<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Komentar untuk Bola Salju</title>
	<atom:link href="http://bolasalju.com/comments/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bolasalju.com</link>
	<description>Belajar cerdas berinvestasi saham</description>
	<lastBuildDate>Thu, 23 Feb 2012 05:57:15 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
	<item>
		<title>Komentar di Mencari Saham yang Harganya Sangat Menarik oleh Bola Salju</title>
		<link>http://bolasalju.com/2012/02/09/mencari-saham-yang-harganya-sangat-menarik/#comment-116</link>
		<dc:creator>Bola Salju</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Feb 2012 05:57:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bolasalju.com/?p=1615#comment-116</guid>
		<description>Yth. Pak Asep, terima kasih komentarnya yang kritis. Perhitungan di atas adalah perhitungan nets-net dalam konsep Graham (silakan googling konsep ini), yaitu aset bersih setelah likuidasi dikurangi seluruh liabities, sisanya kira-kira adalah yang tersisa dari perusahaan. Kenapa bisa lebih besar dari Ekuitas yang dilaporkan? Ya berarti perusahaan untung, maka Aset tersisa bisa lebih besar. Konsepnya kira-kira kalau perusahaan ditutup, maka setelah seluruh hutang dibayar, sisa uang inilah yang akan dibagikan ke pemegang saham. Dan memperhitungkan jumlahnya yang lebih besar dari kapitalisasi pasar, di atas saya cantumkan 60% dari nilai aset bersih sisa likuidasi, maka 40% kelebihannya inilah keuntungan pemodal. Di sinilah konsep margin of safety itu ada. Kalau setelah dilikuidasi yang kita bayar sebagai pemodal lebih banyak daripada aset bersih sisanya, berarti yang kita bayar dalam saham terlalu mahal. Semoga paham.

Saya akan coba menulis konsep nets-net Graham ini di waktu yang akan datang. Mohon bersabar :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Yth. Pak Asep, terima kasih komentarnya yang kritis. Perhitungan di atas adalah perhitungan nets-net dalam konsep Graham (silakan googling konsep ini), yaitu aset bersih setelah likuidasi dikurangi seluruh liabities, sisanya kira-kira adalah yang tersisa dari perusahaan. Kenapa bisa lebih besar dari Ekuitas yang dilaporkan? Ya berarti perusahaan untung, maka Aset tersisa bisa lebih besar. Konsepnya kira-kira kalau perusahaan ditutup, maka setelah seluruh hutang dibayar, sisa uang inilah yang akan dibagikan ke pemegang saham. Dan memperhitungkan jumlahnya yang lebih besar dari kapitalisasi pasar, di atas saya cantumkan 60% dari nilai aset bersih sisa likuidasi, maka 40% kelebihannya inilah keuntungan pemodal. Di sinilah konsep margin of safety itu ada. Kalau setelah dilikuidasi yang kita bayar sebagai pemodal lebih banyak daripada aset bersih sisanya, berarti yang kita bayar dalam saham terlalu mahal. Semoga paham.</p>
<p>Saya akan coba menulis konsep nets-net Graham ini di waktu yang akan datang. Mohon bersabar <img src='http://bolasalju.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Laporan Keuangan (2): Empat Jenis Laporan Keuangan oleh Bola Salju</title>
		<link>http://bolasalju.com/2012/02/16/laporan-keuangan-2-empat-jenis-laporan-keuangan/#comment-114</link>
		<dc:creator>Bola Salju</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Feb 2012 05:48:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bolasalju.com/?p=1667#comment-114</guid>
		<description>Yth. Pak Asep, konsep neraca memang demikian. Silakan dilihat di seluruh laporan keuangan perusahaan, bagian kanan atau Liabilities yang menyeimbangkan bagian kiri atau Aset. Konsepnya hampir sama meski istilahnya ada yang beda-beda. Mohon baca artikel saya ini, juga baca ulang komentar Anda dan balasan saya di atas, Anda sendiri yang bingung dan tidak konsisten. Saya pahami kebingungan Anda, karena dulu saya juga bingung. Mohon bersabar :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Yth. Pak Asep, konsep neraca memang demikian. Silakan dilihat di seluruh laporan keuangan perusahaan, bagian kanan atau Liabilities yang menyeimbangkan bagian kiri atau Aset. Konsepnya hampir sama meski istilahnya ada yang beda-beda. Mohon baca artikel saya ini, juga baca ulang komentar Anda dan balasan saya di atas, Anda sendiri yang bingung dan tidak konsisten. Saya pahami kebingungan Anda, karena dulu saya juga bingung. Mohon bersabar <img src='http://bolasalju.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Mencari Saham yang Harganya Sangat Menarik oleh Asep</title>
		<link>http://bolasalju.com/2012/02/09/mencari-saham-yang-harganya-sangat-menarik/#comment-113</link>
		<dc:creator>Asep</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Feb 2012 04:50:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bolasalju.com/?p=1615#comment-113</guid>
		<description>Salut kepada Bolasalju yg mau merepotkan diri membuat panduan ini. Rasanya di dunia ini tidak ada yang menghitung seperti anda.

