Transaksi 30-12-2010

Tuan Pasar memang selalu begitu. Harga Colorpak Indonesia, Tbk (CLPI) bergerak dari angka rata-rata 445-an, tiba-tiba terkerek ke 560 dalam sehari, lalu pada beberapa hari yang lalu anjlok hingga angka terendah 325. Saya agak terlambat mengetahui pergerakan turun ini karena sedang dalam perjalanan liburan. Hari ini pun masih dalam liburan, tapi akhirnya saya sempatkan deposit dana di rekening sekuritas saya. Setelah deposit, saya lalu sempat menempatkan pembelian pada Rp 345, diskon sebesar hampir Rp 90 sejak harga terakhir. Lumayan. Semoga masih ada diskon dan saya bisa menambah dana lagi.

Transaksi

  • CLPI : beli 12.500 saham pada harga Rp 345
    (Nilai transaksi Rp 4.312.000, komisi Rp 8.625, total transaksi Rp 4.321.125)

Portfolio Saham

  • CLPI : 30.000 saham pada harga rata-rata Rp 397 per saham
  • BUDI : 10.000 saham pada harga rata-rata Rp 213 per saham
  • ELSA : 1.500 saham pada harga Rp 323 per saham

Transaksi 09-12-2010

Sisa dana dalam rekening sekuritas saya tinggal sedikit. Sambil menanti status bulan ini, apakah akan ditambah atau tidak, saya berpikir untuk mengamankan alokasi portfolio saham Colorpak Indonesia, Tbk (CLPI) yang saya punya mumpung harganya hari ini dibuka Rp 410-an.

Demi mengamankan faktor pembelian saya agar makin rendah, saya pesan sisa dana tersisa untuk 3 lot (1500) saham CLPI dengan harga Bid Rp 400. Ternyata belum sampai istirahat sesi I, transaksi saya sudah cocok. Transaksi saham CLPI hari ini antara Rp 400-Rp 410.

Ada perubahan drastis dalam saham Elnusa, Tbk (ELSA) hari ini. Pada penutupan harganya naik ke Rp 460. Saya cari berita-berita terakhir, nada-nadanya justru tidak menarik, ada berita penurunan, tapi kebanyakan tentang target mereka pada tahun depan yang akan menganggarkan Capital Expenditure (CAPEX) lebih besar. Berikut berita-berita terakhir seputar ELSA:

Saya amati laporan terakhir mereka dalam public expose beberapa minggu lalu, menurut saya lini bisnisnya lemah, hanya satu bisnis yang untung. Lalu kenapa bisa naik? Inilah keanehan Tuan Pasar, mungkin ini persiapan sebelum window dressing ya? Hehehe, saya mungkin akan ambil untung besok, mengingat partisipasi saya dalam saham ELSA hanyalah percobaan.

Transaksi

  • CLPI : beli 1.500 saham pada harga Rp 400
    (Nilai transaksi Rp 600.000, komisi Rp 1.200, total transaksi Rp 601.200)

Portfolio Saham

  • CLPI : 17.500 saham pada harga rata-rata Rp 435 per saham (masih rugi! tapi saya akan berusaha menambahnya, bila ada dana)
  • BUDI : 10.000 saham pada harga rata-rata Rp 213 per saham (stagnan!)
  • ELSA : 1.500 saham pada harga Rp 323 per saham (hari ini naik drastis ke Rp 360, apakah saya jual besok?)

Kami tidak menjual apa-apa

Setelah mengamati data catatan pengunjung di blog ini, kami melihat ada sebuah situs yang mengarahkan pengunjung ke blog kami. Kami tidak ingin menyebut situs apa itu.

Terus terang kami penasaran, karena kami tidak pernah melakukan promosi apa pun, tidak mengedarkan blog ini, dan juga tidak ada usaha lain bahkan cerita ke teman atau tetangga. Tentu saja kami menyebarkan blog ini melalui mesin pencari seperti Google, Yahoo, Ask atau Bing, itu saja dan karena itu normal. Kami pun ingin blog ini banyak pembaca.

