak. Hari ini saya memutuskan mengurangi portfolio untuk alasan kas. Transaksi ini adalah untuk mendukung keputusan itu. Hari ini saya jual santai 1 lot saham ADMF di portfolio pada harga 12.200, padahal harga aktual saat itu 11.800. Sore hari saham tersebut laku. Saya akan masuk dan menambah lagi ADMF karena saya punya rencana memegang saham ini hingga 3 lot. Begitu pula PGAS, saya jual 1 lot untuk mendapatkan sedikit kas.

TRANSAKSI

  • ADMF: jual 500 saham pada harga Rp12.200,-
  • PGAS: jual 500 saham pada harga Rp3.000,-

PORTFOLIO SAHAM

  • ARNA: 15.000 saham pada harga rata-rata Rp222,5/231* per saham
  • JTPE: 25.000 saham pada harga rata-rata Rp219,8/222* per saham
  • ADMF: 500 saham pada harga rata-rata Rp10.100/10.280* per saham
  • PANS: 7.500 saham pada harga rata-rata Rp1.260/1.267* per saham
  • PGAS: 2.000 saham pada harga rata-rata Rp2.812,5/2.825* per saham
  • SMSM: 11.500 saham pada harga rata-rata Rp1.312,61/1.315* per saham
  • LSIP: 1.000 saham pada harga rata-rata Rp2.187,5/2.192* per saham

Catatan: *harga rata-rata asli dan harga rata-rata menyertakan biaya transaksi.

Transaksi 28 Oktober 2011

Transaksi hari ini untuk melengkapi komposisi saham, selain juga melanjutkan perubahan strategi long term agar konsisten. Saya masih menyisakan sedikit dana untuk keperluan darurat bila ada kejatuhan harga saham, jadi mayoritas dana lebih baik diwujudkan dalam bentuk saham saja.

TRANSAKSI

  • ADMF: beli 500 saham pada harga Rp11.450,-
  • JTPE: beli 10.000 saham pada harga Rp260,-
  • PGAS: beli 1.000 saham pada harga Rp3.050,-
  • SMSM: beli 2.500 saham pada harga Rp1.320,-

PORTFOLIO SAHAM

  • ARNA: 25.000 saham pada harga rata-rata Rp275,5/280* per saham
  • JTPE: 25.000 saham pada harga rata-rata Rp219,8/222* per saham
  • ADMF: 1.000 saham pada harga rata-rata Rp11.150/11.222* per saham
  • PANS: 7.500 saham pada harga rata-rata Rp1.260/1.267* per saham
  • PGAS: 2.500 saham pada harga rata-rata Rp2.850/2.859* per saham
  • SMSM: 7.500 saham pada harga rata-rata Rp1.320/1.323* per saham

Catatan: *harga rata-rata asli dan harga rata-rata menyertakan biaya transaksi.

Strategi Safe Average Down

Setelah mengetahui strategi average down, kali ini kita coba membahas pengembangan strategi ini, yaitu strategi safe average down. Kata kunci dalam strategi ini adalah safe, yaitu faktor keselamatan atau keamanan dalam langkah investasi kita. Kaidah keamanan ini penting agar investasi kita mempunyai risiko lebih rendah. Tapi bagaimana keamanan ini bisa dicapai? Padahal kita menghadapi keadaan yang sama, yaitu volatilitas harga saham yang dinamis, kondisi makro ekonomi global yang masih amburadul, ancaman crash bursa yang masih bisa terjadi. Bagaimana kita bisa meminimalkan risiko?

Jawabannya, sama seperti seperti average down, penurunan risiko adalah dengan menurunkan harga rata-rata pembelian saham. Dengan sedikit variasi dalam operasi transaksi saham, ternyata ada peluang bisa menurunkan harga rata-rata, tapi juga tidak menambah volume portfolio. Inilah yang saya sebut safe average down. Berikut penjelasan strategi ini termasuk risiko dan tantangannya.
Lanjut membaca

Transaksi 11 Oktober 2011

Hari ini saya keluar dari saham ADHI. Saya tidak ingin menghadapi peluang kerugian saham ini meskipun peluang kenaikan juga ada. Saya merasa dalam waktu dekat kita masih bisa menghadapi kemungkinan penurunan saham lagi, sementara saya tidak aman melakukan average down pada saham ini karena pergerakannya kurang memuaskan. Juga perlu diketahui, saya telah melakukan kesalahan ketika masuk dalam saham ini. Karena banyak faktor ketidakyakinan, maka lebih baik uangnya saya manfaatkan untuk mengakuisisi saham lain.

ADMF saya jual hanya untuk mengembalikan portfolio ke posisi awal. Kalau saham ini akan turun lagi, saya akan beli lagi karena saya masih yakin dengan performa perusahaannya.

TRANSAKSI

  • ADHI: jual 10.000 saham pada harga Rp490 per saham, dibanding harga rata-rata pembelian sebesar 656 per saham (termasuk biaya), maka saya membukukan kerugian total Rp1.625.000 (-24,9%). Kerugian terbesar hingga saat ini.
  • ADMF: jual 500 saham pada harga Rp10.000 per saham.

PORTFOLIO SAHAM

  • ARNA: 30.000 saham pada harga rata-rata Rp338,87/340* per saham
  • JTPE: 20.000 saham pada harga rata-rata Rp196/198* per saham
  • ADMF: 500 saham pada harga rata-rata Rp10.800/10.921* per saham
  • PANS: 7.000 saham pada harga rata-rata Rp1.266/1.273* per saham

Catatan: *harga rata-rata adalah harga rata-rata asli dan harga rata-rata dihitung menyertakan biaya transaksi (jual/beli) agar penghitungan realisasi lebih akurat.