Saya hanya ingin menyatakan keheranan atas dua angka di atas. 

Besarnya Ekuitas=134,499 M. Sedangkan yg anda katakan Aset Bersih besarnya 162,1 M. (Inilah -menurut anda- aset yang tersisa bagi pemegang saham bila perusahaan dilikuidasi). 

Keheranan saya: Kok Aset Bersih lebih besar daripada Ekuitas? Jadi mana yang lebih bersih?

Salam,</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salut kepada Bolasalju yg mau merepotkan diri membuat panduan ini. Rasanya di dunia ini tidak ada yang menghitung seperti anda.</p>
<p>Saya hanya ingin menyatakan keheranan atas dua angka di atas. </p>
<p>Besarnya Ekuitas=134,499 M. Sedangkan yg anda katakan Aset Bersih besarnya 162,1 M. (Inilah -menurut anda- aset yang tersisa bagi pemegang saham bila perusahaan dilikuidasi). </p>
<p>Keheranan saya: Kok Aset Bersih lebih besar daripada Ekuitas? Jadi mana yang lebih bersih?</p>
<p>Salam,</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Laporan Keuangan (2): Empat Jenis Laporan Keuangan oleh Asep</title>
		<link>http://bolasalju.com/2012/02/16/laporan-keuangan-2-empat-jenis-laporan-keuangan/#comment-112</link>
		<dc:creator>Asep</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Feb 2012 04:41:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bolasalju.com/?p=1667#comment-112</guid>
		<description>Saya kira masalahnya di konsep Kewajiban, di mana anda memasukkan Ekuitas ke dalamnya. Ekuitas bukan kewajiban. Kewajiban adalah sesuatu yang harus dibayar kepada pihak ketiga (orang lain, bank), sedangkan para pemodal bukan pihak ketiga. Pemodal sama dengan pemilik perusahaan, atau mgkn boleh juga disebut pihak pertama. 

Apakah perusahaan punya kewajiban membayar sesuatu kepada pemiliknya sendiri? Rasanya kok janggal ya. Tentunya perusahaan harus bekerja sebaik mungkin supaya mendapat laba, tapi dia TIDAK WAJIB mendapat laba. Sistem yang berlaku bagi para pemodal adalah bagi hasil (share), kalau untung ya dibagi, rugi juga dibagi. 

Jika sebuah perusahaan bangkrut, misalnya, maka yang WAJIB didahulukan untuk dibayar adalah pihak ketiga (para pemberi utang). Sisanya, kalau ada, baru dibagikan kepada para pemodal.

