Rencana Pabrik Baru Arwana

Harga saham Arwana Citramulia Tbk (ARNA) menanjak pada beberapa hari terakhir, hari ini sudah menyentuh 425. Padahal beberapa saat sebelumnya harganya bertengger di kisaran 360-385. Saya penasaran, apakah kenaikan ini gejolak pasar saja atau ada perkembangan terbaru dari perusahaan yang belum saya ikuti.

Arwana adalah portfolio lama dalam investasi saya. Seperti sudah pernah saya evaluasi, saya menurunkan ekspektasi saya pada perusahaan ini dan posisinya di portfolio saya kurangi separuh lebih. Tapi saya masih tertarik perusahaan ini, saya masih yakin akan potensi pertumbuhannya. Ternyata hari ini saya mendapat jawabannya.

Lanjut membaca

Transaksi 25 Januari 2012

Transaksi rutin untuk menambah saham Indospring Tbk (INDS) hingga batas rencana portfolio 10 lot. Karena harga saham INDS sudah naik beberapa hari lalu, pada hari ini saya menempatkan bid pada harga 3725, selisih 100 lot pada harga awal pagi itu. Ah, siang hari transaksi saya terserap. Minggu depan kita lihat saja bagaimana perkembangan saham ini.

Disclaimer: Ini bukan saran untuk bertransaksi beli/jual saham. Segala transaksi saham yang Anda lakukan adalah tanggungjawab Anda sendiri.

TRANSAKSI

  • INDS: beli 500 saham pada harga Rp3.725,-

PORTFOLIO SAHAM

  • ARNA: 15.000 saham pada harga rata-rata Rp222,5/231* per saham
  • TRST: 25.000 saham pada harga rata-rata Rp402,5/404,95* per saham
  • JTPE: 5.000 saham diperoleh tanpa biaya (surplus) Rp31/15* per saham
  • ADMF: 500 saham pada harga rata-rata Rp10.100/10.280* per saham
  • PANS: 500 saham pada harga rata-rata Rp1.520/1.708* per saham
  • SMSM: 500 saham pada harga rata-rata Rp645/791* per saham (harga rata-rata dihitung dengan memasukkan peluang pemasukan dari dividen)
  • LSIP: 500 saham pada harga rata-rata Rp2.025/2.041* per saham
  • INDS: 2.500 saham pada harga rata-rata Rp3.600/3.607,2* per saham
  • EKAD: 15.000 saham pada harga rata-rata Rp300/300,6* per saham

Catatan: *harga rata-rata net asli dan harga rata-rata menyertakan biaya transaksi.

Waktu yang Terbatas

Mohon maaf belum bisa mengunggah tulisan baru di blog ini. Saya sedang menikmati harumnya bau kertas dan juga ilmu investasi dari empat buku investasi baru yang datang beberapa hari yang lalu. Empat buku teratas terdiri dari dua buku Peter Lynch dan biografi Buffett yang ditulis oleh Roger Lowenstein, juga buku ringkasan gaya Value Investing yang ditulis oleh Bruce Greenwald, membuat waktu saya terasa sangat terbatas karena ingin membaca tuntas semua.

Saya sudah menulis resensi dua buku dari beberapa di foto ini. Saya janji akan menulis ulasan untuk buku-buku lainnya bila saya rasa buku tersebut berguna dan menarik buat pembaca.

Transaksi 18 Januari 2012

Karena Kamis dan Jumat ini tidak bisa bertransaksi, maka Rabu kemarin adalah hari akhir untuk bertransaksi pada periode minggu ini. Kali ini saya menambah sedikit saham EKAD, mumpung harganya masih di bawah harga wajar dan akumulasi harga untuk seluruh transaksi menunjukkan harga rata-rata masih mempunyai margin of safety lebih dari 50%. Saya tempatkan penawaran beli pada paginya di harga yang sama dengan kondisi offer terakhir pada harga 330. Ternyata penawaran saya cocok. Bahkan sore harinya saham EKAD masih turun ke harga 320. Tidak ada penyesalan. Kalau EKAD naik terus, saya tidak akan menambah lagi. Kalau masih turun hingga di bawah 300, saya akan coba beli lagi hingga kisaran 50 lot.

Disclaimer: Ini bukan saran untuk bertransaksi beli/jual saham. Segala transaksi saham yang Anda lakukan adalah tanggungjawab Anda sendiri.