Transaksi 6 Oktober 2011

Transaksi ini bertujuan untuk menurunkan harga rata-rata portfolio. Penjualan dilakukan untuk menetralisir posisi portfolio, dengan mengambil keuntungan jangka pendek dan menjaga ketersediaan kas. Jadi tidak ada penjualan saham-saham di bawah ini yang dijual lebih murah dari harga awalnya, meski kalau dilihat dari harga rata-rata tentu banyak yang lebih murah. Misal saya membeli ADMF pada 9500, saya menjualnya pada harga 9800, masih untung Rp300. Keputusan melangkah dalam jangka pendek ini berhubungan dengan strategi safe average down, yang teorinya akan saya sampaikan dalam tulisan lain. Keputusan ini tentu saja bisa berujung pada kesalahan, terutama bila saham-saham bergerak naik dan saya tidak dapat masuk lagi. Tapi kita tidak tahu masa depan. Situasi pasar juga masih diwarnai aroma bearish. Kondisi ekonomi global terdengar makin mengkhawatirkan. Kenaikan seringkali diikuti penurunan dan sebaliknya.

Pada transaksi kali ini saya juga keluar dari TRST. Sebenarnya ini perusahaan bagus, fundamental dan bisnisnya cukup cerah dengan growth yang mantap. Tapi saya butuh kas. Saya tentu akan berusaha masuk lagi bila saham TRST menuju harga yang lebih menarik lagi dibanding harga 415 ketika saya masuk pada 27 Juni 2011 lalu. Tapi kita lihat saja situasi yang akan datang.

TRANSAKSI

  • ADMF: jual 500 saham pada harga Rp9800 per saham
  • ARNA: jual 5.000 saham pada harga Rp290 per saham
  • JTPE: jual 5.000 saham pada harga Rp200 per saham
  • JTPE: jual 25.000 saham pada harga Rp205 per saham
  • LSIP: jual 500 saham pada harga Rp1820 per saham
  • LSIP: jual 500 saham pada harga Rp1820 per saham
  • PANS: jual 3.000 saham pada harga Rp1110 per saham
  • TRST: jual 5.000 saham pada harga Rp425 per saham

PORTFOLIO SAHAM

  • ARNA: 35.000 saham pada harga rata-rata Rp333,32/334* per saham
  • ADHI: 10.000 saham pada harga rata-rata Rp652,5/656* per saham
  • *(Lihat catatan di halaman portfolio untuk emiten ini)
  • JTPE: 20.000 saham pada harga rata-rata Rp196/198* per saham
  • ADMF: 1.000 saham pada harga rata-rata Rp10.400/10.445* per saham
  • PANS: 7.500 saham pada harga rata-rata Rp1.256/1.262* per saham
  • LSIP: 2.000 saham pada harga rata-rata Rp1.837/1.843* per saham

Catatan: *harga rata-rata adalah harga rata-rata asli dan harga rata-rata dihitung menyertakan biaya transaksi (jual/beli) agar penghitungan realisasi lebih akurat.

Transaksi 4 Oktober 2011

Transaksi rutin untuk menurunkan harga rata-rata portfolio. Saya juga melakukan penjualan beberapa saham untuk menetralisir posisi portfolio agar tidak terlalu besar. Ini semua bagian dari strategi penurunan harga rata-rata saham saya.

TRANSAKSI

  • ADMF: beli 500 saham pada harga Rp9500 per saham
  • ARNA: beli 5.000 saham pada harga Rp300 per saham
  • ARNA: beli 5.000 saham pada harga Rp280 per saham
  • JTPE: beli 5.000 saham pada harga Rp182 per saham
  • LSIP: beli 500 saham pada harga Rp1750 per saham
  • ADHI: jual 10.000 saham pada harga Rp465 per saham. Posisi agak merugi, tapi secara perhitungan karena seluruh harga rata-rata masih turun, akhirnya strategi ini masih aman. Sekaligus bisa menurunkan komposisi portfolio saham ini.
  • FORU: jual 5.000 saham pada harga Rp123-Rp130 per saham, total merugi Rp17.564 dari transaksi ini, karena faktor biaya transaksi. Seluruh portfolio saham sudah dijual habis. Selama ini FORU sudah memberi keuntungan cukup bagus bagi saya ketika menjualnya di harga 150-160 per saham. Sebenarnya perusahaan ini bagus, tidak pernah merugi. Tapi margin keuntungannya sangat kecil. Karena faktor pertumbuhan yang kurang memuaskan akhirnya saya melepaskan saham ini. Terima kasih FORU.
  • JTPE: jual 5.000 saham pada harga Rp197 per saham
  • PANS: jual 1.500 saham pada harga Rp1.080 per saham
  • PANS: jual 500 saham pada harga Rp1.090 per saham

PORTFOLIO SAHAM

  • TRST: 5.000 saham pada harga rata-rata Rp415,83 per saham
  • ARNA: 40.000 saham pada harga rata-rata Rp328,56 per saham
  • ADHI: 10.000 saham pada harga rata-rata Rp656,13 per saham
  • *(Lihat catatan di halaman portfolio untuk emiten ini)
  • JTPE: 50.000 saham pada harga rata-rata Rp202,65 per saham
  • ADMF: 1.500 saham pada harga rata-rata Rp10.220 per saham
  • PANS: 10.500 saham pada harga rata-rata Rp1.218 per saham
  • LSIP: 3.000 saham pada harga rata-rata Rp1837 per saham

Catatan: harga rata-rata sudah dihitung menyertakan biaya transaksi (jual/beli) agar penghitungan realisasi lebih akurat.