Pemutakhiran Tulisan 9 Februari 2012

Sebagai pemberitahuan, barangkali ada yang melewatkan, saya melakukan perubahan signifikan pada artikel sebelumnya yang berjudul Mencari Saham yang Harganya Sangat Menarik. Ada penambahan studi kasus investasi saya tahun lalu, pengubahan redaksi dan juga koreksi pada beberapa paragraf. Sebaiknya Anda membaca ulang tulisan itu bila sebelumnya sudah pernah membaca. Pemutakhiran ini saya lakukan agar tulisan makin jelas dan mudah dipahami.

Semoga maklum dengan adanya koreksi ini dan semoga tulisan bermanfaat!

Mencari Saham yang Harganya Sangat Menarik

Pemutakhiran 10/2: Saya mengubah total redaksi dan tulisan ini agar lebih bisa dipahami. Saya sertakan studi kasus investasi saya. Semoga bermanfaat dan harap maklum atas koreksi ini!

Pemutakhiran 20/2: Terima kasih pada koreksi Sdr Asep, saya melakukan kesalahan dengan belum mengurangi hutang pada perhitungan studi kasus. Dalam tulisan ini sudah saya koreksi. Juga saya sertakan studi kasus komprehensif mulai dari PBV hingga net-nets.

Tulisan ini adalah tulisan akhir dari runtutan filosofi investasi setelah memilih perusahaan yang bagus, manajemen yang jujur dan berintegritas (serta kompeten), dan harga sahamnya yang sangat menarik.

Kalau biasa beli pisang barangan di area Jakarta, mungkin Anda tahu harga 1 (satu) sisir biasanya antara Rp20.000 hingga Rp25.000 (yang besar dan ranum). Itu harga wajar pisang jenis ini di Jakarta, kalau di daerah asalnya di Sumatera Utara, pasti harganya jauh lebih murah. Tapi kita bicara di Jakarta ya. Suatu saat, ada penjual baru di pasar yang menjual pisang jenis ini dalam ukuran besar (yang biasanya Rp25.000) kali ini dijual seharga Rp20.000. Ya, meski ada kekurangan, misalnya: buahnya belum begitu matang, harus nunggu besok atau lusa agar beberapa bulir buah bisa matang semuanya. Tentu saja saya langsung membelinya, pada harga tadi itu sudah sangat menarik, sudah diskon 20% dari harga wajarnya.

Dalam perumpamaan serupa itulah seyogyanya perilaku kita dalam mencari perusahaan yang akan kita beli sahamnya. Pertanyaannya, bagaimana harga saham yang sangat menarik itu? Seperti perumpamaan pisang di atas, bila ada perusahaan dijual pada diskon 20% dari harga wajarnya, maka perusahan itu mungkin sudah menarik. Tapi bila didiskon 30% tentu akan lebih menarik. Diskon 50% tentu sangat menarik. Diskon ini juga mempunyai arti lain yaitu membuka semakin lebarnya batas pengaman (margin of safety) dari risiko pembelian kita. Semakin lebar margin of safety yang kita punya maka kita akan lebih aman dari peluang dari kesalahan, peluang keuntungan juga akan semakin lebar.

Lanjut membaca

Bisnis Pilihan Warren Buffett

Kalau sempat membaca tulisan filosofi investasi saya, mungkin pembaca tak heran karena hal itu adalah filosofi investor pada umumnya. Saya menulis hal itu tentu terpengaruh dari banyak bacaan, terutama dari Graham dan Buffett. Hari ini saya menemukan kutipan langsung dari Buffett dan ternyata saya meniru persis darinya. Ini hanya kebetulan belaka :)

Berikut kutipan pernyataan Warren Buffett tentang bisnis pilihannya, diambil dari surat kepada pemegang saham pada tahun 1992:

Our equity-investing strategy remains little changed from what
it was fifteen years ago, when we said in the 1977 annual report:
“We select our marketable equity securities in much the way we
would evaluate a business for acquisition in its entirety. We want
the business to be one (a) that we can understand; (b) with
favorable long-term prospects; (c) operated by honest and competent
people; and (d) available at a very attractive price.” We have
seen cause to make only one change in this creed: Because of both
market conditions and our size, we now substitute “an attractive
price” for “a very attractive price.”

Sementara itu saya menulis:

  • Saya akan berinvestasi pada perusahaan yang bagus, perusahaan yang menunjukkan pertumbuhan keuntungan yang menjanjikan dalam lima tahun terakhir
  • Perusahaan harus dikelola oleh manajemen yang jujur dan punya integritas
  • Harga sahamnya masih murah. Dengan memegang saham perusahaan tersebut dalam waktu lama, selain keuntungan dari dividen, saya berharap harganyanya akan diketahui oleh pasar, akan naik, dan saya mendapat keuntungan ketika harganya sudah diapresiasi lebih baik.