Lanjut membaca

Tuan Pasar

Tuan Pasar adalah alegori kesukaan Ben Graham dalam menjelaskan istilah investasi yang rumit. Dan Tuan Pasar menjadi metofora paling cerdas untuk menggambarkan harga saham bisa salah.

Menurutnya Tuan Pasar adalah seseorang yang setiap hari mengetuk pintu rumah para investor untuk menjual atau membeli saham-saham pada harga yang berbeda-beda. Seringkali harga yang ditawarkan oleh Tuan Pasar tidak masuk akal mahalnya, tapi tidak kalah sering dia juga menawarkan harga yang kelewatan murahnya. Sebagai investor kita bebas untuk menyetujui atau bertransaksi dengan setiap harga yang ditawarkan oleh Tuan Pasar, atau tak ada masalah bila kita mengabaikannya. Tuan Pasar tidak mempermasalahkan hal ini, dan dia akan kembali esok harinya untuk menyebutkan harga yang berbeda lagi.

Lanjut membaca

Margin of Safety

Arti dasar bahasa Inggrisnya kira-kira batas akan keamanan. Tetapi kita semua mengenal istilah ini, khususnya dalam dunia keuangan, dari Benjamin Graham dan David Dodd dalam bukunya The Security Analysis (1934). Menurutnya, batas akan keamanan adalah perbedaan antara nilai intrinsik suatu saham dengan harga saat ini. Atau dalam pengertian untung-rugi, batas akan keamanan adalah sampai seberapa jauh kita bisa menjalani usaha hingga usaha itu menunjukkan rugi.

Kembali ke pengertian pertama, seandainya kita tertarik dengan suatu saham. Misalnya saja harga saham tersebut saat ini dijual dalam kisaran Rp 900. Bila margin of safety-nya adalah 10% atau dalam harga Rp 1.000, maka bila kita membelinya saat ini, kita bisa mencari nilai aman hingga batas 10% itu. Jadi semakin besar batas akan keamanan suatu saham, tentu saja akan membuat kita merasa tenang karena nilainya masih menjamin investasi kita (masih akan) untung.

Panduan dasar investasi metode Graham adalah dari Batas akan Keamanan ini. Untuk aplikasinya, tentu harus menetapkan nilai Harga Wajar Saham. Ketika tahu harga wajar suatu saham, kita akan bisa menghitung apakah harga sekarang masih underpriced (dihargai murah, batas akan keamanan masih ada) atau overpriced (dihargai terlalu tinggi, melampaui batas akan keamanan).

Analoginya begini, misalnya saja kita dalam bisnis jual beli susu, harga wajar seliter susu adalah Rp 10.000 (anggap saja demikian). Dalam cerita ini kita anggap semua susu kualitasnya sudah teriuji dan baik. Suatu hari ada pemasok dari peternakan baru datang dan menawarkan pada kita seliter susu harganya Rp 9500, maka Rp 500 itulah batas akan keamanan kita. Kita yakin bila membeli darinya maka kita masih aman. Seandainya kita bisa menawar lebih murah lagi, maka batas akan keamanan kita akan jauh lebih baik lagi. Itulah analogi sederhana batas akan keamanan.

Dengan memegang teguh batas akan keamanan pada setiap saham yang kita beli inilah kita bisa yakin kapan harus membeli (atau menjual) saham, tanpa pusing dengan pergerakan saham harian. Atau bila kita yakin suatu saham kualitasnya bagus dan punya dividen menarik yang bisa memberikan pertumbuhan dalam jangka panjang, kita bisa dengan tenang menyimpannya saja.

Keuangan dan Masalahnya

Uang dari seluruh dunia

Uang dari berbagai penjuru dunia (gambar oleh epSos.de di flickr)

Keuangan adalah anak peradaban dunia modern.

Manusia pada awalnya hidup untuk diri mereka sendiri. Pada awalnya mereka kemudian hidup untuk keluarga, untuk kerabatnya, kemudian untuk suku dan marganya. Pada awalnya manusia mengenal pembagian kerja melalui pertukaran atau barter.

