RUPS PP London Sumatera Indonesia (LSIP)

Surat pemberitahuan RUPS PT. PP London Sumatera Indonesia Tbk (LSIP), salah satu emiten dalam portofolio, sudah terbit di situs BEI (6 KB). Rencananya saya akan hadir di RUPS ini. RUPS akan diadakan pada:

Hari/tanggal:  Kamis, 10 Mei 2012
Waktu: 10:00 WIB s/d selesai
Tempat: akan diumumkan pada 25 April 2012
Cum Date Saham: 24 April 2012

 

Hasil RUPS Trias Sentosa (TRST) 2012

Hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Trias Sentosa Tbk (TRST) sudah dipublikasikan di situs BEI (9 KB), di antaranya:

  • Menerima dengan baik dan menyetujui Laporan Direksi Perseroan
  • Menyetujui dan mengesahkan Neraca dan Laporan Laba Rugi Perseroan untuk tahun buku 2011 dan memberikan pembebasan tanggung jawab kepada Komisaris dan Direksi dalam tahun buku 2011.
  • Menetapkan untuk menyisihkan Rp.1.000.000.000,- sebagai Cadangan Umum, Sebesar Rp.56.160.000.000,- atau Rp.20,- per lembar saham dibayarkan sebagai Deviden Tunai kepada Pemegang Saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan pada tanggal 08 Mei 2012 sampai dengan pukul 16.00 wib

Rasio pembagian dividen (dividend payout ratio) di atas setara dengan 39% dari laba bersih tahun 2011,  dividend yield setara dengan 4,7% pada harga saham saat ini Rp420/saham. Terima kasih manajemen Trias!

Kriteria Pemilihan Saham Menurut Graham

Memilih saham perusahaan untuk investasi ada kriteria-kriteria ketat agar investasi kita menguntungkan. Kita akan menggunakan kriteria pilihan saham dari Benjamin Graham yang ditulisnya dalam buku The Intelligent Investor lebih dari 60 tahun lalu. Graham membagi kriteria pemilihan ini untuk dua tipe investor yaitu defensif dan agresif. Sebenarnya kedua kriteria ini hampir mirip dengan perbedaan dua-tiga kriteria serta beda batasan nilai saja. Tujuan kategorisasi ini untuk mengurangi risiko dari kedua tipe investor yang berbeda. Kita bisa menyesuaikan kriteria tersebut sesuai dengan risiko dan peluang yang ingin kita hadapi, asal tidak melanggar batas-batas konsep keamanan investasi.

Pendekatan Umum kriteria pemilihan saham dari Graham:

  • Prospek jangka panjang
  • Kualitas dan tingkah laku manajemen yang baik
  • Kualitas keuangan dan struktur modal

Lanjut membaca

Catatan 11 April 2012

Mulai hari ini saya akan membahas topik penyaringan perusahaan dan valuasi harga saham. Harapan saya, nanti setelah berbagai teknik penyaringan perusahaan dan valuasi sudah dimuat, saya akan mudah meneruskannya dengan pembahasan analisa perusahaan. Rencananya saya akan membuat analisa bagi perusahaan dalam portofolio, dan juga analisa perusahaan yang belum ada dalam portofolio, semuanya untuk menentukan apakah sebuah perusahaan layak menjadi investasi atau tidak.

Buy On Weakness, Stop Loss Level, Apa Artinya?

Pertanyaan

Di forum-forum (atau juga dalam surat edaran broker) saya sering baca kalimat, “Buy on …, stoploss level ….” Ini maksudnya apa ya pak?

Pertanyaan tersebut dikirim oleh Ibu Angeline ke kotak surel Bola Salju. Terima kasih atas pertanyaannya. Dalam kesempatan ini saya ingin menjawab pertanyaan Ibu. Semoga jawabannya juga bisa berguna bagi orang lain.

Jawaban Singkat

Kalau mau dijawab sangat singkat, pernyataan seperti di atas adalah bentuk rekomendasi transaksi saham menggunakan metode analisa teknikal. Maksudnya, pembaca diharapkan mempunyai strategi transaksi saham tertentu, dengan menggunakan aturan ketat, kalau di bawah angka tersebut (on weakness) silakan beli pada harga xxxx, kalau masih turun  hentikan kerugian (stop losss), silakan jual pada harga rekomendasi yang lain.

Apa memuskan penjelasan ini? Mungkin tidak. Apalagi bagi pembaca awam atau investor pemula yang baru masuk dunia saham. Nah, bila Anda ingin jawaban panjang. Silakan baca lanjutan tulisan ini.

Lanjut membaca

Kapan Saat Menjual?

Sejak blog ini terbit pada akhir 2010 hingga sekarang, saya banyak berbagi tentang berbagai pandangan untuk mencari peluang investasi, mencari perusahaan yang terbaik, atau mengetahui kapan membeli saham perusahaan tersebut pada saat yang tepat. Hampir seluruh tulisan di blog ini temanya sekitar hal itu. Pertanyaannya, kalau kita sangat fokus untuk membeli, lalu kapan saat terbaik untuk menjual?