TRANSAKSI

  • EKAD: beli 5.000 saham pada harga Rp330,-

PORTFOLIO SAHAM

  • ARNA: 15.000 saham pada harga rata-rata Rp222,5/231* per saham
  • TRST: 25.000 saham pada harga rata-rata Rp402,5/404,95* per saham
  • JTPE: 5.000 saham diperoleh tanpa biaya (surplus) Rp31/15* per saham
  • ADMF: 500 saham pada harga rata-rata Rp10.100/10.280* per saham
  • PANS: 500 saham pada harga rata-rata Rp1.520/1.708* per saham
  • SMSM: 500 saham pada harga rata-rata Rp645/791* per saham (harga rata-rata dihitung dengan memasukkan peluang pemasukan dari dividen)
  • LSIP: 500 saham pada harga rata-rata Rp2.025/2.041* per saham
  • INDS: 2.000 saham pada harga rata-rata Rp3.568,75/3.575,88* per saham
  • EKAD: 15.000 saham pada harga rata-rata Rp300/300,6* per saham

Catatan: *harga rata-rata net asli dan harga rata-rata menyertakan biaya transaksi.

Saham Gorengan

Ini topik yang ramai di beberapa forum daring karena seorang yang mengaku pakar menyebut saham KAEF sebagai goreng. Saham gorengan? Apa sih arti saham gorengan? Siapa penggorengnya? Gimana caranya menggoreng saham? Berapa lama saham digoreng itu? Apakah saham digoreng hingga gosong, atau cukup setengah matang atau hingga rasanya pas dan disajikan?

Ah itu lelucon dalam pikiran saya. Tapi benar, kok. Sebelum masuk berinvestasi saham saya selalu terpikir dengan hal ini, karena topik ini memang sering dibicarakan orang, baik forum resmi atau tidak resmi. Rumor sebuah saham gorengan menjadi menakutkan sehingga membuat banyak orang jengah lalu tidak jadi berinvestasi saham, takut uangnya hangus tergoreng.

Lanjut membaca

Transaksi 17 Januari 2012

Oleh sebab hari Kamis dan Jumat tidak mungkin bisa bertransaksi saham karena akan bepergian ke luar kota dan ada acara penting, maka transaksi saham dikumpulkan hari ini. Saya menempatkan beberapa perintah beli untuk banyak saham saya, tapi hanya dua transaksi berikut yang terlaksana. Yang lain terburu naik :)

Harga kedua pembelian di bawah ini memang agak besar, terbukti sore harinya mereka sudah turun lagi. Tapi hal ini tak masalah, toh harga rata-rata untuk TRST masih kecil, dan harga wajar INDS masih jauh.

Disclaimer: Ini bukan saran untuk bertransaksi beli/jual saham. Segala transaksi saham yang Anda lakukan adalah tanggungjawab Anda sendiri.

TRANSAKSI

  • INDS: beli 500 saham pada harga Rp3.625,-
  • TRST: beli 5.000 saham pada harga Rp440,-

PORTFOLIO SAHAM

  • ARNA: 15.000 saham pada harga rata-rata Rp222,5/231* per saham
  • TRST: 25.000 saham pada harga rata-rata Rp402,5/404,95* per saham
  • JTPE: 5.000 saham diperoleh tanpa biaya (surplus) Rp31/15* per saham
  • ADMF: 500 saham pada harga rata-rata Rp10.100/10.280* per saham
  • PANS: 500 saham pada harga rata-rata Rp1.520/1.708* per saham
  • SMSM: 500 saham pada harga rata-rata Rp645/791* per saham (harga rata-rata dihitung dengan memasukkan peluang pemasukan dari dividen)
  • LSIP: 500 saham pada harga rata-rata Rp2.025/2.041* per saham
  • INDS: 2.000 saham pada harga rata-rata Rp3.568,75/3.575,88* per saham
  • EKAD: 10.000 saham pada harga rata-rata Rp285/285,57* per saham

Catatan: *harga rata-rata asli dan harga rata-rata menyertakan biaya transaksi.

Tentang Manajemen

Topik ini adalah lanjutan dari tulisan filosofi investasi. Setelah menilai faktor perusahaan, hal yang kemudian sangat berhubungan erat adalah kualitas manajemen.

Namun ada hal yang membuat saya berpikir agak panjang sebelum mengelaborasi topik ini karena, jujur saja, saya bukan ahli dalam bidang ini. Saya masih banyak belajar. Saya hanyalah investor perseorangan yang menggelindingkan investasinya di jalur lurus yang dilalui banyak investor pintar, termasuk dengan mencari perusahaan yang dijalankan oleh manajemen yang kompeten. Ajaran utama para legenda investasi adalah kita harus fokus investasi pada perusahaan yang mempunyai manajemen dengan kriteria jujur, ramah terhadap pemegang saham minoritas, kompeten, punya integritas, dan terbukti meningkatkan ekuitas perusahaan.