Itulah kenapa Aset bukan hanya Kewajiban. Aset adalah Kewajiban plus Ekuitas.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya kira masalahnya di konsep Kewajiban, di mana anda memasukkan Ekuitas ke dalamnya. Ekuitas bukan kewajiban. Kewajiban adalah sesuatu yang harus dibayar kepada pihak ketiga (orang lain, bank), sedangkan para pemodal bukan pihak ketiga. Pemodal sama dengan pemilik perusahaan, atau mgkn boleh juga disebut pihak pertama. </p>
<p>Apakah perusahaan punya kewajiban membayar sesuatu kepada pemiliknya sendiri? Rasanya kok janggal ya. Tentunya perusahaan harus bekerja sebaik mungkin supaya mendapat laba, tapi dia TIDAK WAJIB mendapat laba. Sistem yang berlaku bagi para pemodal adalah bagi hasil (share), kalau untung ya dibagi, rugi juga dibagi. </p>
<p>Jika sebuah perusahaan bangkrut, misalnya, maka yang WAJIB didahulukan untuk dibayar adalah pihak ketiga (para pemberi utang). Sisanya, kalau ada, baru dibagikan kepada para pemodal.</p>
<p>Itulah kenapa Aset bukan hanya Kewajiban. Aset adalah Kewajiban plus Ekuitas.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Laporan Keuangan (2): Empat Jenis Laporan Keuangan oleh Bola Salju</title>
		<link>http://bolasalju.com/2012/02/16/laporan-keuangan-2-empat-jenis-laporan-keuangan/#comment-111</link>
		<dc:creator>Bola Salju</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Feb 2012 15:34:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bolasalju.com/?p=1667#comment-111</guid>
		<description>Sdr. Asep, terima kasih atas koreksinya. Di artikel &lt;a href=&quot;http://bolasalju.com/2012/02/09/mencari-saham-yang-harganya-sangat-menarik/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;mencari saham yang harganya sangat menarik&lt;/a&gt;, saya memang lupa tidak mengurangi aset bersih dengan hutang. Ini kealpaan saya belaka. Sebagai info, saya sudah mengkoreksi perhitungannya berikut penyempurnaan penjelasan studi kasus. Semoga bermanfaat dan harap maklum :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sdr. Asep, terima kasih atas koreksinya. Di artikel <a href="http://bolasalju.com/2012/02/09/mencari-saham-yang-harganya-sangat-menarik/" rel="nofollow">mencari saham yang harganya sangat menarik</a>, saya memang lupa tidak mengurangi aset bersih dengan hutang. Ini kealpaan saya belaka. Sebagai info, saya sudah mengkoreksi perhitungannya berikut penyempurnaan penjelasan studi kasus. Semoga bermanfaat dan harap maklum <img src='http://bolasalju.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Laporan Keuangan (2): Empat Jenis Laporan Keuangan oleh Bola Salju</title>
		<link>http://bolasalju.com/2012/02/16/laporan-keuangan-2-empat-jenis-laporan-keuangan/#comment-110</link>
		<dc:creator>Bola Salju</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Feb 2012 07:34:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bolasalju.com/?p=1667#comment-110</guid>
		<description>Terima kasih komentarnya pak.
Rencananya saya akan mengubah redaksi bagian neraca di atas. Rasanya memang ada yang kurang jelas karena penjelasan hanya berhenti Aset = Kewajiban (Liabilities) saja.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Terima kasih komentarnya pak.<br />
Rencananya saya akan mengubah redaksi bagian neraca di atas. Rasanya memang ada yang kurang jelas karena penjelasan hanya berhenti Aset = Kewajiban (Liabilities) saja.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Laporan Keuangan (2): Empat Jenis Laporan Keuangan oleh Asep</title>
		<link>http://bolasalju.com/2012/02/16/laporan-keuangan-2-empat-jenis-laporan-keuangan/#comment-109</link>
		<dc:creator>Asep</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Feb 2012 07:18:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bolasalju.com/?p=1667#comment-109</guid>
		<description>Oke deh. Beberapa istilah kita tidak sama. Mgkn itu masalahnya. Lebih lanjutnya mari sama2 belajar terus. 

O ya, saya pun ingin berbagi pengalaman investasi sy di http://bermenschool.wordpress.com/2012/02/20/reksadana-pribadi-saya/. 