Saya mungkin pernah mengungkap beberapa alasan kecil tentang alasan di balik kegiatan menjual saham. Tapi topik itu tersebar di berbagai tulisan. Sebagaimana Anda tahu, beberapa saham dalam portofolio sudah menunjukkan kinerja yang positif. Indospring (INDS) misalnya, sudah memberi keuntungan belum terwujud lebih dari 50%, lalu kenapa saya tidak menjualnya? Mungkin kali ini adalah saat yang tepat untuk membahas kapan saat menjual saham yang terbaik.

Lanjut membaca

Dividen Bank BRI Tahun Buku 2011

Senanglah para pemegang saham PT Bank BRI (Persero) Tbk (BBRI), termasuk pemerintah Republik Indonesia dan saya, karena bank plat merah ini akan membagikan 20% dari laba bersih tahun buku 2011 sebagai dividen.  Pengumumannya bisa dibaca di situs BEI ini. Asal tahu saja, buat pemerintah, dividen dari BRI ini sudah menyumbang Rp1,72 triliun untuk APBN (dari 54% saham pemerintah di BRI), nilai ini bisa membangun jalan aspal beton selebar 4 meter sepanjang 10.716 km, dengan asumsi biaya pembangunan aspal beton adalah Rp38.000 per meter persegi.

Detail dividen Bank BRI:

  • Nilai dividen: Rp122,28 per saham
  • Akhir perdagangan saham masuk dividen (cum dividen date): 26 April 2012
  • Akhir perdagangan saham tidak dapat dividen (ex-dividen date): 27 April 2012
  • Distribusi dividen: 16 Mei 2012

Catatan: semua tanggal di atas adalah untuk pasar reguler.

Sekali lagi, selamat menikmati dividen para pemegang saham BRI. Dari 1 lot (500) saham BBRI yang ada di portofolio, saya akan mendapat sekitar Rp55.026, setelah dipotong pajak penghasilan 10%. Jumlah berapa pun dari dividen terasa sangat menyenangkan karena bisa dibelikan saham dan berkembang lagi :)

Dari Mana Datang Keyakinan dan Keberanian?

Klik untuk melihat ukuran gambar asli--sumber Reuters.

Untuk masuk berinvestasi di perusahaan ini pada kisaran harga mulai Desember tahun lalu hingga Maret tahun ini (yang bertanda hijau, lihat rekaman transaksi INDS)—ketika tren turun sedang di paling bawah—tentu diperlukan keyakinan dan keberanian. Keyakinan diperoleh dari mengetahui semakin banyak fakta dan data dari usaha pabrik per yang mendapat lisensi dari Mitsubishi ini—dengan mengetahui seluruh aspek bisnis, keuangan, potensinya, keunggulannya, dan kelemahannya. Keberanian untuk masuk berinvestasi datang dari potensi harganya yang menarik. Kepemilikan Indospring mewakili 16% portofolio Bola Salju—dan aset 16% ini sudah tumbuh 50%. Saat ini saya belum berniat menjual saham ini karena saya yakin potensi jangka panjang perusahaan ini masih banyak dan harganya belum menunjukkan sesuatu yang tidak masuk akal. Lonjakan saat ini masih di bawah harga wajarnya dan saya menerima segala peluang untuk potensi naik atau turun dari saham ini.

Disclaimer: Ini bukan saran untuk bertransaksi beli/jual saham. Segala transaksi saham yang Anda lakukan adalah tanggungjawab Anda sendiri.

Transaksi 3 April 2012

Saya mulai memantau PT Betonjaya Manunggal Tbk (BTON) sejak 20 Maret 2012 lalu. Saat itu harga sahamnya pada harga Rp390-410. Saya ingin beli di harga 400-420 tapi karena belum ada basis analisa yang lengkap, maka saya tidak berani melangkah. Kemudian saya keluar kota. Baru seminggu kemudian saya sempat menganalisa lagi hingga kemudian laporan keuangan tahunan perusahaan terbit. Senin kemarin harga saham BTON naik cepat dari 400 menuju 500, mungkin karena terbitnya laporan keuangan tahunan terakhir yang memang mengesankan. Hari ini sahamnya sempat melonjak ke angka 600. Saya beli pada harga Rp500 per saham. Betonjaya adalah perusahaan kecil berdomisili di Gresik, Jawa Timur, yang memproduksi besi-beton untuk rangka konstruksi. (Wah satu lagi perusahaan dari Gresik setelah Indospring.) Manajemen perusahaan terafiliasi dengan beberapa perusahaan dalam industri baja seperti Gunawan Dianjaya Steel Tbk (GDST) dan Jaya Pari Steel Tbk (JPRS). Profil ringkas Betonjaya akan saya ulas dalam tulisan lain. Catatan: ini bukan emiten lain yang masih saya ragukan itu, seperti dalam tulisan kemarin.

Lanjut membaca