Tentu saja saya ingin menjalankan operasi investasi saya seperti cara Buffett, meski dengan keterbatasan kelolaan tak mungkin saya memiliki bisnis secara keseluruhan (akuisisi). Paling tidak untuk sementara ini.

Mulai hari ini pernyataan terakhir filosofi investasi tadi akan saya ubah. Saya akan mengikuti filosofi Buffett, tak ada salahnya mengikuti dia kan?, filosofi investasi terakhir akan menjadi Harga sahamnya masih sangat menarik. Saya akan mengulas tentang harga sahamnya menarik ini pada beberapa tulisan mendatang.

Selamat berinvestasi!

Transaksi 7 Februari 2012

Keputusan beberapa hari lalu untuk memantau saham Astra Graphia (ASGR) saya batalkan. Kalau kita mengelola dana 1 trilyun lalu menyisihkan Rp500.000 untuk membeli 1 lot saham buat memantau, mungkin rasanya masuk akal. Tapi dana saya terbatas, dana ini rasanya lebih pantas untuk menambah saham lain. Padahal ada banyak sekali saham yang ingin saya pantau tapi belum ada margin of safetynya. Itulah, kalau yang lain tidak bisa dipantau di portfolio, maka ASGR ini pun tidak. Memantau 10 saham pun rasanya sudah berat. Saya keluar dulu. Semoga lain waktu bisa meminangnya lagi kalau harganya sudah menarik. Saham ASGR ini saya jual pada harga yang sama, dengan mencatat kerugian untuk biaya transaksi.

Disclaimer: Ini bukan saran untuk bertransaksi beli/jual saham. Segala transaksi saham yang Anda lakukan adalah tanggungjawab Anda sendiri.

TRANSAKSI

  • ASGR: jual 500 saham pada harga Rp1.040,-

PORTFOLIO SAHAM

  • ARNA: 15.000 saham pada harga rata-rata Rp222,5/231* per saham
  • TRST: 30.000 saham pada harga rata-rata Rp406,25/408,42* per saham
  • JTPE: 5.000 saham diperoleh tanpa biaya (surplus) Rp31/15* per saham
  • ADMF: 1.000 saham pada harga rata-rata Rp11.350/11.452,7* per saham
  • PANS: 500 saham pada harga rata-rata Rp1.520/1.708* per saham
  • SMSM: 500 saham pada harga rata-rata Rp645/791* per saham (harga rata-rata dihitung dengan memasukkan peluang pemasukan dari dividen)
  • LSIP: 500 saham pada harga rata-rata Rp2.025/2.041* per saham
  • INDS: 3.500 saham pada harga rata-rata Rp3.600/3.607,2* per saham
  • EKAD: 15.000 saham pada harga rata-rata Rp300/300,6* per saham
  • BRNA: 1.000 saham pada harga rata-rata Rp1.700/1.703,4 per saham

Catatan: *harga rata-rata net asli dan harga rata-rata menyertakan biaya transaksi.

Evaluasi Arwana Citramulia (ARNA) — Februari 2012

Saya baru mendapatkan artikel baru (tapi lama, maklum baru ketemu hari ini) tentang salah satu emiten portfolio investasi, yaitu PT Arwana Citramulia Tbk (ARNA). Informasi ini diterbitkan oleh media Indonesia Finance Today, tapi dimuat ulang oleh sekuritas IPOTNEWS: Arwana Akan Ekspansi Di Sumatera Dan Kalimantan. Judul beritanya memang sama seperti apa yang saya kutip sebelumnya, tapi berita ini memuat lebih banyak detil serta data baru untuk proyeksi pendapatan dan pertumbuhan Arwana pada 2011 dan 2012, dan datanya disampaikan langsung oleh pihak Arwana. Ini namanya keberuntungan jadi tak perlu repot riset ke perusahaan. Mari kita ulas satu per satu hal penting dari berita ini, dari data ini kita bisa mencoba menghitung harga wajar terbaru Arwana.

Lanjut membaca

Transaksi 6 Februari 2012

Saya memberi perintah beli saham Adira Dinamika Multi Finance (ADMF) siang ini. Transaksi langsung cocok karena saya main hantam kanan saja :) . Transaksi kali ini untuk menambah kekurangan 1 lot saham ADMF, seperti yang sudah ada dalam rencana portfolio. Dengan jumlah aset portfolio saat ini, saya mempunyai rencana memegang 2 lot saham Adira untuk jangka panjang. Ini setara dengan hampir 15% total portfolio. Namun saya juga merencanakan posisi fleksibel untuk 1 lot tambahan bila harga saham ADMF turun drastis. Dari harga rata-rata terakhir 11.452 per saham, harga ini masih mempunyai margin of safety 75%. Faktor risiko masih cukup ringan. Bila dana portfolio bertambah, saya akan menambah komposisi saham Adira karena potensinya masih menarik.