Lalu manusia semakin terhubungan dengan dunia yang lebih luas. Dunia menjadi kampung yang makin sempit. Kebutuhan untuk saling bertukar pekerjaan, pertukaran keahlian, pertukaran benda, dan juga pertukaran nilai-nilai menjadi lumrah. Setelah mengenal barter, kita lalu mengenal emas, dan akhirnya kita mengenal uang sebagaimana yang kita tahu dengan berbagai nama dan denominasi saat itu.

Itulah sejarah singkat keuangan dunia yang saya sederhanakan, mungkin juga terlalu digeneralisir. Tapi intinya, uang adalah hal lumrah yang tidak bisa dihindari di dunia modern ini, maka seyogyanya manusia yang sukses adalah mereka yang mengerti tentang keuangan dan masalahnya.

Lanjut membaca

Transaksi 03-12-2010

Hari ini saya ingin memburu saham Colorpak Indonesia, Tbk (CLPI). Harga penutupan pada hari yang lalu adalah Rp 420. Maka saya memberi perintah beli pada Rp 405, angka yang rendah memang. Tapi ini hari Jumat. Siapa tahu kadangkala banyak pengikut Tuan Pasar yang agak aneh dan menjual pada harga terlalu murah.

Ternyata tebakan saya terbukti, hari ini transaksi saham CLPI terjadi pada range Rp 395-450. Saya memberi perintah beli sementara sejak pagi. Lalu kemudian melupakannya dan berkativitas lain. Sampai siang perintah beli ini tidak ada yang cocok. Baru ketika malam harinya saya cek ternyata ada menjual sahamnya pada Rp 405 yang juga merupakan harga penutupan hari ini. Harga rata-rata portfolio CLPI saya akhirnya turun, tapi bila ada sisa dana, saya kan berusaha mendapatkan saham CLPI diskon lebih banyak lagi.

Transaksi

  • CLPI : beli 2.500 saham pada harga Rp 405
    (Nilai transaksi Rp 1.012.500, komisi Rp 2.025, total transaksi Rp 1.014.525)

Portfolio Saham

  • CLPI : 16.000 saham pada harga rata-rata Rp 438 per saham
  • BUDI : 10.000 saham pada harga rata-rata Rp 213 per saham
  • ELSA : 1.500 saham pada harga Rp 323 per saham

Transaksi 01-12-2010

Saya panik dengan Perdana Karya Perkasa, Tbk (PKPK). Saya bosan. Saya ingin emiten ini dibuang dari portfolio saya sebelum kemungkinan yang tidak saya inginkan atau kerugian yang lebih parah datang. Harga wajar saham menurut hitungan saya tidak lebih dari Rp 193, dan pada awalnya saya membeli pada harga Rp 191. Kesalahan disambung kesalahan membuat peluang kerugian di depan mata adalah Rp 50.000 untuk seluruh saham PKPK yang saya miliki. Saya perintahkan JUAL pada RP 184, angka yang sangat rendah karena saat itu pasar PKPK dibuka pada Rp 186. Tapi saya ingin emiten ini segera terjual.

Sebagai sampingan, saya pasang beli saham Colorpak Indonesia (CLPI) pada harga Rp 420 pagi itu. Dan ternyata angka ini masuk. Tapi saya beli cuma 1000 saham. Anggap saja sebagai penjajakan, saya juga berpikir CLPI kembali ke kisaran normal Rp 445-450. Saya siap menambah CLPI untuk diskon yang lebih banyak, apalagi setelah PKPK nanti laku.