Tapi bagaimana seorang investor perseorangan yang bermodal internet dan laporan keuangan digital bisa menilai manajemen itu bagus? Berikut adalah pemikiran yang sempat saya kumpulkan tentang manajemen.

Lanjut membaca

Rencana Portfolio dan Transaksinya

Saya sebenarnya ingin memuat tulisan ini pada Jumat lalu. Tapi apa daya waktu tidak memungkinkannya. Tulisan ini adalah lanjutan dari tulisan Manajemen Portfolio. Setelah rencana komposisi portfolio, langkah berikut agar operasi investasi kita sehat dan rasional adalah mempunyai rencana portfolio dan rencana transaksi.

Semoga tulisan yang agak panjang ini bisa mengisi akhir pekan Anda.

Lanjut membaca

Transaksi 13 Januari 2012

Hari ini saya membeli 1 lot saham INDS lagi. Kegiatan ini meneruskan rencana pembelian rutin (volume averaging) saham INDS setiap minggu hingga 8 minggu ke depan guna mencapai batas rencana portfolio 10 lot saham, dalam batas harganya masih menarik. Saya juga berencana melakukan operasi ini untuk saham lain, sayang harga-harganya masih belum menarik, atau untuk kasus saham berharga besar seperti ADMF belum ada kesempatan yang memuaskan meski harganya masih murah dibanding harga wajarnya.

Disclaimer: Ini bukan saran untuk bertransaksi beli/jual saham. Segala transaksi saham yang Anda lakukan adalah tanggungjawab Anda sendiri.

TRANSAKSI

  • INDS: beli 500 saham pada harga Rp3.600,-

PORTFOLIO SAHAM

  • ARNA: 15.000 saham pada harga rata-rata Rp222,5/231* per saham
  • TRST: 20.000 saham pada harga rata-rata Rp393,13/396* per saham
  • JTPE: 5.000 saham diperoleh tanpa biaya (surplus) Rp31/15* per saham
  • ADMF: 500 saham pada harga rata-rata Rp10.100/10.280* per saham
  • PANS: 500 saham pada harga rata-rata Rp1.520/1.708* per saham
  • SMSM: 500 saham pada harga rata-rata Rp645/791* per saham (harga rata-rata dihitung dengan memasukkan peluang pemasukan dari dividen)
  • LSIP: 500 saham pada harga rata-rata Rp2.025/2.041* per saham
  • INDS: 1.500 saham pada harga rata-rata Rp3.550/3.557,1* per saham
  • EKAD: 10.000 saham pada harga rata-rata Rp285/285,57* per saham

Catatan: *harga rata-rata asli dan harga rata-rata menyertakan biaya transaksi.

Investasi itu Membosankan

Bagi investor jangka panjang, aktivitas investasi itu ternyata banyak yang membosankan. Maka benar adanya bahwa mereka yang sabar dalam berinvestasi akan dikaruniai keberuntungan yang setimpal. Betapa tidak. Aktivitas yang paling menyenangkan dalam berinvestasi bagi saya adalah kegiatan riset perusahaan dan menemukan fakta yang menarik. Risetnya sendiri tentu membosankan.

Saat paling menyenangkan adalah ketika menemukan sebuah perusahaan bagus, dan sahamnya masih murah. Menemukan suatu perusahaan menghasil penjualan yang stabil, wow keren, senang. Lalu diam. Kemudian menemukan bahwa struktur keuangannya konservatif, kas melimpah padahal produksi jalan terus. Kemudian sepi, lalu kita lanjutkan untuk memelototi fakta-fakta lain. Setelah sekian lama mencari bukti dan kelemahan akhirnya kita mempunyai kesimpulan ini adalah perusahaan bagus. Lalu kita hitung harga wajarnya lagi dengan berbagai fakta dan skenario, diturunkan untuk perhitungan konservatif, dinaikkan sedikit untuk proyeksi normal, lalu kita memutuskan membeli sahamnya. Setelah itu harga saham naik. Akhirnya kita tidak ada kegiatan. Bosan lagi. Umpama harga turun, barulah kita ada kegiatan lagi untuk average down, hingga batas lot tercapai seusai rencana dalam manajemen portfolio. Akhirnya kita berhenti lagi, untuk menunggu menemukan perusahaan lain atau terjadi pergerakan harga yang sesuai dengan harapan kita. Selebihnya hanya diam.

Demikianlah, kegiatan investasi itu membosankan. Kecuali Anda memilih menjadi spekulan, atau trader, pasti hidup Anda menyenangkan karena adrenalin terpacu, tak kalah dengan orang-orang yang menghadapi bandar di meja judi. Tapi saya memilih menjadi investor. Makanya, membosankan.