Pemutakhiran: pada sore ini harga saham Indospring (INDS) juga turun 50 poin dari 3.625. Saya  menyambutnya di harga offer kanan 3.575. Ini merupakan transaksi rutin Indospring untuk minggu ini. Kita lihat perkembangan tiga minggu ke depan hingga komposisi portfolio Indospring penuh 10 lot.

Disclaimer: Ini bukan saran untuk bertransaksi beli/jual saham. Segala transaksi saham yang Anda lakukan adalah tanggungjawab Anda sendiri.

TRANSAKSI

  • ADMF: beli 500 saham pada harga Rp12.600,-
  • INDS: beli 500 saham pada harga Rp3.575,-

PORTFOLIO SAHAM

  • ARNA: 15.000 saham pada harga rata-rata Rp222,5/231* per saham
  • TRST: 30.000 saham pada harga rata-rata Rp406,25/408,42* per saham
  • JTPE: 5.000 saham diperoleh tanpa biaya (surplus) Rp31/15* per saham
  • ADMF: 1.000 saham pada harga rata-rata Rp11.350/11.452,7* per saham
  • PANS: 500 saham pada harga rata-rata Rp1.520/1.708* per saham
  • SMSM: 500 saham pada harga rata-rata Rp645/791* per saham (harga rata-rata dihitung dengan memasukkan peluang pemasukan dari dividen)
  • LSIP: 500 saham pada harga rata-rata Rp2.025/2.041* per saham
  • INDS: 3.500 saham pada harga rata-rata Rp3.600/3.607,2* per saham
  • EKAD: 15.000 saham pada harga rata-rata Rp300/300,6* per saham
  • ASGR: 500 saham pada harga rata-rata Rp1.040/1.042,08* per saham
  • BRNA: 1.000 saham pada harga rata-rata Rp1.700/1.703,4 per saham

Catatan: *harga rata-rata net asli dan harga rata-rata menyertakan biaya transaksi.

Transaksi 2 Februari 2012

Transaksi rutin masih untuk menambah saham Indospring hingga batas rencana portfolio 10 lot.

Disclaimer: Ini bukan saran untuk bertransaksi beli/jual saham. Segala transaksi saham yang Anda lakukan adalah tanggungjawab Anda sendiri.

TRANSAKSI

  • INDS: beli 500 saham pada harga Rp3.625,-

PORTFOLIO SAHAM

  • ARNA: 15.000 saham pada harga rata-rata Rp222,5/231* per saham
  • TRST: 30.000 saham pada harga rata-rata Rp406,25/408,42* per saham
  • JTPE: 5.000 saham diperoleh tanpa biaya (surplus) Rp31/15* per saham
  • ADMF: 500 saham pada harga rata-rata Rp10.100/10.280* per saham
  • PANS: 500 saham pada harga rata-rata Rp1.520/1.708* per saham
  • SMSM: 500 saham pada harga rata-rata Rp645/791* per saham (harga rata-rata dihitung dengan memasukkan peluang pemasukan dari dividen)
  • LSIP: 500 saham pada harga rata-rata Rp2.025/2.041* per saham
  • INDS: 3.000 saham pada harga rata-rata Rp3.604,17/3.611,37* per saham
  • EKAD: 15.000 saham pada harga rata-rata Rp300/300,6* per saham
  • ASGR: 500 saham pada harga rata-rata Rp1.040/1.042,08* per saham
  • BRNA: 1.000 saham pada harga rata-rata Rp1.700/1.703,4 per saham

Catatan: *harga rata-rata net asli dan harga rata-rata menyertakan biaya transaksi.

Transaksi 31 Januari 2012

Setelah sempat menikmati kenaikan beberapa poin, saham Trias Sentosa Tbk (TRST) akhirnya kembali ke 425-an. Karena situasi merah dan turun dengan lumayan cepat, pagi itu saya berpikir untuk segera menambah saham ini. Dalam rencana portfolio saya memang ingin mengelola antara 60 hingga 80 lot saham Trias ini. Pagi hari saya tempatkan perintah beli pada harga 425 dan ternyata terserap tidak berapa kemudian. Dan terbukti, pasar masih cenderung menurun, pada hari ini Trias sempat menyentuh 415 meski lalu kembali ke 425.