Salam,

Asep</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Oke deh. Beberapa istilah kita tidak sama. Mgkn itu masalahnya. Lebih lanjutnya mari sama2 belajar terus. </p>
<p>O ya, saya pun ingin berbagi pengalaman investasi sy di <a href="http://bermenschool.wordpress.com/2012/02/20/reksadana-pribadi-saya/" rel="nofollow">http://bermenschool.wordpress.com/2012/02/20/reksadana-pribadi-saya/</a>. </p>
<p>Salam,</p>
<p>Asep</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Laporan Keuangan (2): Empat Jenis Laporan Keuangan oleh Bola Salju</title>
		<link>http://bolasalju.com/2012/02/16/laporan-keuangan-2-empat-jenis-laporan-keuangan/#comment-108</link>
		<dc:creator>Bola Salju</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Feb 2012 06:58:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bolasalju.com/?p=1667#comment-108</guid>
		<description>Anda tadi di atas kan bilang Aset = Modal + Utang, istilah modal saja mungkin juga kurang tepat, maka saya koreksi di tulisan di atas. Aset = Utang + Ekuitas. Ekuitas sendiri = modal + laba/rugi. Itu yang saya sampaikan di balasan komentar di atas, Pak :)

Memang tulisan panduan ini belum lengkap. Apa saya terlalu sederhana pembahasannya ya? Saya belum sampai membahas detail Aset dan Kewajiban soalnya, ternyata pak Asep sudah melangkah jauh ke sana hehehe

Terima kasih!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Anda tadi di atas kan bilang Aset = Modal + Utang, istilah modal saja mungkin juga kurang tepat, maka saya koreksi di tulisan di atas. Aset = Utang + Ekuitas. Ekuitas sendiri = modal + laba/rugi. Itu yang saya sampaikan di balasan komentar di atas, Pak <img src='http://bolasalju.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Memang tulisan panduan ini belum lengkap. Apa saya terlalu sederhana pembahasannya ya? Saya belum sampai membahas detail Aset dan Kewajiban soalnya, ternyata pak Asep sudah melangkah jauh ke sana hehehe</p>
<p>Terima kasih!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Laporan Keuangan (2): Empat Jenis Laporan Keuangan oleh Asep</title>
		<link>http://bolasalju.com/2012/02/16/laporan-keuangan-2-empat-jenis-laporan-keuangan/#comment-107</link>
		<dc:creator>Asep</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Feb 2012 04:55:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bolasalju.com/?p=1667#comment-107</guid>
		<description>Sekadar penjernihan istilah, saya menggunakan istilah Utang dalam arti yang sama persis dengan Liabilitas ataupun Kewajiban. Kemudian istilah Modal sama persis dengan Ekuitas. 

Aset bukan hanya Kewajiban. Aset = Utang (Kewajiban; Liabilitas) + Modal (Ekuitas), ini adalah rumus akuntansi. 

Silakan anda cek angka di halaman Aset dan di halaman Liabilitas+Ekuitas, jumlahnya pasti sama.

Salam,</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sekadar penjernihan istilah, saya menggunakan istilah Utang dalam arti yang sama persis dengan Liabilitas ataupun Kewajiban. Kemudian istilah Modal sama persis dengan Ekuitas. </p>
<p>Aset bukan hanya Kewajiban. Aset = Utang (Kewajiban; Liabilitas) + Modal (Ekuitas), ini adalah rumus akuntansi. </p>
<p>Silakan anda cek angka di halaman Aset dan di halaman Liabilitas+Ekuitas, jumlahnya pasti sama.</p>
<p>Salam,</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Laporan Keuangan (2): Empat Jenis Laporan Keuangan oleh Bola Salju</title>
		<link>http://bolasalju.com/2012/02/16/laporan-keuangan-2-empat-jenis-laporan-keuangan/#comment-106</link>
		<dc:creator>Bola Salju</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Feb 2012 04:34:20 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bolasalju.com/?p=1667#comment-106</guid>
		<description>Saya rasa konsep neraca yang saya sampaikan di tulisan ini sudah betul, yaitu ada dua: Aset dan Kewajiban. Aset adalah Kewajiban secara prinsip memang begitu. Prinsipnya aset harus sama dengan kewajiban. Nah, mungkin istilah bahasa saja, kewajiban di sini tidak sama dengan hutang, kewajiban adalah hutang + shareholder&#039;s equity. Kalau Aset = Hutang + Modal agak kurang betul. Kalau Aset = Hutang (lancar+tidak) + ekuitas, itu betul. Di mana ekuitas sendiri terdiri modal + laba bersih, ekuitas ini selisih aset dikurangi hutang.