Transaksi

  • CLPI : beli 1.000 saham pada harga Rp 420
    (Nilai transaksi Rp 420.000, komisi Rp 840, total transaksi Rp 420.840)
  • PKPK : jual 10.000 saham pada harga Rp 184
    (Nilai transaksi Rp 1.840.000, komisi Rp 3.680, pajak Rp 1.840, total transaksi Rp 1.834.480)

Gain/Loss

  • Rp 59.500 atau -3.13% untuk saham PKPK

Portfolio Saham

  • CLPI : 13.500 saham pada harga rata-rata Rp 444 per saham
  • BUDI : 10.000 saham pada harga rata-rata Rp 213 per saham
  • PKPK : 0 saham
  • ELSA : 1.500 saham pada harga Rp 323 per saham

Transaksi 30-11-2010

Hari ini saya panik akan Perdana Karya Perkasa, Tbk (PKPK). Berita-berita kurang bagus. Penghasil menurun. Gosip jelek. Saya harus menjual. Tapi perintah jual pada kisaran harga yang saya inginkan ternyata tidak ada yang beli, dan harga makin jatuh.

Sementara itu Tuan Pasar masih suka mendiskon harga saham Colorpak Indonesia, Tbk (CLPI) karena harga masih jatuh. Tapi saya tidak panik. Saya masih percaya pada analisis saya harga wajar sahamnya pada angka Rp 500-an. Maka saya membuat perintah beli pada harga Rp 440. Ternyata harga penutupan masih di bawah itu. Saya terlalu ambisius. Mungkin sebaiknya tidak usah terburu-buru, atau barangkali tunggu saja beberapa hari lagi, dan kalau harga jatuh saya bisa dapat diskon lebih banyak lagi. Mungkin ini kesalahan atau juga bisa jadi pengingat saya di masa yang akan datang.

Transaksi

  • CLPI : beli 2.500 saham pada harga Rp 440
    (Nilai transaksi Rp 1.100.000, komisi Rp 2.200, total transaksi Rp 1.102.200)

Portfolio Saham

  • CLPI : 12.500 saham pada harga rata-rata Rp 446 per saham
  • BUDI : 10.000 saham pada harga rata-rata Rp 213 per saham
  • PKPK : 10.000 saham pada harga rata-rata Rp 190 per saham
  • ELSA : 1.500 saham pada harga Rp 323 per saham

Transaksi 29-11-2010

Setelah kehilangan saham Colorpak Indonesia, Tbk (CLPI) pada minggu lalu, hari ini saya berniat mencari kembali CLPI pada harga semula, yaitu RP 445-450. Ini sesuai niat awal saya dari hasil analisis untuk mengkoleksi emiten ini sebagai investasi saya.

Pagi hari sebelum bursa buka saya memasang perintah beli pada kisaran Rp 450 dan juga Rp 445. Saya berpikir, siapa tahu harga jeblok lagi, saya akan mendapatkan lebih banyak lagi emiten ini. Harga buka CLPI pada pagi itu memang dalam range demikian, dan saya langsung memiliki kembali CLPI. Dan kali ini saya menambah jumlah pembelian hingga 20 lot (10.000 saham).

Sementara itu saham Elnusa, Tbk (ELSA) masih berkutat antara Rp 305-325, akhirnya saya memutuskan membeli 1 lot (500 saham) pada harga Rp 310, demi mendapat diskon untuk menanggulangi pembelian tinggi sebelumnya (2 lot) pada harga Rp 330.

Transaksi

  • CLPI : beli 5.000 saham pada harga Rp 450
    (Nilai transaksi Rp 2.250.000, komisi Rp 4.500, total transaksi Rp 2.254.500)
  • CLPI : beli 5.000 saham pada harga Rp 445
    (Nilai transaksi Rp 2.225.000, komisi Rp 4.450, total transaksi Rp 2.229.450)
  • ELSA : beli 500 saham pada harga Rp 310
    (Nilai transaksi Rp 155.000, komisi Rp 310, total transaksi Rp 155.310)

Portfolio Saham

  • CLPI : 10.000 saham pada harga rata-rata Rp 448 per saham
  • BUDI : 10.000 saham pada harga rata-rata Rp 213 per saham
  • PKPK : 10.000 saham pada harga rata-rata Rp 190 per saham
  • ELSA : 1.500 saham pada harga Rp 330 per saham