Disclaimer: Ini bukan saran untuk bertransaksi beli/jual saham. Segala transaksi saham yang Anda lakukan adalah tanggungjawab Anda sendiri.

TRANSAKSI

  • TRST: beli 5.000 saham pada harga Rp425,-

PORTFOLIO SAHAM

  • ARNA: 15.000 saham pada harga rata-rata Rp222,5/231* per saham
  • TRST: 30.000 saham pada harga rata-rata Rp406,25/408,42* per saham
  • JTPE: 5.000 saham diperoleh tanpa biaya (surplus) Rp31/15* per saham
  • ADMF: 500 saham pada harga rata-rata Rp10.100/10.280* per saham
  • PANS: 500 saham pada harga rata-rata Rp1.520/1.708* per saham
  • SMSM: 500 saham pada harga rata-rata Rp645/791* per saham (harga rata-rata dihitung dengan memasukkan peluang pemasukan dari dividen)
  • LSIP: 500 saham pada harga rata-rata Rp2.025/2.041* per saham
  • INDS: 2.500 saham pada harga rata-rata Rp3.600/3.607,2* per saham
  • EKAD: 15.000 saham pada harga rata-rata Rp300/300,6* per saham
  • ASGR: 500 saham pada harga rata-rata Rp1.040/1.042,08* per saham
  • BRNA: 1.000 saham pada harga rata-rata Rp1.700/1.703,4 per saham

Catatan: *harga rata-rata net asli dan harga rata-rata menyertakan biaya transaksi.

Transaksi 30 Januari 2012

Pada hari ini saya menambah saham baru ke portfolio yaitu saham perusahaan PT Berlina Tbk (BRNA). Ups, sebenarnya perusahaan ini bukan perusahaan baru. Saya pernah memilikinya beberapa saat lalu, tapi keluar total untuk mencari dana kas guna antisipasi krisis. Belakangan, setelah mempelajari lebih lanjut tentang profil dan ceritanya, saya masih percaya dengan kemampuan perusahaan ini. Profil dan alasan masih sama sepert yang dulu, bahwa ini adalah perusahaan bagus, suka membagi dividen, profitabilitasnya terjaga, meski punya risiko karena faktor hutang lebih dari ekuitas. Saya mungkin akan mengembangkan antara 5-10 lot dalam portfolio hingga Agustus mendatang. Kita lihat saja.

Pada hari ini saya juga menambah 1 lot saham lama yang dijual terlalu cepat pula, yaitu saham PT Astragraphia Tbk (ASGR). Harga 1040 ketika saya beli saham ini masih dalam batas harga wajar tapi margin of safety tidak ada. Ini tentu keputusan yang berbeda dengan rencana saya, yaitu minimal punya margin pengaman 30% untuk perusahaan mapan-tumbuh. Tapi ini memang sengaja karena saya ingin memantau saham ini ke depan, untuk itulah saya hanya beli 1 lot saja. Bila harganya menarik, hingga ada margin 30% atau lebih, saya tentu akan menambahnya sebagai salah satu saham mapan-tumbuh di portfolio. Kita ilhat saja nanti.

Disclaimer: Ini bukan saran untuk bertransaksi beli/jual saham. Segala transaksi saham yang Anda lakukan adalah tanggungjawab Anda sendiri.

TRANSAKSI

  • BRNA: beli 1.000 saham pada harga Rp1.700,-
  • ASGR: beli 500 saham pada harga Rp1.040,-

PORTFOLIO SAHAM

  • ARNA: 15.000 saham pada harga rata-rata Rp222,5/231* per saham
  • TRST: 25.000 saham pada harga rata-rata Rp402,5/404,95* per saham
  • JTPE: 5.000 saham diperoleh tanpa biaya (surplus) Rp31/15* per saham
  • ADMF: 500 saham pada harga rata-rata Rp10.100/10.280* per saham
  • PANS: 500 saham pada harga rata-rata Rp1.520/1.708* per saham
  • SMSM: 500 saham pada harga rata-rata Rp645/791* per saham (harga rata-rata dihitung dengan memasukkan peluang pemasukan dari dividen)
  • LSIP: 500 saham pada harga rata-rata Rp2.025/2.041* per saham
  • INDS: 2.500 saham pada harga rata-rata Rp3.600/3.607,2* per saham
  • EKAD: 15.000 saham pada harga rata-rata Rp300/300,6* per saham
  • ASGR: 500 saham pada harga rata-rata Rp1.040/1.042,08* per saham
  • BRNA: 1.000 saham pada harga rata-rata Rp1.700/1.703,4 per saham

Catatan: *harga rata-rata net asli dan harga rata-rata menyertakan biaya transaksi.