Tentang konsep PBV, kita harus tahu Book Value dulu. BV = Total Aset - Hutang, biasanya juga disebut shareholder&#039;s equity atau ekuitas. Seperti para pakar bilang, memandang BV seperti ini saja ada banyak kelemahan, ekuitas di posisi neraca kan berwujud menjadi aset. Padahal sifat aset ada yang bisa langsung dijual, ada yang nilainya berkurang banyak bila langsung dijual, ada pula aset tak berwujud. Di situlah para value investor biasanya mengurangi aset yang tidak gampang diuangkan, seperti yang saya lakukan di kalkulasi CLPI itu. Jadi kalau BV saja bisa bermasalah karena terlalu optimis, saya merasa menilai perusahaan hanya dari PBV saja kurang bagus. 

Mengenai detil kalkulasi CLPI, saya akan pelajari dulu. Mungkin ada kesalahpahaman. Mungkin saya ada salah kutip/tulis. Sepertinya saya perlu menyajikan data biar argumen dan pembacaan gamblang :) Bila perlu saya akan jawab di tulisan tersebut sebagai update atau tulisan baru. Terima kasih atas komentarnya.

Tak perlu sungkan pak. Saya di sini juga masih belajar kok. Kita sama-sama belajar.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya rasa konsep neraca yang saya sampaikan di tulisan ini sudah betul, yaitu ada dua: Aset dan Kewajiban. Aset adalah Kewajiban secara prinsip memang begitu. Prinsipnya aset harus sama dengan kewajiban. Nah, mungkin istilah bahasa saja, kewajiban di sini tidak sama dengan hutang, kewajiban adalah hutang + shareholder&#8217;s equity. Kalau Aset = Hutang + Modal agak kurang betul. Kalau Aset = Hutang (lancar+tidak) + ekuitas, itu betul. Di mana ekuitas sendiri terdiri modal + laba bersih, ekuitas ini selisih aset dikurangi hutang.</p>
<p>Tentang konsep PBV, kita harus tahu Book Value dulu. BV = Total Aset &#8211; Hutang, biasanya juga disebut shareholder&#8217;s equity atau ekuitas. Seperti para pakar bilang, memandang BV seperti ini saja ada banyak kelemahan, ekuitas di posisi neraca kan berwujud menjadi aset. Padahal sifat aset ada yang bisa langsung dijual, ada yang nilainya berkurang banyak bila langsung dijual, ada pula aset tak berwujud. Di situlah para value investor biasanya mengurangi aset yang tidak gampang diuangkan, seperti yang saya lakukan di kalkulasi CLPI itu. Jadi kalau BV saja bisa bermasalah karena terlalu optimis, saya merasa menilai perusahaan hanya dari PBV saja kurang bagus. </p>
<p>Mengenai detil kalkulasi CLPI, saya akan pelajari dulu. Mungkin ada kesalahpahaman. Mungkin saya ada salah kutip/tulis. Sepertinya saya perlu menyajikan data biar argumen dan pembacaan gamblang <img src='http://bolasalju.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Bila perlu saya akan jawab di tulisan tersebut sebagai update atau tulisan baru. Terima kasih atas komentarnya.</p>
<p>Tak perlu sungkan pak. Saya di sini juga masih belajar kok. Kita sama-sama belajar.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

